Ratusan Anak Geliat di FASI IX MTs PSM Randublatung, Tingkatkan Kreativitas dan Ketaqwaan

Oleh Dedi Kurniawan 20 Apr 2026, 23:49 WIB 0 Views

MediaBlora – 20 April 2026 | Halobla, 20 April 2026 – Suasana semarak menghiasi MTs PSM Randublatung dan SMK PSM Randublatung pada Minggu, 19 April 2026, ketika sebanyak 360 peserta muda menuruti undangan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) edisi ke-9 yang diselenggarakan oleh Badan Koordinator TPQ Randublatung. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini mempertemukan anak-anak dari 54 lembaga pendidikan Islam yang tersebar di seluruh Kecamatan Randublatung, menandai peningkatan signifikan dibandingkan edisi sebelumnya.

Acara dimulai dengan sambutan resmi dari Ketua Panitia FASI, Ustaz Muji Hartono, yang bersama Ketua Badan Koordinator TPQ (Badko TPQ) serta perwakilan Forkomicam Randublatung membuka rangkaian program. Ustaz Muji menekankan pentingnya acara ini sebagai sarana memupuk semangat kreatif, kemandirian, kecerdasan, serta ketakwaan di kalangan generasi muda. Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah peserta mengalami lonjakan, dengan total mencapai 360 anak, dan lomba adzan sendiri mencatat kehadiran 70 peserta.

Rangkaian lomba yang disajikan cukup beragam, meliputi kompetisi tartil Al‑Qur’an, tahfidz Juz Amma, murotal, cerita Islami, adzan dan iqomah, peragaan salat, ikrar, puisi tarjamah Al‑Qur’an, nasyid Islami, cerdas cermat Al‑Qur’an, mewarnai gambar, serta ceramah agama Islam berbahasa Indonesia. Setiap cabang lomba dirancang untuk mengasah kemampuan spiritual dan intelektual peserta, sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan di antara mereka.

Ketua Badko FASI IX, Ahmad Agus Tri Hananto, menyampaikan harapannya bahwa melalui ajang ini dapat teridentifikasi kader‑kader berkualitas yang nantinya akan mengisi peran penting dalam pendidikan Islam di wilayah tersebut. “Kami ingin melihat generasi yang tidak hanya pintar dalam ilmu agama, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang positif bagi masyarakat,” ujar Ahmad Agus dalam pidatonya.

Selama pelaksanaan, suasana kompetisi dipenuhi dengan antusiasme tinggi. Anak‑anak yang berpartisipasi menampilkan kemampuan membaca Al‑Qur’an dengan lantang dan fasih, menunaikan adzan dengan khidmat, serta mengekspresikan kreativitas mereka lewat nasyid dan puisi tarjamah. Penjurian dilakukan oleh para ustadz, guru, dan tokoh masyarakat yang berpengalaman, memastikan penilaian objektif serta memberikan umpan balik konstruktif bagi setiap peserta.

Tak hanya berfokus pada kompetisi, FASI IX juga menyediakan ruang interaksi sosial melalui sesi ceramah agama yang disampaikan dalam Bahasa Indonesia, memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami nilai‑nilai Islam secara kontekstual dalam kehidupan sehari‑hari. Ceramah tersebut menekankan pentingnya akhlak mulia, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab sosial.

Selain meningkatkan kualitas keagamaan, acara ini juga berupaya menumbuhkan rasa kebanggaan lokal. Dengan menampung peserta dari seluruh kecamatan Randublatung, FASI IX berhasil menjadi panggung unifikasi bagi komunitas pendidikan Islam di daerah tersebut. Keterlibatan Forkomicam Randublatung sebagai mitra pendukung menegaskan sinergi lintas sektor dalam mewujudkan program yang inklusif dan berkelanjutan.

Data kehadiran menunjukkan bahwa lomba adzan menjadi yang paling diminati, dengan 70 peserta yang bersaing dalam melantunkan panggilan sholat secara tepat dan berirama. Kompetisi tartil Al‑Qur’an diikuti oleh 55 peserta, sementara tahfidz Juz Amma menarik 48 peserta. Lomba nasyid dan puisi tarjamah masing‑masing menarik 40 dan 35 peserta, menandakan keberagaman minat dan bakat di kalangan anak-anak.

Selama acara, panitia juga menyiapkan fasilitas pendukung, seperti ruang istirahat, stan makanan ringan, serta area foto bersama untuk mengabadikan momen kebersamaan. Penggunaan teknologi sederhana seperti proyektor dan sound system membantu memastikan penyajian materi berjalan lancar dan dapat didengar oleh seluruh peserta.

Di penghujung acara, para pemenang diumumkan dan diberikan penghargaan berupa piagam, sertifikat, serta hadiah material yang bersifat edukatif. Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang terlibat, mulai dari guru, orang tua, hingga aparat desa yang memberikan dukungan logistik.

Dengan tercapainya target partisipasi dan kualitas pelaksanaan, FASI IX MTs PSM Randublatung dinilai berhasil memenuhi misinya: memotivasi generasi muda untuk berkreasi, mandiri, cerdas, serta islami. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi penyelenggaraan acara serupa di tahun‑tahun mendatang, serta memperkuat jaringan pendidikan Islam di Kabupaten Blora.

Kesimpulannya, Festival Anak Sholeh Indonesia edisi IX tidak hanya menjadi ajang kompetisi, melainkan juga platform pengembangan karakter dan spiritualitas anak‑anak Randublatung. Melalui sinergi antara lembaga pendidikan, tokoh agama, dan pemerintah setempat, acara ini berhasil menumbuhkan rasa kebersamaan, meningkatkan kompetensi keagamaan, serta menyiapkan generasi yang siap berkontribusi positif bagi masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.