Gamelan Unnes Hilang Saat Salat Jumat, Pelaku Diduga Menyamar Mahasiswa

Oleh Dedi Kurniawan 21 Apr 2026, 20:49 WIB 0 Views

MediaBlora – 21 April 2026 | SEMARANG, Jatengnews.id – Sebuah insiden pencurian menghebohkan dunia akademik Universitas Negeri Semarang (Unnes) terungkap pada akhir pekan lalu. Sebanyak tiga belas bilah gamelan jenis wilahan demung yang tersimpan di Gedung B7 kampus hilang secara misterius pada saat ibadah Salat Jumat. Menurut keterangan pejabat universitas, pelaku diduga menyusup dengan berpura‑pura menjadi mahasiswa, mengingat penampilannya yang menyerupai mahasiswa pascasarjana.

Wakil Dekan II Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes, Prof. Dr. Burhanuddin, mengonfirmasi bahwa hilangnya gamelan benar terjadi. “Kami baru menyadari kehilangan saat persiapan perkuliahan pada pagi Selasa, 21 April 2026. Ketika staf mengakses ruang penyimpanan di Gedung B7, alat musik itu tidak ada,” ujarnya kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa pihak kampus segera memeriksa rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku.

Hasil pemeriksaan video menunjukkan seorang pria masuk ke ruang penyimpanan pada pukul 12.20 WIB, Jumat, 18 April 2026. Saat itu, sebagian besar civitas akademika sedang bersiap melaksanakan Salat Jumat, sehingga area kampus relatif sepi. Pria tersebut tampak mengenakan pakaian yang mirip seragam mahasiswa, bahkan beberapa saksi menyebutnya seolah‑olah sedang menempuh studi S2 atau S3. “Awalnya kami mengira dia mahasiswa, namun setelah meninjau CCTV lebih teliti, jelas terlihat bahwa penampilannya lebih cocok seorang pria paruh baya,” jelas Burhanuddin.

Setelah berada di dalam ruang selama kira‑kira lima belas menit, pelaku keluar sekitar pukul 12.35 WIB. Ia kemudian melanjutkan pergerakannya ke Gedung B8, yang juga menyimpan koleksi gamelan Jawa. Namun, di gedung tersebut tidak ada barang yang diambil karena semua instrumen masih lengkap, menurut pengawasan keamanan kampus.

Berikut ini ringkasan data kehilangan gamelan yang didapatkan dari pihak Unnes:

Jenis Alat Jumlah Hilang Berat per Bilah Material
Wilahan Demung 13 bilah 1–2 kg Perunggu & Kuningan

Setelah menemukan kehilangan, pihak universitas langsung melaporkan kasus ini ke Polsek Gunungpati. Polisi setempat telah meninjau rekaman CCTV bersama tim keamanan kampus dan berjanji akan melakukan penyelidikan lanjutan. “Kami akan mengusut tuntas kasus ini, mengingat nilai historis dan budaya alat musik tradisional tersebut sangat tinggi,” ujar Kapolsek Gunungpati.

Insiden ini menimbulkan keprihatinan di kalangan mahasiswa dan warga net. Sebuah unggahan di Instagram oleh akun @sigid_ariyanto yang pertama kali menyebarkan berita ini telah meraih ratusan respons, termasuk komentar yang menyoroti pola serupa pada kampus lain. Dalam captionnya, akun tersebut menuliskan, “Sore ini ada kabar gamelan wilahan ‘demung’ milik Unnes hilang, menyusul insiden serupa di ISI Yogyakarta, ISI Solo, dan UGM.” Pernyataan tersebut memperkuat dugaan adanya modus operandi yang sama di beberapa institusi pendidikan tinggi.

Polisi mengindikasikan bahwa pelaku kemungkinan memiliki pengetahuan mendalam tentang tata letak ruang penyimpanan dan jadwal kegiatan kampus, mengingat aksi pencurian terjadi pada jam istirahat ibadah yang biasanya menurunkan tingkat pengawasan. Mereka juga menyoroti kemungkinan adanya jaringan atau orang dalam yang membantu mengatur akses ke ruangan penyimpanan.

Sejumlah langkah pencegahan kini tengah direncanakan oleh pihak Unnes. Di antaranya, peningkatan jumlah kamera CCTV dengan sudut pandang yang lebih luas, penambahan petugas keamanan selama jam ibadah, serta penataan ulang prosedur penyimpanan alat musik berharga. “Kami tidak akan menyerah pada kejadian ini. Keamanan aset budaya menjadi prioritas utama,” tegas Burhanuddin.

Kasus pencurian gamelan ini mengingatkan semua pihak akan pentingnya menjaga warisan budaya, terutama di institusi pendidikan yang menjadi penampung nilai‑nilai tradisional. Sementara proses penyelidikan masih berlangsung, kampus Unnes berharap dapat segera menemukan pelaku dan mengembalikan alat musik yang hilang, demi kelangsungan pembelajaran dan pelestarian seni tradisional Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.