Wakil Gubernur Taj Yasin Galang Ide Alumni Alste untuk Dorong Pembangunan Jawa Tengah

Oleh Dedi Kurniawan 19 Apr 2026, 10:49 WIB 3 Views

MediaBlora – 19 April 2026 | Semarang – Pembangunan Jawa Tengah kini mengundang peran aktif para pemikir dan praktisi lintas generasi. Dalam sambutan pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Alste Indonesia pada Sabtu, 18 April 2026, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan jaringan alumni SMA Negeri 3 Semarang untuk mewujudkan visi pembangunan daerah.

Alste, singkatan dari Alumni SMA Negeri 3 Semarang, adalah organisasi yang menggabungkan lulusan dari berbagai angkatan. Organisasi ini tidak hanya berfokus pada silaturahmi, melainkan juga berkomitmen menyumbangkan tenaga, ide, dan sumber daya untuk kemajuan bangsa. Rakernas Alste ini diharapkan menjadi wadah lahirnya program-program unggulan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin memberikan apresiasi kepada alumni yang aktif dalam gerakan pendidikan. Ia menekankan bahwa tanpa pendidikan, negara tidak dapat berkembang, dan tanpa pendidikan, negara tidak dapat bertahan. “Pendidikan adalah fondasi, dan alumni adalah aset strategis yang dapat menggerakkan perubahan nyata,” tegasnya.

Penggunaan teknologi juga menjadi sorotan. Alste baru-baru ini meluncurkan aplikasi mobile bernama Go Alste. Aplikasi ini menjadi platform terpadu bagi alumni untuk berbagi kegiatan, informasi, peluang wirausaha, serta kebutuhan profesional. Ketua Umum Alste Indonesia, Kukrit Suryo Wicaksono, menjelaskan bahwa Go Alste memungkinkan pengguna melihat secara jelas siapa memiliki apa, siapa membutuhkan apa, serta memfasilitasi kolaborasi lintas bidang.

“Go Alste bukan sekadar media sosial, melainkan ekosistem yang memperkuat solidaritas dan produktivitas alumni. Semua data ditampilkan transparan, sehingga setiap anggota dapat menemukan peluang yang tepat,” kata Kukrit.

Selain platform digital, Alste memiliki sub‑organisasi yang mengkhususkan diri pada bidang tertentu. Alste Institute mengumpulkan profesor, dosen, serta pakar untuk membahas solusi atas permasalahan bangsa. Alste Medika menjadi wadah dokter alumni SMAN 3 Semarang, sementara Alste Akademika menyatukan rektor dan akademisi di seluruh Indonesia. Semua inisiatif tersebut diarahkan pada satu tujuan: meningkatkan kontribusi alumni terhadap kemajuan nasional.

Tak hanya teori, Taj Yasin mencontohkan beberapa proyek konkret yang telah terwujud. Di Kota Semarang, kawasan Kota Lama kini menjadi destinasi wisata unggulan berkat revitalisasi infrastruktur yang menghilangkan jaringan kabel tradisional dan beralih ke sistem tanam yang lebih rapi. Model ini telah diadopsi oleh kota lain seperti Purwokerto, menunjukkan potensi replikasi yang luas.

Gus Yasin menambahkan harapannya agar inovasi serupa dapat menular ke seluruh 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. “Jika setiap daerah dapat mengadopsi praktik efisien, terutama dalam sektor perumahan dan infrastruktur, kita akan melihat peningkatan kualitas hidup yang signifikan,” ujarnya.

Acara Rakernas juga dimeriahkan dengan kehadiran guru-guru SMAN 3 Semarang serta bazar UMKM yang menampilkan produk lokal. Kehadiran sektor usaha kecil menegaskan peran ekonomi kreatif dalam mendukung agenda pembangunan daerah.

Kesimpulannya, kolaborasi antara pemerintah provinsi dan jaringan alumni Alste menunjukkan model baru dalam menggerakkan pembangunan berbasis pengetahuan dan inovasi. Dengan dukungan teknologi seperti Go Alste serta struktur sub‑organisasi yang fokus pada bidang masing‑masing, alumni SMA Negeri 3 Semarang siap menjadi motor penggerak perubahan yang berkelanjutan bagi Jawa Tengah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.