News

Pramono Bakal Tata Kali Cideng dan Bangun Jembatan Gembok Cinta Ala Paris

Pramono Bakal Tata Kali Cideng dan Bangun Jembatan Gembok Cinta Ala Paris
Pramono Bakal Tata Kali Cideng dan Bangun Jembatan Gembok Cinta Ala Paris
A− A+

Fokus Jepara – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan rencana untuk memperbaiki dan meningkatkan fasilitas penyeberangan di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Salah satu langkah yang diambil adalah pembongkaran salah satu Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang tidak ramah terhadap penyandang disabilitas.

Pramono menjelaskan bahwa JPO yang dibongkar memiliki perbedaan ketinggian antara akses JPO dan area sekitarnya, sehingga menyulitkan penyandang disabilitas untuk memanfaatkan fasilitas penyeberangan. Selain itu, JPO tersebut juga tidak dilengkapi dengan lift, sehingga membuat akses bagi penyandang disabilitas menjadi lebih sulit.

Baca juga:

Setelah pembongkaran, hanya akan ada satu JPO di kawasan tersebut, dan fasilitas tersebut akan diperbaiki dan ditingkatkan pemeliharaannya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan bahwa fasilitas tersebut dapat digunakan secara lebih mudah oleh masyarakat, termasuk memastikan keberadaan dan fungsi lift dapat menunjang kebutuhan pengguna.

Pramono juga berencana untuk membangun Jembatan Gembok Cinta ala Paris di kawasan Kali Cideng. Rencana ini diharapkan dapat meningkatkan keindahan dan kenyamanan kawasan tersebut, serta menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Baca juga:

Dengan demikian, diharapkan bahwa kawasan Jalan HR Rasuna Said dan Kali Cideng dapat menjadi lebih nyaman dan ramah bagi semua masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Rencana ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jakarta dan menjadi contoh bagi kota lainnya.

Kesimpulan dari rencana ini adalah bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membuat kota Jakarta menjadi lebih nyaman dan ramah bagi semua.

Baca juga:

Alya Prameswari

Myrddin Mackynsie Abiola, atau yang akrab dipanggil "Myr" oleh tanaman hiasnya (karena tanaman tidak bisa berbicara), adalah penulis yang memulai karirnya pada tahun 2022. Surabaya menjadi tempat tinggalnya yang nyaman, meski ia lebih sering berselingkuh dengan jalan-jalan Indonesia demi liputan, berasa seperti reporter versi nomaden. Selain menulis dengan penuh semangat, Myr juga menghabiskan waktu mengamati bintang—mencari tahu apa yang dilakukan para bintang Hollywood ketika tidak terjebak dalam drama. Jadi, jika Anda melihat seseorang berjalan sambil memeluk pot monstera sambil mondar-mandir menatap langit malam, bisa dipastikan itu adalah Myr.

Mungkin Anda Suka