Jawa Tengah Luncurkan Program Pemandu Gunung Profesional untuk Dorong Pariwisata Alam dan Ciptakan Ribuan Lapangan Kerja

Oleh Slamet Widodo 20 Apr 2026, 11:48 WIB 2 Views

MediaBlora – 20 April 2026 | Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat sektor pariwisata alam dengan meluncurkan program pelatihan pemandu gunung profesional. Inisiatif ini bertujuan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi pendaki, tetapi juga membuka peluang kerja yang signifikan bagi masyarakat setempat.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya strategis provinsi untuk mengoptimalkan potensi alam yang meliputi pegunungan ikonik seperti Gunung Merapi, Gunung Sumbing, dan Gunung Lawu. “Kami ingin menjadikan Jawa Tengah sebagai destinasi utama pendakian di Indonesia dengan pemandu yang terlatih, berkompeten, dan memahami prinsip keselamatan serta pelestarian lingkungan,” ujar Ganjar dalam sambutan resmi di kantor Biro Pariwisata pada hari Rabu, 17 April 2024.

Program ini melibatkan sejumlah lembaga pendidikan tinggi, termasuk Universitas Gadjah Mada dan Universitas Diponegoro, yang menyediakan kurikulum terintegrasi mencakup pengetahuan geologi, meteorologi, pertolongan pertama, serta teknik navigasi modern. Selama enam bulan, peserta akan mengikuti modul teori di kelas, simulasi di laboratorium, dan praktek lapangan di beberapa zona pendakian terpilih.

Target awal program adalah melatih 1.200 pemandu gunung profesional dalam dua tahun pertama. Dari jumlah tersebut, 600 diprioritaskan untuk wilayah Magelang, Purworejo, dan Kendal—daerah yang memiliki konsentrasi jalur pendakian populer. Seleksi peserta didasarkan pada kriteria usia 18-35 tahun, latar belakang pendidikan minimal SMA, serta motivasi kuat untuk berkarir di bidang pariwisata alam.

  • Fasilitas pelatihan mencakup kelas teori ber-AC, laboratorium peralatan keselamatan, serta akomodasi di daerah pegunungan.
  • Biaya pelatihan ditanggung penuh oleh pemerintah provinsi melalui anggaran DAK (Dana Alokasi Khusus) Pariwisata dan Kerja.
  • Lulusan akan mendapatkan sertifikasi resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI).

Selain manfaat ekonomi, pelatihan pemandu gunung juga berperan dalam konservasi lingkungan. Setiap pemandu diwajibkan mengikuti modul pelestarian alam, termasuk pengelolaan sampah, mitigasi erosi, dan edukasi kepada wisatawan tentang pentingnya menjaga ekosistem pegunungan. “Pemandu bukan hanya penjaga keselamatan, melainkan duta lingkungan yang dapat menularkan sikap bertanggung jawab kepada para pendaki,” jelas Budi.

Program ini juga membuka peluang kerja tidak langsung bagi sektor pendukung, seperti penyedia peralatan pendakian, homestay, kuliner lokal, serta transportasi. Asosiasi Pengusaha Pariwisata Jawa Tengah memperkirakan penciptaan lapangan kerja tambahan hingga 5.000 posisi dalam lima tahun ke depan.

Untuk memastikan kualitas, proses evaluasi akan dilakukan secara berkala. Setiap lulusan wajib mengikuti ujian praktis di tiga gunung berbeda serta menempuh evaluasi kinerja selama enam bulan pertama kerja lapangan. Hasil evaluasi akan menjadi acuan untuk perbaikan kurikulum dan penyesuaian kebijakan.

Dengan langkah ini, Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menjadi pionir dalam pengembangan pariwisata berbasis alam yang berkelanjutan. Program pemandu gunung profesional diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata alam, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan penciptaan lapangan kerja yang inklusif bagi masyarakat setempat.

Keberhasilan inisiatif ini akan menjadi contoh bagi provinsi lain dalam memanfaatkan potensi alam secara optimal, sekaligus menegaskan peran penting sumber daya manusia terlatih dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.