Otomotif

Baterai Baru CATL Bisa Isi Daya Van Listrik Secepat Isi Bensin, Era Baru EV Dimulai

Baterai Baru CATL Bisa Isi Daya Van Listrik Secepat Isi Bensin, Era Baru EV Dimulai
Baterai Baru CATL Bisa Isi Daya Van Listrik Secepat Isi Bensin, Era Baru EV Dimulai
Daftar Isi
  1. Persaingan Teknologi Pengisian Ultracepat
  2. Peran AI dalam Menjaga Keamanan dan Usia Baterai
  3. Dampak bagi Kendaraan Komersial dan Masa Depan
A− A+

Media Blora – Industri kendaraan listrik (EV) terus bergerak cepat menuju titik di mana pengisian daya tidak lagi menjadi hambatan utama. Perkembangan terbaru dari raksasa baterai asal China, CATL, dikabarkan tengah mengembangkan baterai generasi baru yang mampu mengisi daya van listrik dalam waktu yang hampir setara dengan mengisi bahan bakar konvensional. Terobosan ini menjadi angin segar bagi adopsi kendaraan komersial listrik, terutama van dan truk ringan yang selama ini mengandalkan waktu operasional tinggi.

Meski detail resmi dari CATL masih terbatas, geliat teknologi pengisian ultracepat sudah semakin nyata di China. Geely, salah satu produsen otomotif terbesar di sana, belum lama ini memperkenalkan sistem pengisian daya super cepat yang mampu mengisi baterai dari 10% hingga 70% hanya dalam 4 menit 30 detik, dan 10% hingga 97% dalam 8 menit 40 detik. Pencapaian ini diraih berkat stasiun pengisian Smart Charging C12 berdaya puncak 2.250 kW (2,25 MW) yang menggunakan sistem 12C, tegangan 1.500 volt, dan arus maksimum 1.500 ampere.

Baca juga:

Persaingan Teknologi Pengisian Ultracepat

Geely bukan satu-satunya pemain. BYD, rival terberatnya, telah lebih dulu meluncurkan teknologi Flash Charging yang diklaim mampu mengisi baterai dari 10% hingga 97% dalam sembilan menit. BYD bahkan telah memasang lebih dari 10.000 stasiun pengisian cepat di China dalam enam bulan sejak teknologi itu diperkenalkan, dan menargetkan 20.000 stasiun pada akhir 2026. Sementara itu, Geely menargetkan 15.000 stasiun Smart Charging dengan total 50.000 konektor di seluruh China pada 2027.

Teknologi baterai yang mendukung pengisian super cepat ini juga terus berevolusi. Geely memperkenalkan baterai Aegis Golden Brick ultra-short blade yang memiliki kemampuan pengisian puncak 12C. Baterai berukuran 395 mm ini digunakan pada Lynk & Co 10 dan Zeekr 001. Selain itu, ada juga baterai ternary NMC dengan tegangan 783,3 volt pada Zeekr 001, serta baterai 95 kWh dengan tegangan 772,8 volt pada Lynk & Co 10. Kedua model tersebut saat ini menerima daya pengisian maksimum sekitar 1.100 kW, yang berarti masih ada ruang untuk memanfaatkan penuh kapasitas stasiun 2.250 kW.

Peran AI dalam Menjaga Keamanan dan Usia Baterai

Salah satu tantangan terbesar dalam pengisian daya ultracepat adalah manajemen panas. Untuk itu, Geely mengandalkan kecerdasan buatan (AI) yang mampu memprediksi perubahan suhu baterai hingga 30 detik sebelumnya. Sistem kemudian mengatur distribusi daya secara dinamis untuk menjaga suhu rata-rata baterai di bawah 55 derajat Celsius dan suhu puncak di bawah 65 derajat Celsius. Berdasarkan pengujian dari China Automotive Technology and Research Centre (CATARC), Lynk & Co 10 yang dilengkapi teknologi ini mencapai daya pengisian puncak 1.093 kW, dengan suhu baterai tetap di bawah 55 derajat Celsius selama 57% dari total waktu pengisian.

Baca juga:

Teknologi AI ini juga diklaim berpotensi memperpanjang siklus hidup baterai lebih dari 20 persen. Geely menggandeng StepFun untuk mengembangkan model energi Xingrui PowerMind yang menghadirkan tiga fungsi utama: Extreme Charge, Smart Charge, dan Auto Charge. Sistem ini memantau kesehatan baterai secara real-time, mengatur sirkulasi suhu, hingga memprediksi potensi gangguan secara dini.

Dampak bagi Kendaraan Komersial dan Masa Depan

Jika baterai CATL yang dikabarkan mampu mengisi daya van listrik secepat mengisi bensin benar-benar terealisasi, maka sektor logistik dan transportasi akan mengalami lompatan besar. Van listrik yang selama ini dianggap kurang praktis karena waktu pengisian lama dan jarak tempuh terbatas bisa menjadi jauh lebih efisien. Pengisian di depot atau rest area bisa dilakukan dalam hitungan menit, mirip dengan mengisi solar atau bensin.

Zhang Dewang, eksekutif Geely, menilai bahwa kecepatan pengisian saat ini sudah mendekati batas fisik. “Peningkatan marjinal dari upaya mengejar kecepatan yang lebih tinggi di masa depan akan semakin kecil,” ujarnya. Ia juga memprediksi ekosistem pengisian daya EV akan bertransformasi menyerupai SPBU konvensional dengan berbagai merek yang menyediakan layanan terpadu.

Baca juga:

Di Indonesia, perkembangan ini patut dicermati. Harga baterai sangat memengaruhi harga jual mobil listrik dan biaya kepemilikan jangka panjang. Teknologi seperti LFP generasi baru, sodium-ion, dan solid-state juga sedang dikembangkan untuk meningkatkan kepadatan energi, keselamatan, dan ketahanan. Jika infrastruktur pengisian cepat ikut dibangun masif, adopsi kendaraan listrik di Tanah Air bisa semakin cepat.

Dengan berbagai terobosan ini, masa depan di mana mengisi daya EV sama cepatnya dengan mengisi bensin bukan lagi sekadar angan-angan. Persaingan antara CATL, Geely, BYD, dan pemain global lainnya akan menentukan seberapa cepat era tersebut tiba. Bagi konsumen, ini berarti pilihan kendaraan listrik yang semakin praktis, efisien, dan ramah lingkungan.

Mungkin Anda Suka