News

Iran Tolak Pembersihan Ranjau di Selat Hormuz, Peringatkan Prancis Agar Tak Lakukan Provokasi

Iran Tolak Pembersihan Ranjau di Selat Hormuz, Peringatkan Prancis Agar Tak Lakukan Provokasi
Iran Tolak Pembersihan Ranjau di Selat Hormuz, Peringatkan Prancis Agar Tak Lakukan Provokasi
A− A+

Fokus Jepara – Selat Hormuz kembali memanas di tengah kesepakatan gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dan Iran. Terbaru, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menembakkan dua rudal ke arah kapal-kapal komersial yang melintas di selat strategis itu. Peristiwa itu terjadi pada Senin (6/7) malam. Dua kapal dilaporkan mengalami kerusakan.

Informasi soal serangan terbaru Iran di Selat Hormuz itu dilaporkan oleh media Amerika Serikat (AS), Axios, yang mengutip dua pejabat AS, yang enggan disebut namanya. Otoritas Teheran sejauh ini belum memberikan pernyataan resmi.

Baca juga:

Namun IRGC, menurut laporan media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), telah memperingatkan sejumlah kapal melalui radio maritim pada akhir pekan bahwa “rudal dan drone kami siap untuk menembak ke arah Anda”.

Laporan Axios menyebutkan bahwa dua kapal komersial, yang tidak disebut asal negara dan pemiliknya, mengalami kerusakan parah akibat serangan tersebut. Tidak ada laporan korban jiwa sejauh ini.

Sedangkan menurut laporan WSJ, salah satu kapal yang diserang tampaknya merupakan Al Rekayyat, sebuah kapal tanker gas alam cair (LNG) yang dimiliki dan dikelola oleh Nakilat atau Perusahaan Transportasi Gas Qatar. WSJ melaporkan bahwa kapal itu dihantam serangan pada sisi lambung kiri, tepat di atas ruang mesin.

Baca juga:

Badan keamanan maritim Inggris melaporkan bahwa sebuah kapal tanker dilanda kebakaran setelah dihantam sebuah proyektil tak teridentifikasi, dalam insiden di perairan sebelah timur Limah, Oman, pada Selasa (7/7) waktu setempat.

Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menegaskan bahwa Iran harus menanggung setiap biaya operasional untuk membersihkan ranjau di Selat Hormuz, jalur perairan strategis bagi pasokan minyak dan gas global yang terdampak perang antara Teheran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Penegasan tersebut disampaikan Wadephul dalam wawancara dengan surat kabar Handelsblatt setelah ditanya apakah negara-negara Eropa mungkin akan menawarkan insentif finansial kepada Iran demi mendapatkan persetujuan untuk misi pembersihan ranjau.

Baca juga:

Jerman tetap terbuka untuk berkontribusi pada misi internasional guna memulihkan keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Namun, pengerahan pasukan Jerman harus didasarkan pada kerangka hukum dan politik yang jelas.

Kesimpulan dari peristiwa ini adalah bahwa situasi di Selat Hormuz tetap tegang dan memerlukan perhatian internasional untuk memulihkan keamanan dan stabilitas di jalur perairan strategis tersebut.

Mungkin Anda Suka