320 Peserta Meramaikan Turnamen Mobile Legends Polres Semarang di Benteng Willem II

Oleh Dedi Kurniawan 27 Apr 2026, 01:57 WIB 4 Views

MediaBlora – 27 April 2026 | Semarang, 26 April 2026 – Kepolisian Resor (Polres) Semarang kembali menggelar acara yang menggabungkan sportivitas dan teknologi, kali ini dengan menyelenggarakan turnamen e‑sport Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) di Bentang Sejarah Benteng Willem II. Lebih dari tiga ratus pemain muda dari berbagai daerah berkumpul untuk bersaing dalam ajang yang sekaligus menjadi ajang promosi keamanan dan kebersamaan di kalangan generasi digital.

Turnamen yang berlangsung selama dua hari itu menarik total 320 peserta, terdiri dari tim‑tim yang dibentuk oleh pelajar, mahasiswa, hingga komunitas gamer lokal. Setiap tim beranggotakan lima orang, dengan beberapa tim menampilkan strategi unik yang memadukan hero‑hero klasik dan meta terbaru. Kompetisi dimulai pada pukul 09.00 WIB hari pertama, dengan pembukaan resmi yang dihadiri oleh Kapolres Semarang, Kombes Pol. Irwan Hidayat, yang menyampaikan pentingnya peran e‑sport dalam membangun disiplin, kerja sama tim, serta menumbuhkan rasa kebersamaan di antara generasi milenial dan Gen‑Z.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kepolisian tidak hanya berperan dalam penegakan hukum, tetapi juga dapat menjadi fasilitator kegiatan positif bagi masyarakat,” ujar Irwan Hidayat dalam sambutan singkatnya. “Turnamen ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendekatkan diri dengan warga, khususnya generasi muda, melalui platform yang mereka cintai,” tambahnya.

Lokasi bertema bersejarah, Benteng Willem II, memberikan nuansa unik bagi kompetisi e‑sport. Benteng yang dibangun pada era kolonial Belanda ini kini bertransformasi menjadi arena modern dengan fasilitas jaringan internet berkecepatan tinggi, panggung utama, serta area penonton yang dilengkapi layar lebar. Penataan ruang yang cermat memastikan aliran listrik yang stabil dan minim gangguan, sehingga para pemain dapat fokus pada permainan tanpa hambatan teknis.

Selama dua hari kompetisi, pertandingan dibagi dalam tiga fase utama: penyisihan grup, babak perempat final, dan final. Pada fase penyisihan grup, 64 tim bersaing dalam sistem round‑robin, menghasilkan 16 tim terbaik yang melaju ke babak knockout. Setiap pertandingan memiliki durasi maksimal 30 menit, dengan aturan standar turnamen resmi yang melarang penggunaan cheat atau script otomatis.

  • Penyisihan Grup: 64 tim, 8 grup, masing‑masing 8 tim.
  • Perempat Final: 16 tim, single‑elimination.
  • Semi Final & Final: 4 tim, best‑of‑3.

Turnamen ini tidak hanya menonjolkan kompetisi permainan, tetapi juga menjadi ajang edukasi. Selama jeda pertandingan, panitia menayangkan video pendek tentang bahaya cybercrime, pentingnya keamanan data pribadi, serta prosedur melaporkan konten negatif di platform digital. Peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan petugas kepolisian yang mengelola unit cyber, menambah nilai edukatif acara.

Para peserta mengungkapkan antusiasme tinggi terhadap kesempatan bermain di lokasi ikonik tersebut. “Bermain di Benteng Willem II terasa berbeda, karena ada aura sejarah yang menyatu dengan teknologi modern,” kata Dwi Prasetyo, kapten tim dari Universitas Diponegoro. “Selain kompetisi, kami juga dapat belajar tentang keamanan siber, yang sangat relevan dengan dunia gaming,” tambahnya.

Selain kompetisi utama, ada pula segmen hiburan yang menampilkan pertunjukan musik EDM oleh DJ lokal, serta booth foto dengan tema retro‑gaming. Pengunjung dapat mencoba berbagai game arcade klasik, menjadikan acara ini tidak hanya bagi para pemain, tetapi juga bagi keluarga dan penonton umum.

Penghargaan utama diberikan kepada tim pemenang, yang memperoleh uang tunai sebesar Rp 10 juta, sertifikat resmi, serta medali perak. Tim runner‑up menerima Rp 5 juta dan medali perunggu, sementara tiga tim semifinalis lainnya mendapatkan voucher game senilai Rp 2 juta masing‑masing. Selain hadiah materi, semua tim yang berpartisipasi mendapatkan sertifikat digital yang dapat dipamerkan di profil media sosial mereka, meningkatkan eksposur personal branding di dunia e‑sport.

Turnamen ini juga menjadi ajang bagi sponsor lokal, antara lain perusahaan teknologi, merek minuman energi, serta retailer gaming, yang memanfaatkan kesempatan untuk mempromosikan produk mereka kepada audiens yang sangat tersegmentasi. Dukungan sponsor terbukti penting untuk memastikan kelancaran jaringan internet, peralatan gaming, serta keamanan acara.

Secara keseluruhan, turnamen Mobile Legends Polres Semarang berhasil menggabungkan elemen kompetisi, edukasi, dan hiburan dalam satu paket yang menarik. Keberhasilan acara ini menunjukkan potensi besar kolaborasi antara institusi keamanan publik dan komunitas digital dalam menciptakan kegiatan positif yang berdampak luas. Diharapkan, edisi selanjutnya dapat menampung lebih banyak peserta, memperluas jangkauan geografis, serta menambah variasi game yang diangkat, menjadikan Polres Semarang sebagai pionir dalam mengintegrasikan e‑sport ke dalam agenda kepolisian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.