Media Blora – Komjen Pol Dedi Prasetyo resmi dilantik sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pelantikan ini menandai babak baru dalam karier perwira tinggi Polri yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolri. Penunjukan Dedi ke lembaga baru yang menangani reforma agraria ini menjadi sorotan publik, mengingat latar belakangnya yang panjang di kepolisian, termasuk penugasan di Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya).
Dedi Prasetyo bukan sosok asing di dunia kepolisian. Pria kelahiran Magetan, Jawa Timur, 58 tahun lalu ini merupakan alumni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) tahun 1990, yang kini dikenal sebagai Akademi Kepolisian (Akpol). Kariernya dimulai pada 1991 sebagai Pamapta di Kepolisian Daerah Jawa Timur. Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi Kapolsek Deket, Polres Lamongan. Pada 1993, Dedi menjabat sebagai Komandan Peleton Taruna Akpol, lalu pada 1996 menjadi Komandan Kompi Taruna Akpol sekaligus Perwira Pertama di Polda Metro Jaya.
Kiprahnya di Polda Metro Jaya menjadi salah satu fondasi penting dalam kariernya. Setelah bertugas di wilayah hukum ibu kota, Dedi sempat menjabat Kapolsek Serpong, Tangerang Selatan, pada 1997. Kariernya terus menanjak dengan berbagai jabatan strategis, seperti Kepala Pusat Komando Pengendalian Operasi Polres Marabahan (1999), Sekretaris Pribadi Wakapolri (2003), dan Kepala Bagian Pembinaan Polwil Madura. Pada 2006, ia menjadi Kepala Korps Siswa Sekolah Polisi Negara Polda Jawa Timur.
Puncak kariernya di Polri terjadi ketika ia dipercaya sebagai Wakapolri pada 2025 menggantikan Komjen Pol (Purn) Ahmad Dofiri. Sebelumnya, pada 2024, ia menjabat Inspektur Pengawasan Umum Polri, dan pada 2021 sebagai Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri. Penunjukan Dedi sebagai Kepala BRAN juga tidak lepas dari disahkannya RUU Pengaturan Reforma Agraria menjadi undang-undang pada 22 September 2026. Badan ini dibentuk untuk mempercepat penyelesaian konflik agraria dan mendorong reforma agraria di seluruh Indonesia.
Meski sempat muncul wacana perubahan nomenklatur dari BRAN menjadi Lembaga Penyelenggaraan Reforma Agraria (LPRA) dalam pembahasan di Badan Legislasi DPR RI, pemerintah akhirnya menetapkan nama BRAN melalui Peraturan Presiden. Wakil Menteri Hukum Eddy Hiariej menegaskan bahwa pembentukan lembaga dan nomenklaturnya akan ditentukan melalui Perpres. Pelantikan Dedi Prasetyo sebagai Kepala BRAN pun menjadi langkah awal pemerintah dalam menjalankan amanat undang-undang tersebut.
Di sisi lain, dinamika di tubuh Polri juga terus berlangsung. Nama Komjen Pol Suyudi Ario Seto muncul sebagai calon Kapolri yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Suyudi, yang lahir di Pandeglang, Banten, merupakan lulusan Akpol 1994 dan pernah menjabat sebagai Kapolda Banten serta Kepala BNN. Kariernya banyak dihabiskan di bidang reserse, termasuk di Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri. Warga kampung halamannya di Desa Mandalasari, Kaduhejo, Pandeglang, menyambut bangga pencalonan tersebut.
Dengan latar belakang Dedi Prasetyo yang kuat di kepolisian, terutama pengalamannya di Polda Metro Jaya, diharapkan BRAN mampu menjadi motor penggerak reforma agraria yang adil dan transparan. Publik menanti langkah konkret Dedi dalam menyelesaikan berbagai persoalan agraria yang selama ini menjadi sumber konflik di masyarakat. Kepemimpinannya di BRAN akan menjadi ujian baru setelah puluhan tahun mengabdi di institusi Polri.








