Mohammad Saleh Dorong Perpustakaan Jawa Tengah Jadi Pusat Kreativitas dan Literasi Nasional

Oleh Slamet Widodo 20 Apr 2026, 19:48 WIB 0 Views

MediaBlora – 20 April 2026 | Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menyampaikan apresiasi atas lonjakan kunjungan ke Perpustakaan Daerah Jawa Tengah selama tahun 2025 yang berhasil menembus angka lebih dari 4,3 juta orang. Angka ini tidak hanya melampaui target yang ditetapkan, tetapi juga menjadi indikator kuat bahwa minat baca dan literasi masyarakat di provinsi ini terus meningkat secara signifikan.

“Ini capaian yang sangat baik. Tingginya angka kunjungan membuktikan bahwa minat literasi masyarakat Jawa Tengah terus tumbuh,” kata Mohammad Saleh dalam sebuah konferensi pers di Semarang. Meskipun hasil tersebut menggembirakan, Saleh menegaskan bahwa pencapaian ini harus dijadikan pijakan untuk memperkuat ekosistem literasi yang lebih dinamis dan inklusif.

Saleh menyoroti perlunya transformasi fungsi perpustakaan dari sekadar ruang baca menjadi pusat kreativitas dan edukasi. Ia mengusulkan agar perpustakaan tidak hanya menyajikan koleksi buku, melainkan juga menyelenggarakan berbagai program seperti diskusi tematik, pelatihan keterampilan, workshop seni, serta acara kreatif yang dapat menarik beragam kalangan, terutama generasi muda. “Pemerintah harus menghidupkan perpustakaan melalui kegiatan yang interaktif, sehingga masyarakat semakin tertarik berkunjung,” tegasnya.

Selain mengoptimalkan ruang fisik, Saleh menekankan pentingnya memperluas akses literasi ke wilayah pelosok melalui penguatan perpustakaan desa dan optimalisasi layanan digital. Ia berpendapat bahwa platform iJateng memiliki potensi besar untuk menjangkau generasi yang akrab dengan teknologi, asalkan didukung dengan konten yang relevan dan mudah diakses. Dengan strategi ini, diharapkan kesenjangan akses informasi antara daerah perkotaan dan pedesaan dapat diminimalkan.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Saleh mengajak sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta komunitas kreatif. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor dapat memperkaya program perpustakaan, mulai dari penyediaan buku digital, pelatihan literasi media, hingga kompetisi menulis dan desain. “Literasi adalah fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Jika literasi masyarakat kuat, kualitas SDM kita pun akan meningkat,” ujarnya.

  • Penguatan perpustakaan desa melalui peningkatan koleksi dan pelatihan staf.
  • Pengembangan konten lokal di platform iJateng untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
  • Penyelenggaraan acara kreatif reguler, seperti festival buku, hackathon literasi, dan pameran seni.
  • Kerjasama dengan sekolah dan perguruan tinggi untuk program literasi berbasis kurikulum.

Dengan langkah‑langkah konkret ini, diharapkan Perpustakaan Daerah Jawa Tengah tidak hanya menjadi tempat menumpuk buku, melainkan juga menjadi ruang inovasi yang memacu kreativitas, meningkatkan kompetensi, dan menumbuhkan budaya belajar seumur hidup. Upaya berkelanjutan ini diharapkan dapat menjadi model bagi provinsi lain dalam mengoptimalkan peran perpustakaan sebagai motor penggerak pembangunan manusia berpengetahuan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.