Jawa Tengah Siapkan Segala Persiapan Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026 di Semarang

Oleh Slamet Widodo 20 Apr 2026, 20:48 WIB 2 Views

MediaBlora – 20 April 2026 | Jawa Tengah resmi menegaskan kesiapan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026. Pemerintah provinsi bersama pemerintah Kota Semarang telah menyusun rangkaian acara, venue, serta strategi pendukung ekonomi yang diharapkan mampu menampilkan keunggulan spiritual, budaya, dan infrastruktur daerah.

Acara utama MTQ 2026 dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari, mulai 11 hingga 20 September 2026, dengan perkiraan 8.000 peserta yang mewakili 38 provinsi di seluruh Indonesia. Rangkaian kegiatan dimulai dengan kedatangan dan registrasi kafilah pada 11‑12 September, diikuti pembukaan resmi pada 12 September, lomba inti selama 13‑19 September, penutupan pada 19 September, dan kepulangan kafilah pada 20 September.

Lokasi pelaksanaan acara pembukaan dan penutupan dipilih di Lapangan Simpang Lima, Semarang, sebuah ruang terbuka yang dapat menampung ribuan penonton. Sementara itu, Malam Ta’aruf dan Pameran MTQ akan digelar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, memberi kesempatan kepada peserta dan pengunjung untuk berinteraksi dalam suasana yang lebih intim. Pawai Ta’aruf, salah satu atraksi budaya, akan memulai perjalanan dari Halaman Balai Kota Semarang dan berakhir di halaman Kantor Gubernur, menandai simbolik persatuan antara pemerintah dan masyarakat.

Beragam venue kompetisi telah dipersiapkan untuk menyesuaikan dengan jenis lomba yang berbeda. Daftar lengkap venue meliputi:

  • Lapangan Simpang Lima (pembukaan & penutupan)
  • Studio Kreasi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kementerian Tenaga Kerja
  • Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah
  • Aula Masjid Baiturrahman
  • Rumah Dinas Walikota Semarang
  • Auditorium Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah
  • Aula Wahana Graha Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah
  • Aula Sasana Widyapraja BPSDMD Jawa Tengah
  • Gedung Semeru BP2KLK Semarang
  • Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo
  • Gedung Prof. Soedarto
  • Gedung Imam Bardjo, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang

Secara administratif, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarino, menegaskan bahwa seluruh elemen penting seperti logo, maskot, dan tema utama sudah dirancang. “Logo MTQ ini mencerminkan harmoni antara spiritualitas Islam, kearifan budaya Jawa, dan identitas Kota Semarang,” ujar Sumarino dalam rapat koordinasi panitia yang dilaksanakan di Gedung Grhadika Bakti Praja pada 20 April 2026. Logo beserta usulan tema akan diajukan ke Kementerian Agama untuk mendapatkan persetujuan akhir.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menambahkan bahwa MTQ 2026 tidak hanya menjadi ajang keagamaan, melainkan juga momentum strategis untuk memperkuat perekonomian daerah, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). “Kedatangan ribuan tamu diperkirakan akan memberikan stimulus signifikan bagi pelaku UMKM di Jawa Tengah. Oleh karena itu, semua persiapan harus dioptimalkan untuk menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan,” tegasnya.

Beberapa event pendukung telah dirancang untuk menambah daya tarik wisata budaya, antara lain festival rebana, dugderan mini, serta rangkaian kegiatan syiar keagamaan. Taj Yasin menekankan pentingnya layanan prima dari panitia, agar Jawa Tengah dikenal sebagai tuan rumah yang ramah, profesional, serta mampu menjalankan acara dengan standar nasional.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengungkapkan kesiapan kota sebagai pusat pelaksanaan. Ia mengusulkan pencatatan rekor MURI untuk “Menyanyikan Mars MTQ Terbanyak” pada saat pembukaan, melibatkan siswa, santri, serta ibu‑ibu pengajian. Ide tersebut diharapkan menambah kebanggaan lokal dan menegaskan peran aktif masyarakat dalam mendukung keberhasilan MTQ.

Secara logistik, pemerintah provinsi telah menyiapkan fasilitas transportasi, akomodasi, serta layanan kesehatan untuk menjamin kenyamanan para peserta dan tamu. Koordinasi dengan pihak kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta dinas terkait lainnya sedang dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.

Dengan persiapan yang matang, Jawa Tengah berharap MTQ Nasional 2026 tidak hanya menjadi kompetisi tilawat al‑Qur’an terbesar di tanah air, melainkan juga platform untuk memperkenalkan budaya Jawa, meningkatkan ekonomi kreatif, serta menumbuhkan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berbudaya.

Kesimpulannya, rangkaian acara, venue yang tersebar di berbagai fasilitas publik dan institusi, serta dukungan penuh dari aparat pemerintah dan masyarakat menjadikan MTQ 2026 di Semarang sebagai agenda strategis yang menggabungkan nilai spiritual, budaya, dan ekonomi. Semua pihak diharapkan berkolaborasi untuk mewujudkan event yang sukses, aman, dan berkesan bagi seluruh peserta serta penonton.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.