Andri Ramawi Mundur dari PSIS Semarang, Anang Dwita Ditunjuk Pelatih Sementara

Oleh Dedi Kurniawan 15 Apr 2026, 10:32 WIB 7 Views

MediaBlora – 15 April 2026 | Semarang, 15 April 2026 – PSIS Semarang resmi mengumumkan bahwa pelatih kepala Andri Ramawi mengajukan pengunduran diri usai laga pekan ke-24 Pegadaian Championship musim 2025/2026 melawan Persiku Kudus. Pengunduran diri tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi klub pada Rabu pagi, sekaligus disertai apresiasi atas kontribusi Andri selama memimpin tim yang dikenal dengan sebutan Mahesa Jenar.

Dalam pernyataannya, Andri menegaskan bahwa keputusan mundur telah diterima oleh manajemen klub. Ia menyinggung komitmen pribadi yang menjadi faktor utama, khususnya hubungannya dengan mantan direktur teknik Angel Alfredo Vera yang telah meninggalkan tim beberapa waktu sebelumnya. “Intinya saya punya komitmen dengan coach Alfredo. Beliau sudah mundur dari tim sebelum lawan Barito,” ujar Andri dalam pernyataan tertulis.

Meskipun alasan utama berkaitan dengan komitmen kepada Alfredo, Andri juga mengindikasikan adanya pertimbangan lain yang turut memengaruhi keputusannya. Namun, rincian detail mengenai faktor-faktor tambahan tersebut tidak diungkapkan secara lengkap.

Selama memimpin PSPS Semarang, Andri mencatatkan rekor dua kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan dalam enam pertandingan yang telah dilakoni. Statistik tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

Pertandingan Hasil
Kemenangan 2
Imbang 3
Kekalahan 1

Keputusan untuk mengisi posisi pelatih kepala sementara jatuh pada Asisten Pelatih senior Anang Dwita, yang kini ditunjuk sebagai caretaker hingga manajemen menemukan pengganti definitif. Anang sebelumnya telah berperan sebagai asisten utama di bangku pelatih dan dikenal memiliki pemahaman taktis yang baik serta kedekatan dengan pemain.

Manajemen PSIS Semarang menyatakan harapan bahwa transisi kepemimpinan ini dapat berlangsung mulus tanpa mengganggu konsistensi performa tim di sisa kompetisi. “Kami percaya Anang memiliki kapasitas untuk memimpin tim secara sementara dan menjaga stabilitas taktik yang telah dibangun selama ini,” kata juru bicara klub dalam konferensi pers singkat.

Pengunduran diri Andri datang pada fase penting Pegadaian Championship, di mana PSIS Semarang berada di posisi menengah klasemen. Dengan sisa lima pekan kompetisi, tekanan untuk meraih poin maksimal semakin besar. Anang dihadapkan pada tantangan memperbaiki performa tim, terutama dalam mengoptimalkan lini serang yang masih mengalami penurunan produktivitas.

Berbagai analis sepak bola menilai bahwa penggantian pelatih di tengah musim dapat menjadi faktor risiko, namun juga membuka peluang bagi tim untuk mengevaluasi kembali strategi bermain. “Jika Anang mampu memanfaatkan pengetahuan taktisnya serta menyesuaikan formasi dengan karakter pemain, PSIS dapat tetap bersaing untuk posisi playoff,” ujar seorang pengamat lokal.

Di sisi lain, Andri Ramawi tidak menutup kemungkinan kembali ke dunia kepelatihan di masa depan. Ia menyatakan keinginan untuk tetap terlibat dalam pengembangan sepak bola, meski dengan peran yang berbeda. “Saya tetap mencintai sepak bola dan akan mencari peluang yang sejalan dengan komitmen pribadi saya,” tutupnya.

Keputusan ini menambah dinamika di dunia sepak bola Liga 2, khususnya pada klub-klub yang sedang berjuang mempertahankan status di kompetisi. PSIS Semarang kini harus menyesuaikan taktik, memotivasi pemain, dan mencari solusi jangka pendek hingga pengganti definitif diumumkan.

Dengan dukungan suporter dan manajemen, diharapkan transisi kepelatihan ini tidak mengganggu semangat juang Mahesa Jenar. Sementara itu, para penggemar menantikan performa Anang Dwita dalam mengembalikan kepercayaan diri tim di lapangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.