News

Eropa Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 Derajat Celsius

Eropa Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 Derajat Celsius
Eropa Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 Derajat Celsius
A− A+

Fokus Jepara – Gelombang panas ekstrem telah melanda kawasan Eropa Barat, menyebabkan suhu udara mencapai 40 derajat Celsius. Fenomena ini dipicu oleh pemanasan yang terus-menerus terjadi di wilayah daratan maupun lautan.

Menurut Layanan Perubahan Iklim Copernicus (C3S) Uni Eropa, suhu permukaan laut telah mencapai titik tertinggi untuk periode Juni dalam basis data yang terekam. Rata-rata suhu udara permukaan global pada Juni 2026 mencapai 16,54 derajat Celsius.

Baca juga:

Di wilayah perairan, suhu permukaan laut rata-rata di luar kawasan kutub telah menyentuh rekor baru sebesar 20,86 derajat Celsius. Kondisi suhu laut yang sangat tinggi dilaporkan terus berlanjut di sebagian besar wilayah Pasifik tropis.

Gelombang panas parah melanda sebagian besar Eropa Barat dan Tengah selama paruh kedua Juni, memecahkan rekor suhu bulanan dan rekor suhu sepanjang masa di sejumlah negara. Eropa Barat sendiri mencatat suhu rata-rata 20,74 derajat Celsius, menjadikannya Juni terpanas yang pernah ada di wilayah tersebut.

Secara keseluruhan di benua Eropa, suhu daratan rata-rata mencapai 19,14 derajat Celsius, yang merupakan rekor tertinggi kedua untuk bulan Juni. Gelombang panas juga memicu lonjakan kematian hampir 30% dalam satu pekan di Prancis, dengan Paris menjadi wilayah dengan lonjakan kematian tertinggi.

Baca juga:

Fenomena heat dome atau kubah panas menjadi faktor dominan yang mengendalikan cuaca musim panas di Eropa. Kondisi ini tercipta ketika sistem tekanan tinggi yang luas menetap di suatu kawasan dalam jangka waktu yang lama, mulai dari beberapa hari hingga berminggu-minggu.

Heat dome juga diprediksi akan semakin meluas ke arah utara dan timur, sehingga wilayah seperti Semenanjung Iberia dan Perancis harus menghadapi lonjakan suhu udara yang ekstrem dan tekanan termal yang berkepanjangan.

Di Inggris, gelombang panas laut diprediksi akan mencapai tingkatan ekstrem, berpotensi mengancam kelangsungan hidup ekosistem dan biota laut. Peningkatan suhu laut yang berkepanjangan dapat memicu kematian massal pada beberapa spesies, seperti lamun dan kerang-kerangan.

Baca juga:

Untuk Indonesia, fenomena heat dome tidak mudah diprediksi karena dipengaruhi berbagai kondisi atmosfer yang bersifat dinamis. Rata-rata terjadi di kawasan daratan yang luas dan memiliki lintang tinggi, sehingga heat dome lebih mungkin terjadi di wilayah seperti Eropa dan Amerika dibandingkan negara kepulauan.

Kesimpulan, gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa Barat telah menyebabkan suhu udara mencapai 40 derajat Celsius. Fenomena ini dipicu oleh pemanasan yang terus-menerus terjadi di wilayah daratan maupun lautan, dan diprediksi akan semakin meluas ke arah utara dan timur.

Mungkin Anda Suka