Lifestyle

Menyelami Drama Cinta dan Kekuasaan dalam Film Loving Pablo

Menyelami Drama Cinta dan Kekuasaan dalam Film Loving Pablo
Menyelami Drama Cinta dan Kekuasaan dalam Film Loving Pablo
A− A+

Fokus Jepara – Film ‘Loving Pablo’ yang ditayangkan di Trans TV pada Kamis malam ini, 21 Mei 2026, pukul 23.00 WIB, menawarkan pandangan mendalam tentang hubungan antara jurnalis terkenal Virginia Vallejo dan gembong narkoba Pablo Escobar. Diperankan oleh Javier Bardem dan Penélope Cruz, film ini menggambarkan ambisi, cinta, dan konsekuensi mengerikan dari dunia kriminal di Kolombia.

Disutradarai oleh Fernando León de Aranoa, ‘Loving Pablo’ bukan hanya sekadar biopik kriminal biasa. Dalam film ini, penonton diajak menyelami sisi intim dari kehidupan Escobar melalui mata seorang wanita yang pernah mencintainya. Virginia Vallejo, yang diperankan oleh Cruz, merupakan sosok jurnalis televisi terkenal di Kolombia pada era 80-an, yang terjebak dalam pesona dan kekuasaan Escobar.

Baca juga:

Transformasi luar biasa yang dilakukan oleh Javier Bardem untuk memerankan Pablo Escobar adalah daya tarik utama film ini. Bardem, yang dikenal sebagai aktor peraih Oscar, berhasil menangkap dualitas karakter Escobar: sosok yang tampak sebagai ayah penyayang dan politikus populis, namun di sisi lain adalah seorang monster yang tidak segan-segan melakukan tindakan kekerasan untuk mempertahankan kekuasaannya. Dengan perut buncit dan tatapan yang dingin, Bardem menunjukkan sisi gelap Escobar dengan sangat meyakinkan.

Sementara itu, Penélope Cruz menggambarkan perjalanan karakter Virginia Vallejo dengan sangat apik. Dari seorang sosialita yang terpikat oleh kemewahan dan kekuasaan Escobar, hingga menjadi wanita yang ketakutan dan diburu oleh musuh-musuh sang gembong serta pihak berwenang, evolusi karakter Virginia menjadi sorotan utama dalam film ini. Kimia antara Bardem dan Cruz di layar terasa organik dan emosional, menambah intensitas narasi cinta terlarang ini.

Baca juga:

Film ‘Loving Pablo’ juga mengingatkan penonton tentang konsekuensi brutal yang dihadapi oleh mereka yang terlibat dalam dunia kartel narkoba. Dalam banyak adegan, penonton dapat merasakan ketegangan dan ketakutan yang mengelilingi kehidupan mereka yang terlibat dalam bisnis ilegal ini. Setiap momen dalam film ini menggambarkan bagaimana cinta dapat menjadi bencana ketika dipadukan dengan kekuasaan dan kekerasan.

Menjelang tayangnya film ini, banyak yang mengantisipasi bagaimana ‘Loving Pablo’ akan menampilkan kisah cinta yang penuh ketegangan dan intrik. Dengan latar belakang sejarah kartel narkoba Kolombia yang telah menjadi sorotan dunia, film ini berpotensi untuk menawarkan perspektif baru yang belum banyak dieksplorasi dalam karya-karya sebelumnya tentang Pablo Escobar.

Baca juga:

Secara keseluruhan, ‘Loving Pablo’ adalah sebuah karya yang menarik, menawarkan pandangan mendalam tentang sisi gelap cinta dan kekuasaan, serta bagaimana kedua elemen ini dapat saling berinteraksi dalam dunia yang penuh risiko.

Alya Prameswari

Myrddin Mackynsie Abiola, atau yang akrab dipanggil "Myr" oleh tanaman hiasnya (karena tanaman tidak bisa berbicara), adalah penulis yang memulai karirnya pada tahun 2022. Surabaya menjadi tempat tinggalnya yang nyaman, meski ia lebih sering berselingkuh dengan jalan-jalan Indonesia demi liputan, berasa seperti reporter versi nomaden. Selain menulis dengan penuh semangat, Myr juga menghabiskan waktu mengamati bintang—mencari tahu apa yang dilakukan para bintang Hollywood ketika tidak terjebak dalam drama. Jadi, jika Anda melihat seseorang berjalan sambil memeluk pot monstera sambil mondar-mandir menatap langit malam, bisa dipastikan itu adalah Myr.

Mungkin Anda Suka