Ning Nawal Galang Perempuan Jawa Tengah Perkuat Integritas dan Kemandirian di Talkshow Hari Kartini 2026
MediaBlora – 21 April 2026 | Rembang, 20 April 2026 – Pada Senin (20/4/2026) Museum Raden Ajeng Kartini di Kabupaten Rembang menjadi saksi sebuah talkshow istimewa yang memperingati Hari Kartini ke-158. Acara yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini mengusung tema “Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas” dan dipandu oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I., yang lebih dikenal dengan panggilan Ning Nawal.
Dalam sambutannya, Ning Nawal menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai‑nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam konteks kehidupan modern. Ia menyoroti bahwa Kartini bukan sekadar simbol emansipasi, melainkan seorang visioner yang mampu menembus batasan zamannya. “Kartini bisa berpikir melampaui zamannya. Ia memiliki visi‑visi yang sampai sekarang masih relevan, dan cahayanya terus memancar untuk memberi inspirasi kepada perempuan masa kini,” ujar Nawal setelah sesi dialog berakhir.
Acara ini tidak hanya sekadar peringatan simbolis, melainkan merupakan bagian dari upaya konkret Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) untuk menyalurkan mandat pemberdayaan perempuan. Nawal menjelaskan bahwa semangat Kartini dapat dilihat dari pendirian sekolah perempuan pertama di Semarang pada tahun 1912, sebuah langkah revolusioner di tengah keterbatasan ruang gerak perempuan pada masa itu.
Selain menyoroti bidang pendidikan, Nawal menambahkan bahwa Kartini juga memiliki dimensi religiusitas yang kuat. Pada usia muda, Kartini belajar agama dari Kiai Soleh Darat dan bahkan mendorong lahirnya kitab tafsir Al‑Qur’an berjudul Faidur Rahman. Dari perspektif ini, Nawal menegaskan bahwa perempuan tidak boleh hanya berilmu pengetahuan, melainkan juga harus mengembangkan karakter dan spiritualitas yang seimbang. “Perempuan bukan hanya berilmu, tetapi harus memiliki karakter yang baik serta spiritualitas yang kuat,” tegasnya.
Dalam konteks tantangan sosial kontemporer, Ning Nawal mengajak para perempuan Jawa Tengah untuk mengambil peran aktif dalam memerangi berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi. Ia menyoroti isu‑isu kritis seperti kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta praktik poligami yang masih marak di beberapa wilayah. “Kartini masa kini harus menjadi pelindung dan pemberdaya perempuan di sekitarnya, tidak hanya lewat retorika tetapi melalui aksi nyata,” ujarnya, sambil menekankan pentingnya solidaritas gender dalam membangun masyarakat yang adil.
Talkshow ini juga menjadi ajang pertukaran pandangan antara tokoh‑tokoh pemerintah, aktivis, dan masyarakat luas. Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Tengah, yang juga hadir, menegaskan bahwa integritas dan kemandirian perempuan menjadi fondasi utama dalam pembangunan daerah. Ia menambahkan bahwa dukungan institusional, seperti kebijakan OJK yang memfasilitasi akses pembiayaan untuk usaha mikro perempuan, akan mempercepat realisasi aspirasi Kartini di era digital.
Selama sesi tanya‑jawab, peserta menanyakan langkah praktis yang dapat diambil untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam sektor ekonomi. Ning Nawal menjawab bahwa pendidikan finansial, pelatihan kepemimpinan, dan jaringan mentoring harus dijadikan prioritas. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral antara pemerintah, lembaga keuangan, dan organisasi masyarakat sipil untuk menciptakan ekosistem yang mendukung perempuan berwirausaha.
Sejumlah inisiatif konkret dibahas, antara lain program beasiswa bagi perempuan muda di pedesaan, pelatihan digital marketing untuk pelaku UMKM, serta pembentukan komunitas perempuan yang fokus pada pengembangan soft skill. Nawal menekankan bahwa keberhasilan program-program tersebut sangat bergantung pada partisipasi aktif perempuan sendiri, yang harus menginternalisasi nilai integritas, keberanian, dan kemandirian.
Acara berakhir dengan penyerahan simbolik sebuah buku berisi kutipan‑kutipan inspiratif Kartini kepada para peserta, sebagai pengingat bahwa warisan Kartini bukan sekadar sejarah, melainkan panggilan untuk bertindak. “Semangat Kartini harus terus diteladani dan dihidupkan melalui aksi yang berdampak bagi masyarakat,” tutup Nawal, mengajak semua yang hadir untuk melanjutkan perjuangan sang pahlawan nasional.
Talkshow Hari Kartini 2026 ini tidak hanya memperkuat kesadaran akan pentingnya integritas dan kemandirian perempuan, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah Jawa Tengah dalam mewujudkan agenda kesetaraan gender. Diharapkan, semangat Kartini yang dihidupkan kembali melalui dialog, pendidikan, dan aksi kolektif akan menjadi katalisator perubahan positif bagi seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Jawa Tengah.
Komentar (0)