Lahan Tidur Enam Hektar di Koripan Berubah Jadi Kebun Jagung Produktif
MediaBlora – 21 April 2026 | Enam hektar lahan yang selama ini tak terpakai di Desa Koripan, Kecamatan Matesi, Kabupaten Karanganyar, kini beralih menjadi kebun jagung yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan serta menambah pendapatan warga setempat. Transformasi tersebut merupakan inisiatif kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menekankan pentingnya pengembangan pangan non‑beras di tingkat desa.
Setelah panen perdana pada Selasa, 21 April 2026, Sekretaris DPD PDIP Jawa Tengah, Sumanto, menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan arahan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, untuk menggerakkan kelompok tani dengan memanfaatkan lahan tidak produktif. “Ini tanah kas desa. Kami mengajak masyarakat memanfaatkan lahan‑lahan yang sebelumnya tidak produktif untuk ditanami tanaman pangan pengganti beras seperti jagung, tela, maupun pohong. Tujuannya untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menambah pendapatan masyarakat,” ujar Sumanto.
Kepala Desa Koripan, Toyib Sukamto, menjelaskan bahwa wilayah yang kini menjadi kebun jagung dulunya merupakan lahan tidur yang jarang dimanfaatkan karena lokasinya berada di antara dua aliran sungai, Sungai Gembong dan Sungai Ungkal, serta berbatasan dengan empat desa di tiga kecamatan. “Dulu ini lahan yang sama sekali tidak produktif. Bahkan masyarakat enggan datang ke sini karena masih banyak binatang buas,” katanya.
Pengelolaan lahan kini dilakukan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bekerja sama dengan Kelompok Gabungan Tani (Gapoktan). Program penanaman jagung masih berada pada fase uji coba, namun pihak desa berharap dapat mengembangkan kawasan tersebut menjadi area pertanian yang produktif dan menjadi ikon pertanian di Koripan.
Dalam hal pembiayaan, Toyib mengungkapkan bahwa biaya terbesar berada pada tahap awal pengolahan lahan. Karena masih dalam tahap percobaan, anggaran yang dialokasikan relatif terbatas, diperkirakan berada di kisaran puluhan juta rupiah. “Biaya paling besar memang di pengolahan awal lahan. Namun karena ini masih uji coba, anggarannya belum besar,” ujarnya.
Program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pertanian berkelanjutan. Dengan menanam jagung, salah satu komoditas yang memiliki nilai gizi tinggi dan dapat dijadikan bahan pangan alternatif, desa ini turut berkontribusi pada diversifikasi pangan nasional.
Berikut adalah beberapa poin utama yang diharapkan tercapai melalui proyek ini:
- Peningkatan produksi jagung sebagai sumber pangan alternatif.
- Peningkatan pendapatan petani dan rumah tangga di wilayah Koripan.
- Penguatan ketahanan pangan desa dan kabupaten.
- Peningkatan partisipasi masyarakat dalam program pertanian berkelanjutan.
- Pengembangan model kemitraan antara BUMDes dan Gapoktan yang dapat direplikasi di daerah lain.
Keberhasilan kebun jagung di lahan tidur Koripan juga diharapkan dapat menarik dukungan lebih luas dari pemerintah daerah dan pihak swasta. Toyib menyatakan harapannya agar program ini dapat menjadi contoh bagi desa‑desa lain yang memiliki lahan tidak produktif, sehingga dapat dioptimalkan untuk pertanian guna mengurangi ketergantungan pada beras.
Secara keseluruhan, upaya mengubah lahan tidur menjadi kebun jagung di Koripan mencerminkan sinergi antara partai politik, pemerintah desa, dan petani dalam menanggapi tantangan ketahanan pangan. Jika berhasil, inisiatif ini dapat menjadi model replikasi di tingkat provinsi maupun nasional, memperkuat jaringan pangan alternatif yang lebih resilient.
Dengan dukungan yang tepat, lahan yang dulu dianggap tidak berguna dapat bertransformasi menjadi aset berharga bagi masyarakat, sekaligus memberi kontribusi pada tujuan nasional untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan beragam bagi seluruh rakyat Indonesia.
Komentar (0)