Investigasi Keracunan Program MBG di Demak: Polisi Menunggu Hasil Laboratorium

Oleh Dedi Kurniawan 21 Apr 2026, 19:48 WIB 1 Views

MediaBlora – 21 April 2026 | Demak, Jatengnews.id – Sejumlah warga di tiga desa, yaitu Pilangwetan, Solowire, dan Prigi, Kabupaten Demak, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung dan pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Hasil uji laboratorium yang sedang dilakukan oleh Dinas Kesehatan menjadi kunci utama untuk mengungkap fakta.

Kasi Humas Polres Demak, Iptu Said Nu’man Murod, yang mewakili Kapolres Demak, menyatakan bahwa aparat berupaya mengklarifikasi peristiwa ini secepat mungkin. “Kami belum dapat memastikan apakah ini kasus keracunan atau tidak karena sampel makanan dan muntahan masih diuji di Laboratorium Kesehatan Semarang,” ujarnya pada Selasa (21/4/2026) di Markas Besar Polres Demak.

Penyelidikan melibatkan pemeriksaan saksi dari pihak orang tua korban, pengelola program MBG, serta pihak sekolah dan tenaga ahli gizi yang hadir pada hari kejadian. Menurut keterangan yang dihimpun, prosedur penanganan makanan telah dilaksanakan sesuai standar. “Saat bahan makanan diterima, tidak ada kejanggalan yang terdeteksi oleh pihak penerima,” tambah Iptu Said.

Data korban masih belum pasti karena informasi yang masuk masih beragam. Beberapa warga telah dirawat di rumah sakit, sementara yang lainnya menjalani perawatan rawat jalan. Pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka menunggu hasil laboratorium untuk menentukan apakah penyebabnya berasal dari nasi goreng yang disajikan atau faktor lain.

Sementara itu, Ketua Koordinator MBG Demak, Muzani Ali Shodiqin, yang mewakili Badan Gizi Nasional (BGN), menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak. “Kami sangat prihatin dan meminta maaf sebesar-besarnya kepada warga Pilangwetan, Solowire, dan Prigi, termasuk pihak sekolah, pengasuh pondok pesantren, serta keluarga korban,” kata Muzani dalam pernyataan resmi.

Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pilangwetan telah dihentikan sejak Senin, 21 April 2026. BGN juga mengumumkan kesiapan menanggung seluruh biaya pengobatan bagi anak-anak, ibu hamil, dan warga lain yang diduga menjadi korban.

Dalam catatan operasional, tidak ada laporan kejadian pada hari Sabtu. Namun pada Minggu pagi, setelah berkoordinasi dengan Puskesmas Kebonagung, tim medis segera mengevakuasi warga yang menunjukkan gejala ke beberapa rumah sakit, antara lain RS PKU, RS Getas, dan RS Sultan Fatah Karangawen.

Pihak berwenang menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil resmi dari laboratorium serta keterangan dari Dinas Kesehatan. Mereka menekankan pentingnya menahan diri dari spekulasi sebelum bukti ilmiah tersedia.

Kasus ini menimbulkan pertanyaan mengenai kontrol kualitas dan keamanan pangan dalam program bantuan sosial. Jika terbukti adanya kontaminasi, maka akan menjadi pelajaran penting bagi penyelenggaraan program serupa di masa depan. Di sisi lain, jika hasil laboratorium menunjukkan tidak adanya keracunan, maka fokus selanjutnya akan beralih pada faktor lain yang mungkin memicu gejala pada warga.

Selama proses penyelidikan, polisi terus mengumpulkan bukti, termasuk sampel makanan, catatan distribusi, serta keterangan saksi. Mereka juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan prosedur penanganan makanan di masa mendatang lebih ketat.

Kesimpulannya, peristiwa dugaan keracunan MBG di Demak masih berada dalam fase investigasi. Hasil uji laboratorium akan menjadi penentu utama untuk mengidentifikasi penyebab dan menentukan langkah selanjutnya, baik dalam penanganan korban maupun perbaikan kebijakan program gizi gratis di daerah tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.