Bodjong Night Market: Magnet Kuliner dan Ekonomi Kreatif di Kota Lama Semarang

Oleh Dedi Kurniawan 19 Apr 2026, 11:49 WIB 1 Views

MediaBlora – 19 April 2026 | Kawasan bersejarah Kota Lama Semarang kembali bersinar setelah peluncuran Bodjong Night Market, sebuah pasar malam yang beroperasi setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 03.00 WIB. Konsep ini dirancang untuk menjadi destinasi kuliner malam terbaru sekaligus wadah pengembangan ekonomi kreatif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah ibukota Jawa Tengah. Dengan menampilkan sekitar enam puluh tenant yang menyajikan ragam cita rasa, mulai dari masakan tradisional khas Semarang hingga kreasi kuliner modern yang tengah tren, pasar malam ini menawarkan pilihan yang luas bagi warga lokal maupun wisatawan.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyambut kehadiran Bodjong Night Market sebagai langkah nyata dalam program “Waras Ekonomi“. Dalam sambutannya, Agustina menuturkan bahwa program tersebut bertujuan memberdayakan UMKM melalui pendataan, klasifikasi, dan pendampingan yang terarah. Ia menekankan bahwa pasar malam ini tidak sekadar menjadi tempat jual‑beli, melainkan sebuah ekosistem yang memfasilitasi perputaran uang yang menguntungkan para pelaku usaha, sekaligus memperkuat daya tarik wisata kota.

Program Waras Ekonomi sendiri dimulai dengan sensus terhadap lebih dari tiga puluh ribu UMKM di Semarang. Data yang terkumpul kemudian diproses untuk mengidentifikasi kebutuhan riil setiap pelaku usaha, mulai dari legalitas, sertifikasi, kapasitas produksi, hingga akses jaringan. Pendampingan yang diberikan tidak selalu bersifat finansial; banyak UMKM yang mendapatkan bantuan berupa pelatihan peningkatan kualitas produk, strategi pemasaran, serta pertemuan dengan mitra potensial. “Kadang yang dibutuhkan bukan modal, tetapi akses. Ditunjukkan jalannya, dipertemukan dengan mitra, atau diperbaiki kualitas produknya,” ujar Agustina.

Bodjong Night Market menjadi contoh konkret penerapan strategi tersebut. Dengan menampung 60 tenant pilihan, pasar malam ini menampilkan variasi kuliner yang meliputi:

  • Makanan tradisional Semarang seperti lumpia, tahu gimbal, dan soto Semarang.
  • Kuliner nusantara, termasuk sate Madura, bakso Malang, dan pecel.
  • Hidangan modern seperti ramen, burger vegan, serta dessert kekinian seperti bubble tea dan churros.

Keberagaman penawaran ini diharapkan dapat menarik berbagai segmen konsumen, mulai dari keluarga yang mencari sajian familiar hingga generasi milenial yang mengincar tren kuliner terbaru. Selain itu, lokasi pasar yang berada di jantung kawasan Kota Lama memberikan keuntungan strategis; pengunjung dapat menikmati suasana bersejarah sambil mencicipi hidangan yang beragam, sekaligus mengakses fasilitas pendukung seperti hotel, perkantoran, dan sektor jasa lainnya.

Implementasi Waras Ekonomi tidak berhenti pada Bodjong Night Market. Pemerintah kota juga berencana menghidupkan kembali pasar tradisional yang selama ini kurang optimal, seperti Pasar Johar. Upaya revitalisasi ini bertujuan menjadikan pasar-pasar lama sebagai hub ekonomi kreatif, memperluas jaringan distribusi bagi UMKM, dan menciptakan sinergi antara pedagang, konsumen, serta pelaku pariwisata. Dengan mengintegrasikan pasar tradisional dan pasar malam modern, Kota Semarang berusaha membangun ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, peluncuran Bodjong Night Market menandai langkah maju dalam upaya pemerintah Kota Semarang memperkuat sektor kuliner serta memberdayakan UMKM melalui pendekatan holistik. Diharapkan, dalam jangka panjang, inisiatif ini tidak hanya meningkatkan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga memperkaya pengalaman wisatawan yang mengunjungi Kota Lama, menjadikan Semarang sebagai destinasi kuliner malam yang tak terlupakan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.