Semarang Siapkan MTQ Nasional 2026 dengan Target Rekor MURI di Pembukaan

Oleh Slamet Widodo 21 Apr 2026, 00:51 WIB 0 Views

MediaBlora – 21 April 2026 | Pemerintah Kota Semarang mengumumkan kesiapan penuh menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31 pada tahun 2026. Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Agustina Wilujeng dalam pengarahan bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, yang menyoroti persiapan teknis, sosial, dan infrastruktur untuk menyambut lebih dari 8.000 kafilah peserta dari seluruh Indonesia.

Agustina menekankan bahwa kesiapan Semarang tidak hanya terletak pada fasilitas gedung, melainkan pada antusiasme warga yang sudah mulai berlatih kirab rebana sebagai bagian dari prosesi pembukaan. “Kota Semarang sangat siap menyambut MTQ. Antusiasme masyarakat luar biasa, termasuk dalam kirab rebana yang sudah mulai kita latih,” ujarnya.

Rangkaian acara pembukaan dirancang berlapis, menggabungkan elemen budaya, seni, dan kuliner halal. Beberapa agenda utama meliputi:

  • Kirab hadroh yang menampilkan grup musik tradisional dari berbagai daerah.
  • Festival hadroh tingkat nasional yang membuka panggung bagi musisi muda.
  • Expo kaligrafi Qur’an dengan pameran karya seniman lokal dan nasional.
  • Kawasan kuliner halal food yang diproyeksikan menjadi magnet wisata kuliner.
  • Program wisata religius yang menghubungkan destinasi bersejarah seperti Pasar Johar dan Kota Lama dengan pengembangan desa wisata di sekitar kota.

Dari sisi infrastruktur, pemerintah kota terus melakukan pembenahan strategis. Kawasan Simpang Lima, yang diprediksi menjadi titik lalu lintas utama, sedang dirombak dengan perbaikan sistem drainase, penanggulangan banjir, penataan lalu lintas, dan penambahan area parkir. Upaya ini bertujuan mengantisipasi kepadatan pengunjung dan memastikan mobilitas yang lancar selama acara berlangsung.

Keterlibatan masyarakat menjadi benang merah dalam seluruh persiapan. Pemerintah menggandeng organisasi keagamaan, komunitas pemuda, serta pelaku UMKM untuk turut serta dalam menghidupkan suasana MTQ. Inisiatif tersebut diharapkan menampilkan citra Semarang yang religius, inklusif, dan toleran.

Pembukaan MTQ juga direncanakan menjadi momen bersejarah dengan upaya memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Rencana utama adalah penyanyian Mars MTQ secara serentak oleh ribuan peserta, termasuk siswa, santri, dan kelompok pengajian. “Kami ingin pembukaan MTQ ini tidak hanya meriah, tetapi juga bersejarah. Karena itu, kami usulkan pemecahan rekor MURI dengan melibatkan masyarakat luas,” tegas Agustina.

Konsep pelaksanaan yang hybrid akan memungkinkan partisipasi tidak hanya secara fisik, melainkan juga melalui platform digital, sehingga warga di luar kota maupun di luar pulau dapat menyaksikan dan berkontribusi dalam acara tersebut.

Selain persiapan fisik, pihak penyelenggara juga memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan. Tim keamanan terkoordinasi dengan Polri dan Satpol PP untuk mengatur alur masuk dan keluar area, sementara tim medis siap memberikan layanan cepat tanggap bagi peserta dan penonton.

Semarang, yang dikenal dengan julukan “Kota Atlas”, berambisi tidak hanya menjadi tuan rumah, melainkan juga menciptakan dampak ekonomi jangka panjang. Dengan perkiraan ribuan wisatawan yang datang, sektor perhotelan, transportasi, dan UMKM diproyeksikan mengalami peningkatan signifikan. Pemerintah kota menyiapkan paket promosi khusus, termasuk diskon tarif hotel dan voucher kuliner, guna menarik lebih banyak pengunjung.

Menutup acara pengarahan, Agustina Wilujeng menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Kementerian Agama. “Terima kasih atas kepercayaan dari pemerintah pusat, Pemprov Jawa Tengah, dan Kementerian Agama. Semoga seluruh persiapan berjalan lancar dan MTQ Nasional 2026 sukses digelar di Kota Semarang,” pungkasnya.

Dengan kombinasi persiapan teknis yang matang, dukungan masyarakat yang kuat, serta ambisi mencetak rekor MURI, Semarang menyiapkan diri untuk menjadi panggung megah bagi MTQ Nasional 2026. Keberhasilan acara ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi kota sebagai pusat kebudayaan Islam, tetapi juga meningkatkan citra Indonesia di kancah internasional melalui penyelenggaraan acara religius berskala nasional yang terorganisir dengan baik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.