Kunjungan Perpustakaan Daerah Jateng Melonjak Jadi 4,3 Juta, DPRD Soroti Lonjakan Literasi
MediaBlora – 20 April 2026 | SEMARANG – Angka kunjungan ke Perpustakaan Daerah Jawa Tengah pada tahun 2025 mencatat rekor baru dengan total lebih dari 4,3 juta kali kunjungan, menandakan peningkatan minat baca yang signifikan di kalangan masyarakat provinsi. Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini, sekaligus menekankan pentingnya kesinambungan upaya memperkuat budaya literasi.
Berdasarkan data resmi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Jawa Tengah, total kunjungan selama 2025 tercatat sebesar 4.377.263 orang. Dari jumlah tersebut, 4.255.124 orang mengunjungi perpustakaan secara fisik, sementara 122.139 orang memanfaatkan layanan digital melalui platform iJateng. Angka ini melampaui target kunjungan yang ditetapkan pemerintah daerah, yakni 3.120.000 kunjungan.
| Kategori | Jumlah Kunjungan |
|---|---|
| Kunjungan Fisik | 4.255.124 |
| Layanan Digital (iJateng) | 122.139 |
| Total | 4.377.263 |
Rata‑rata kunjungan bulanan berada pada kisaran 200.000 hingga 400.000 orang. Puncak kunjungan terjadi pada bulan Juli dengan 695.428 kunjungan, diikuti oleh Agustus dengan 568.886 kunjungan. Lonjakan tersebut mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap fasilitas perpustakaan, baik dalam bentuk kunjungan langsung maupun akses digital.
“Ini capaian yang sangat baik dan patut diapresiasi. Tingginya kunjungan menunjukkan bahwa minat literasi masyarakat Jawa Tengah terus meningkat,” ujar Mohammad Saleh dalam sebuah pernyataan resmi. Ia menambahkan bahwa perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, melainkan juga sebagai ruang edukasi, pelatihan, dan pengembangan kreativitas.
Saleh menekankan perlunya program-program inovatif untuk menjaga momentum tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti diskusi buku, pelatihan menulis, workshop kreatif, serta acara seni dan budaya dapat menambah daya tarik perpustakaan bagi berbagai kalangan, terutama generasi muda.
Selain memperkaya program, Saleh mengajak pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan layanan literasi ke wilayah pedesaan. Ia menyoroti pentingnya penguatan perpustakaan desa serta peningkatan akses layanan digital, agar warga di daerah terpencil tidak tertinggal dalam era informasi.
Platform iJateng, yang menyediakan koleksi e‑book, jurnal, dan sumber belajar digital, menjadi salah satu pilar penting dalam strategi ini. Saleh mengharapkan pengembangan lebih lanjut, seperti penambahan koleksi interaktif, modul pembelajaran berbasis video, serta integrasi dengan aplikasi edukasi populer yang sering dipakai generasi milenial dan Gen Z.
Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sipil dianggap krusial untuk menumbuhkan budaya literasi yang berkelanjutan. “Literasi adalah fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Jika literasi kuat, maka kualitas masyarakat juga akan meningkat,” tegasnya.
Upaya memperkuat literasi juga sejalan dengan program pemerintah pusat yang menargetkan peningkatan kualitas baca‑tulis di seluruh Indonesia. Dengan dukungan kebijakan daerah yang responsif, diharapkan tercipta ekosistem pembelajaran yang inklusif, mencakup semua lapisan usia dan wilayah geografis.
Secara keseluruhan, pencapaian lebih dari 4,3 juta kunjungan menjadi bukti konkret bahwa strategi pengembangan perpustakaan di Jawa Tengah telah memberikan dampak positif. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam hal memperluas akses digital, meningkatkan kualitas koleksi, dan memastikan keberlanjutan program kreatif di perpustakaan.
Ke depan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jawa Tengah berencana meluncurkan program literasi keliling, memperkenalkan kios buku digital di pasar tradisional, serta meningkatkan kerjasama dengan institusi pendidikan tinggi untuk mengadakan kegiatan literasi berbasis penelitian. Dengan langkah‑langkah tersebut, diharapkan angka kunjungan tidak hanya tetap tinggi, tetapi juga menghasilkan peningkatan kualitas pemahaman dan kemampuan membaca masyarakat.
Kesimpulannya, pencapaian kunjungan perpustakaan yang melampaui target menunjukkan keberhasilan kebijakan literasi daerah. Dukungan berkelanjutan dari DPRD, pemerintah, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama untuk menjadikan literasi sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari‑hari di Jawa Tengah.
Komentar (0)