DPRD Jateng Desak Puskesmas dan Posyandu Tingkatkan Layanan Primer demi Kesehatan Masyarakat
MediaBlora – 19 April 2026 | Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menegaskan perlunya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer secara menyeluruh, mulai dari pusat kota hingga pelosok desa. Dalam sebuah pernyataan publik, ia menyoroti bahwa akses layanan kesehatan yang memadai di tingkat terdepan merupakan hak dasar setiap warga, dan menjadi kunci utama untuk menjamin kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.
Heri menegaskan bahwa Puskesmas dan Posyandu harus berperan sebagai garda terdepan yang mampu memberikan layanan cepat, ramah, dan berkualitas. Menurutnya, fasilitas kesehatan ini tidak hanya sekadar tempat pemeriksaan, melainkan institusi yang harus mampu menjawab kebutuhan kesehatan sehari-hari dengan standar profesional yang tinggi. “Kualitas pelayanan di Puskesmas dan Posyandu harus ditingkatkan. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, langsung di tingkat desa dan kelurahan, bukan harus selalu ke rumah sakit,” ujarnya.
Penguatan layanan primer memiliki implikasi strategis yang signifikan. Jika layanan di tingkat desa dan kelurahan sudah kuat, beban rumah sakit akan berkurang secara signifikan, memungkinkan rumah sakit fokus pada kasus-kasus yang memang membutuhkan fasilitas tingkat lanjut. Selain itu, pencegahan dini terhadap penyakit dapat dilakukan lebih efektif, mengurangi angka morbiditas dan mortalitas di wilayah tersebut.
Untuk mewujudkan standar layanan yang diharapkan, Heri menuntut agar setiap Puskesmas dilengkapi dengan peralatan medis yang memadai, persediaan obat-obatan dasar yang cukup, serta tenaga kesehatan yang kompeten dan bersikap ramah. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan pengadaan alat-alat diagnostik, laboratorium, serta fasilitas kebersihan yang mendukung proses pelayanan tanpa hambatan.
Posyandu, yang selama ini dikenal sebagai tempat menimbang bayi, diharapkan dapat memperluas perannya. Heri menekankan bahwa Posyandu harus lebih aktif dalam memberikan edukasi kesehatan, pencegahan stunting, serta pelayanan bagi ibu hamil. “Posyandu juga harus lebih aktif dan profesional, bukan hanya menimbang bayi saja. Harus ada edukasi kesehatan, pencegahan stunting dan pelayanan ibu hamil yang lebih baik,” tegasnya.
Transformasi digital menjadi salah satu pilar utama dalam upaya meningkatkan efisiensi layanan. Heri mengusulkan penerapan sistem pendaftaran online, pemantauan antrian digital, serta portal informasi kesehatan yang mudah diakses oleh warga. Dengan digitalisasi, proses administrasi dapat dipercepat, antrean dapat diminimalisir, dan masyarakat dapat memperoleh informasi kesehatan secara real‑time.
Pelatihan rutin bagi tenaga kesehatan dan kader Posyandu menjadi agenda penting lainnya. Heri menekankan bahwa kompetensi sumber daya manusia harus terus diperbaharui melalui workshop, simulasi, dan program peningkatan kapasitas. Selain itu, ia menegaskan bahwa penggunaan anggaran harus transparan dan tepat sasaran, sehingga setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Sinergi antara DPRD, Dinas Kesehatan Provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota menjadi faktor penentu keberhasilan program ini. Heri berharap adanya koordinasi yang lebih kuat untuk mempercepat perbaikan infrastruktur, penyediaan sumber daya, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Menurutnya, Puskesmas dan Posyandu adalah wajah pelayanan kesehatan pemerintah yang paling dekat dengan warga, sehingga perbaikan di level ini akan berdampak luas pada tingkat kesehatan dan produktivitas masyarakat Jawa Tengah.
- Pengadaan peralatan medis lengkap di setiap Puskesmas
- Penyediaan obat-obatan dasar yang cukup dan terjamin mutu
- Pelatihan kompetensi berkelanjutan bagi tenaga kesehatan dan kader Posyandu
- Digitalisasi pendaftaran, antrean, dan akses informasi kesehatan
- Edukasi kesehatan terpadu di Posyandu, termasuk pencegahan stunting dan layanan ibu hamil
- Pengawasan anggaran yang transparan dan akuntabel
Dengan langkah‑langkah tersebut, Heri Pudyatmoko optimis bahwa kualitas layanan kesehatan primer di Jawa Tengah akan meningkat secara signifikan, menciptakan fondasi yang kuat bagi pemerataan pelayanan kesehatan yang merata dan berdaya guna bagi seluruh lapisan masyarakat.
Komentar (0)