Media Blora – Suasana di lingkungan MAN 3 Padang mendadak berubah mencekam pada Selasa pagi. Sebuah ledakan keras yang diduga berasal dari bom rakitan mengguncang area sekolah, memicu kepanikan di kalangan siswa, guru, dan warga sekitar. Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah seorang siswa berinisial M terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi sejak pukul 07.00 WIB. Berdasarkan pantauan di lapangan, ledakan terjadi sekitar pukul 10.15 WIB, saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung.
Menurut keterangan sejumlah saksi, sebelum ledakan terjadi, siswa inisial M terlihat tidak seperti biasanya. Ia beberapa kali keluar-masuk gerbang sekolah dan tampak berbicara dengan seseorang melalui telepon genggam. Petugas keamanan sekolah sempat mencurigai gerak-geriknya, namun belum sempat melakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Sejak pagi dia sudah mondar-mandir, seperti menunggu sesuatu. Kami pikir dia hanya izin keluar sebentar,” ujar R, seorang guru yang enggan disebutkan namanya.
Ledakan tersebut diduga kuat berasal dari bom rakitan berdaya ledak rendah yang dirakit menggunakan bahan-bahan kimia sederhana. Serpihan logam dan pecahan kaca berserakan di halaman sekolah. Akibatnya, beberapa jendela ruang kelas pecah dan plafon ruang guru mengalami kerusakan ringan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun seorang petugas kebersihan mengalami luka ringan akibat terkena serpihan.
Tim Gegana Satbrimob Polda Sumatera Barat yang tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB langsung melakukan sterilisasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan sisa-sisa bahan peledak jenis low explosive yang dikemas dalam botol plastik. Selain itu, ditemukan pula sebuah tas hitam berisi kabel dan baterai yang diduga digunakan sebagai pemicu.
Kapolresta Padang, Kombes Pol. Andi Wijaya, dalam konferensi pers di lokasi kejadian menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas siswa inisial M. “Kami sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk teman sekelas dan guru. M yang kami duga sebagai pelaku utama saat ini masih dalam pengejaran. Kami juga tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain,” tegas Andi. Ia menambahkan bahwa motif sementara diduga terkait dengan masalah pribadi dan tekanan psikologis yang dialami pelaku.
Pihak sekolah langsung menghentikan kegiatan belajar mengajar dan memulangkan seluruh siswa lebih awal. Kepala MAN 3 Padang, Dra. Hj. Nurhayati, menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut dan berjanji akan meningkatkan pengamanan. “Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Ke depan, kami akan memperketat akses masuk sekolah dan bekerja sama dengan kepolisian untuk mencegah hal serupa,” ujarnya.
Dari penelusuran, siswa inisial M diketahui merupakan siswa kelas XI yang dikenal pendiam dan jarang bersosialisasi. Beberapa temannya mengaku bahwa M belakangan ini sering menunjukkan sikap murung dan menarik diri. Namun, tidak ada yang menyangka bahwa ia akan melakukan tindakan sebesar ini. Pihak kepolisian masih mendalami apakah ada pihak lain yang memengaruhi atau membantu M merakit bom tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan pengejaran terhadap M dan memeriksa sejumlah barang bukti di laboratorium forensik. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat lokasi kejadian adalah institusi pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi generasi muda.
Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi dunia pendidikan di Sumatera Barat. Para orang tua siswa berharap agar pihak sekolah dan aparat keamanan dapat segera mengungkap tuntas kasus ini. Sementara itu, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat akan menggelar rapat darurat untuk membahas langkah preventif di seluruh sekolah. Ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap potensi radikalisme dan kekerasan di lingkungan sekolah harus terus ditingkatkan.








