News

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb, Harga Minyak Bisa Melonjak

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb, Harga Minyak Bisa Melonjak
Iran Ancam Tutup Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb, Harga Minyak Bisa Melonjak
A− A+

Fokus Jepara – Iran telah mengancam untuk menutup Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb, dua jalur pelayaran vital di Timur Tengah, sebagai respons terhadap serangan Amerika Serikat di wilayah tersebut. Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan bahwa mereka tidak akan membiarkan satu tetes minyak pun melewati Selat Hormuz selama Amerika Serikat terus melancarkan serangan.

Iran juga memperingatkan bahwa mereka siap membuka titik tekanan kedua di Selat Bab el-Mandeb, jalur sempit yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Ini dapat mempengaruhi ekspor minyak Arab Saudi dan pelayaran perdagangan dunia.

Baca juga:

Pejabat Senior Yaman memperingatkan bahwa angkatan bersenjata negaranya siap menutup Selat Bab el-Mandeb, yang dapat mendorong harga minyak melonjak hingga US$ 200 per barel. Mohammed al-Farah, Anggota biro politik Ansarullah, mengungkapkan bahwa Washington mendorong Arab Saudi untuk menyerang Yaman dan provokasi semacam itu tidak akan menguntungkan Amerika Serikat.

Presiden Donald Trump sebelumnya mengumumkan rencana untuk mengenakan biaya sebesar 20% kepada kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, tetapi rencana tersebut dibatalkan setelah melakukan pembicaraan dengan para pemimpin negara-negara Teluk.

Baca juga:

Komite Militer Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki hak untuk mencampuri urusan di Selat Hormuz dan bahwa jalur pelayaran strategis tersebut merupakan kepentingan vital nasional Iran. Iran siap membalas dengan menargetkan berbagai kepentingan dan infrastruktur milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah jika Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap fasilitas atau infrastruktur Iran.

Dalam situasi ini, harga minyak dapat melonjak secara signifikan jika konflik antara Iran dan Amerika Serikat terus memburuk. Iran telah menunjukkan kemampuan untuk mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz dan siap membuka titik tekanan kedua di Selat Bab el-Mandeb.

Baca juga:

Kesimpulan dari situasi ini adalah bahwa konflik antara Iran dan Amerika Serikat dapat memiliki dampak besar pada harga minyak dan pelayaran perdagangan dunia. Iran siap membalas dengan menargetkan berbagai kepentingan dan infrastruktur milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah jika Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap fasilitas atau infrastruktur Iran.

Mungkin Anda Suka