Fokus Jepara – Jakarta, RADARGARUT – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca untuk periode 19 hingga 25 Mei 2026. Dalam laporan tersebut, BMKG mencatat bahwa potensi hujan masih cukup tinggi di berbagai wilayah Indonesia meskipun musim kemarau semakin dekat. Hal ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat dan sektor pertanian yang memerlukan informasi cuaca akurat untuk perencanaan aktivitas mereka.
Di wilayah Sumatera, BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akan terjadi di beberapa provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sementara itu, di Pulau Jawa, daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah juga diprediksi akan mengalami hujan sporadis, terutama pada sore dan malam hari.
Di sisi lain, Kalimantan, terutama Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, akan mengalami hujan dengan intensitas yang lebih tinggi. BMKG mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir dan genangan air akibat curah hujan yang cukup tinggi.
Berikut adalah rincian prakiraan cuaca di beberapa daerah utama:
| Wilayah | Prakiraan Hujan | Intensitas |
|---|---|---|
| Sumatera Utara | Hujan | Ringan hingga Sedang |
| DKI Jakarta | Hujan | Sporadis |
| Jawa Barat | Hujan | Ringan |
| Kalimantan Selatan | Hujan | Intensitas Tinggi |
BMKG juga menegaskan pentingnya bagi masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi cuaca yang tidak menentu ini. Dalam beberapa kasus, perubahan cuaca yang tiba-tiba dapat menyebabkan gangguan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui saluran resmi BMKG.
Selain itu, BMKG mengingatkan bahwa meskipun musim kemarau akan segera tiba, potensi hujan masih ada, terutama di daerah yang memiliki karakteristik topografi tertentu. Hal ini terutama berlaku bagi wilayah yang berdekatan dengan pegunungan dan hutan, di mana kelembapan udara masih cukup tinggi.
Pihak BMKG juga menyarankan para petani untuk tidak terburu-buru dalam melakukan panen, terutama di daerah yang diprediksi akan mengalami hujan tinggi. Penundaan panen dapat menjadi langkah bijak untuk mencegah kerugian akibat kerusakan tanaman.
Dengan adanya informasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi kondisi cuaca yang akan datang. Kesiapan ini penting untuk mengurangi dampak negatif yang mungkin ditimbulkan dari perubahan cuaca yang ekstrem.








