Media Blora – Keputusan mengejutkan Kangen Band untuk bubar beberapa waktu lalu masih menyisakan tanda tanya besar bagi para penggemarnya. Setelah sempat membuat publik bertanya-tanya, Dodhy, salah satu pendiri band tersebut, akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan bahwa pembubaran grup musik yang membesarkan namanya itu bukanlah sekadar gimmick untuk menarik perhatian menjelang perilisan lagu baru. Dalam sebuah perbincangan di podcast yang diunggah melalui akun Instagram @obrolanpodcast, Dodhy mengungkapkan bahwa kondisi fisik dan emosional yang terkuras menjadi pemicu utama di balik keputusan berat tersebut.
Dodhy menjelaskan bahwa hubungannya dengan vokalis Andika Mahesa memang sudah lama diwarnai oleh pertengkaran. Bahkan, ia menyebut bahwa keduanya sudah sering berantem sejak kecil. “Gue dan Andika itu memang suka ribut dari kecil ya, dari kecil itu udah sering berantem gitu loh,” ujarnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa konflik yang memuncak hingga memicu pembubaran bukanlah hal yang tiba-tiba. Ada faktor kelelahan yang membuat emosi lebih mudah terpicu.
Menurut Dodhy, saat itu Kangen Band tengah menjalani jadwal manggung yang sangat padat. Aktivitas yang bertubi-tubi membuat para personel kelelahan, baik secara fisik maupun mental. Kondisi ini kemudian memperkeruh suasana internal band. “Kemarin itu hikmahnya bagus, yang kemarin itu,” kata Dodhy, mengenang momen tersebut. Ia juga membantah keras anggapan bahwa pengumuman bubar sengaja dibuat sebagai strategi promosi untuk single baru. “Akhirnya, begitu hal itu terjadi, tapi itu bukan gimmick ya, bukan gimmick karena kita mau keluar single,” tegasnya.
Pernyataan Dodhy ini sekaligus menjawab spekulasi yang berkembang di kalangan penggemar. Banyak yang menduga bahwa pembubaran hanyalah taktik marketing. Namun, pengakuan Dodhy menunjukkan bahwa situasi di balik panggung jauh lebih kompleks. Kelelahan akibat jadwal yang padat, ditambah dengan dinamika hubungan antar personel yang sudah terjalin sejak lama, menjadi kombinasi yang akhirnya memuncak.
Meski sempat bubar, Kangen Band kini kembali aktif. Namun, cerita di balik keputusan tersebut menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan emosional di industri musik yang serba cepat. Dodhy berharap penggemar dapat memahami bahwa setiap keputusan yang diambil bukanlah tanpa alasan. Baginya, kejujuran tentang kondisi internal band adalah hal yang penting untuk disampaikan kepada publik.
Pelajaran dari Dinamika Kangen Band
Kasus Kangen Band ini memberikan gambaran nyata tentang tekanan yang dihadapi para musisi. Jadwal manggung yang padat, tuntutan industri, dan hubungan interpersonal yang rumit dapat menjadi bom waktu. Dodhy mengakui bahwa pertengkaran dengan Andika bukan hal baru, tetapi akumulasi dari berbagai faktor membuat situasi tak lagi bisa dipertahankan. Pengakuan ini juga menjadi cermin bagi banyak band lain agar lebih peka terhadap kondisi anggotanya.
Dengan terbukanya Dodhy, publik kini memiliki pemahaman yang lebih utuh. Pembubaran Kangen Band bukanlah drama semata, melainkan hasil dari kelelahan dan dinamika internal yang tidak bisa diabaikan. Ke depannya, baik Dodhy maupun Andika diharapkan dapat mengelola hubungan dan jadwal dengan lebih bijak, sehingga karya-karya mereka tetap bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan kesehatan dan keharmonisan.







