Taj Yasin Dorong Pengusaha Jawa Tengah Perkuat Ekonomi Syariah melalui Kolaborasi Strategis

Oleh Slamet Widodo 19 Apr 2026, 11:49 WIB 1 Views

MediaBlora – 19 April 2026 | Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan seruan kuat kepada dunia usaha di provinsi tersebut untuk berperan aktif dalam memperkuat ekonomi syariah. Penyampaian pesan tersebut terjadi pada acara Halalbihalal Himpunan Pengusaha Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Hipka) Jawa Tengah yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, pada Sabtu, 18 April 2026.

Acara yang dihadiri oleh ratusan pengusaha, pejabat daerah, dan tokoh organisasi ini menjadi wadah bagi Taj Yasin menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi syariah tidak dapat dicapai secara terpisah. Menurutnya, prinsip utama ekonomi syariah menuntut pertumbuhan yang inklusif, saling mendukung, dan berkelanjutan. “Prinsip ekonomi syariah itu kalau mau tumbuh ya harus tumbuh bersama,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan sektor swasta. Ia mengajak Hipka serta organisasi terkait untuk menjalin kerja sama dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memiliki mandat dalam pengembangan ekonomi berbasis syariah. Taj Yasin menambahkan bahwa kolaborasi semacam ini akan menjadi fondasi bagi stabilitas ekonomi regional, khususnya di tengah ketidakpastian global yang dipicu oleh konflik internasional.

Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan daerah tidak dapat dicapai jika pengusaha hanya beroperasi secara individual. “Kemajuan sebuah daerah tidak bisa dicapai jika pengusahanya hanya bergerak sendirian. Diperlukan kerja bersama‑sama sesuai peran masing‑masing,” ujar Taj Yasin. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peran pemerintah tidak semata‑mata mengatur, melainkan memfasilitasi ekosistem yang memungkinkan pelaku usaha mengoptimalkan potensi mereka sesuai dengan nilai‑nilai syariah.

Ketua Hipka Jawa Tengah, Asrar, menyambut baik ajakan tersebut. Ia memastikan bahwa anggota organisasi siap memperdalam kolaborasi dengan pemerintah daerah. “Intinya kami akan bersinergi terus dengan pemerintah untuk mengembangkan perekonomian di Jawa Tengah,” kata Asrar dalam sebuah pernyataan resmi yang disampaikan di akhir acara.

Berbagai langkah konkret yang dapat diambil mencakup:

  • Penyusunan regulasi daerah yang mempermudah pendirian dan pengembangan usaha berbasis syariah, termasuk insentif fiskal dan non‑fiskal.
  • Pembentukan forum dialog reguler antara pemerintah, OPD, BUMD, dan perwakilan pengusaha untuk membahas tantangan dan peluang pasar syariah.
  • Pengembangan program pelatihan dan pendampingan teknis bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, dalam mengadopsi prinsip-prinsip keuangan syariah, manajemen risiko, dan pemasaran produk halal.
  • Peningkatan akses pembiayaan melalui lembaga keuangan syariah yang berkoordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk skema pembiayaan berbasis mudharabah atau musyarakah.

Langkah‑langkah tersebut diharapkan dapat menstimulus pertumbuhan sektor ekonomi syariah, yang mencakup industri keuangan, perbankan, asuransi, serta perdagangan barang dan jasa yang memenuhi standar halal. Taj Yasin menekankan bahwa penguatan sektor ini tidak hanya meningkatkan daya saing ekonomi Jawa Tengah, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian target nasional dalam memperluas inklusi keuangan syariah.

Selain itu, Taj Yasin menyoroti peran penting teknologi digital dalam memperluas jangkauan produk syariah. Ia mengajak pelaku usaha untuk memanfaatkan platform e‑commerce, fintech, dan aplikasi mobile yang memudahkan transaksi berbasis prinsip syariah. Penggunaan teknologi ini, menurutnya, dapat mempercepat penyebaran layanan keuangan yang lebih adil dan transparan, sekaligus membuka pasar baru bagi produk-produk lokal yang memiliki nilai tambah.

Dalam konteks global, Taj Yasin menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi benteng pertahanan ekonomi yang krusial. Konflik internasional dan fluktuasi pasar dunia dapat menimbulkan dampak langsung pada aliran investasi dan arus perdagangan. Dengan memiliki jaringan bisnis yang terkoordinasi dan didukung kebijakan pemerintah, Jawa Tengah dapat lebih tangguh menghadapi gejolak eksternal.

Pernyataan Wakil Gubernur juga selaras dengan agenda nasional yang menekankan pengembangan ekonomi berbasis syariah sebagai salah satu pilar pertumbuhan berkelanjutan. Pemerintah pusat telah menetapkan target peningkatan kontribusi ekonomi syariah dalam Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dan provinsi Jawa Tengah berpotensi menjadi contoh sukses implementasinya.

Kesimpulannya, seruan Taj Yasin kepada pengusaha Jawa Tengah menandai langkah strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi syariah. Dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi digital, serta kebijakan yang mendukung, provinsi ini berada pada posisi yang menguntungkan untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. Pengusaha, pemerintah, dan institusi terkait diharapkan dapat mengkonkretkan komitmen ini menjadi program-program aksi nyata yang menghasilkan manfaat ekonomi yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Jawa Tengah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.