Harga Emas Pegadaian Naik pada 16 April 2026, UBS, Antam, Galeri24 Bersatu, Sementara Harga Emas Global Melemah

Oleh Dedi Kurniawan 16 Apr 2026, 10:49 WIB 0 Views

MediaBlora – 16 April 2026 | Pada Kamis, 16 April 2026, harga emas di jaringan Pegadaian menunjukkan tren naik meski pasar internasional justru mengalami penurunan. Tiga produk utama – UBS, Antam, dan Galeri24 – semuanya mencatat kenaikan harga per gram yang signifikan, menambah dinamika bagi para investor ritel di Indonesia.

Produk UBS memimpin kenaikan dengan tambahan Rp 47.000 per gram, mencapai Rp 2.934.000, naik dari Rp 2.887.000 pada hari sebelumnya. Antam mengikuti jejak UBS dengan kenaikan Rp 31.000, menjadikan harga per gramnya Rp 3.009.000 dibandingkan Rp 2.978.000 sebelumnya. Sementara itu, Galeri24 mencatat kenaikan paling moderat, yaitu Rp 23.000, sehingga harga per gram menjadi Rp 2.891.000 dari Rp 2.868.000.

Pergerakan harga ini tidak bersifat seragam pada semua ukuran gram. Pegadaian menawarkan tiga merek emas dengan rentang berat yang berbeda. Galeri24 tersedia mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram, UBS dari 0,5 gram hingga 500 gram, dan Antam dari 0,5 gram hingga 100 gram. Harga per satuan berat untuk masing‑masing merek dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Merek Berat Harga (Rp)
Galeri24 0,5 gram 1.516.000
1 gram 2.891.000
2 gram 5.713.000
5 gram 14.176.000
10 gram 28.278.000
25 gram 70.313.000
50 gram 140.517.000
100 gram 280.894.000
250 gram 700.509.000
500 gram 1.401.018.000
1.000 gram 2.802.034.000
Antam 0,5 gram 1.557.000
1 gram 3.009.000
2 gram 5.956.000
3 gram 8.907.000
5 gram 14.810.000
10 gram 29.562.000
25 gram 73.775.000
50 gram 147.467.000
100 gram 294.853.000
UBS 0,5 gram 1.586.000
1 gram 2.934.000
2 gram 5.822.000
5 gram 14.387.000
10 gram 28.623.000
25 gram 71.416.000
50 gram 142.540.000
100 gram 284.967.000
250 gram 712.206.000

Perlu dicatat bahwa harga emas Pegadaian bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu‑waktu. Produk Galeri24, misalnya, dapat dibeli mulai dari setengah gram hingga satu kilogram, memberikan fleksibilitas bagi investor dengan modal terbatas maupun yang ingin mengamankan cadangan besar.

Sementara itu, pasar emas global menunjukkan pola yang berlawanan. Pada Rabu, 15 April 2026 (setara dengan Kamis di Jakarta), harga emas spot turun 0,9% menjadi USD 4.796,56 per troy ounce. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk bulan Juni juga mengalami penurunan 0,6%, mencapai USD 4.820,50 per ounce.

Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals, menjelaskan bahwa penurunan tersebut lebih disebabkan oleh aksi ambil untung ringan setelah emas mencapai level tertinggi selama sebulan terakhir. “Emas dan perak hanya mengalami aksi ambil untung ringan dan rutin setelah mencapai level tertinggi semalam,” ujar Wyckoff. Ia menambahkan bahwa pergerakan harga kini dipengaruhi oleh kebijakan moneter yang lebih ketat dan tekanan inflasi, bukan lagi sebagai safe‑haven tradisional.

Faktor geopolitik juga turut memengaruhi sentimen pasar. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran berpotensi dilanjutkan, meskipun blokade terhadap kapal dari pelabuhan Iran masih berlanjut dan pengiriman melalui Selat Hormuz tetap terbatas. Ketidakpastian tersebut menambah tekanan pada pasar komoditas, termasuk emas.

Di sisi kebijakan moneter, Federal Reserve diprediksi dapat menunda penurunan suku bunga hingga tahun 2027 apabila inflasi belum mencapai target 2%. Analisis pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga AS pada tahun 2026 hanya sebesar 31%, menandakan kebijakan moneter yang masih berhati‑hati.

Berita ini menegaskan bahwa pergerakan harga emas di dalam negeri tidak selalu selaras dengan dinamika pasar internasional. Kenaikan harga pada produk UBS, Antam, dan Galeri24 mencerminkan permintaan domestik yang kuat, terutama dari kalangan yang mengincar perlindungan nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Para investor di Indonesia dapat memanfaatkan informasi harga terbaru untuk menyesuaikan strategi portofolio mereka, baik dengan membeli emas fisik melalui Pegadaian atau dengan memantau pergerakan pasar global guna mengantisipasi volatilitas yang mungkin terjadi dalam minggu‑minggu mendatang.

Dengan harga emas dunia yang masih berada di zona menurunan, namun pasar domestik menunjukkan peningkatan, dinamika ini menjadi bahan pertimbangan penting bagi pelaku pasar, regulator, serta pihak‑pihak yang berkepentingan dalam sektor logam mulia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.