Media Blora – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan terus memperluas jangkauan sosialisasi layanan administrasi hukum dengan cara yang kreatif. Kali ini, mereka memasang poster Mangngaru di sejumlah sekolah di Palopo dan Selayar. Program ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran hukum sejak usia dini sekaligus memperkenalkan layanan administrasi hukum kepada generasi muda.
Mangngaru sendiri merupakan seni bela diri tradisional Bugis-Makassar yang sarat akan nilai-nilai keberanian, kejujuran, dan keadilan. Simbol ini dipilih karena dianggap mampu menarik perhatian siswa sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya hukum dalam kehidupan sehari-hari. Poster-poster tersebut dipasang di area strategis sekolah, seperti ruang kelas, perpustakaan, dan papan pengumuman.
Manfaat Poster Mangngaru bagi Siswa
Pemasangan poster Mangngaru di sekolah-sekolah Palopo dan Selayar membawa sejumlah manfaat positif bagi para siswa. Berikut beberapa di antaranya:
- Meningkatkan pemahaman tentang hukum: Siswa menjadi lebih mengenal berbagai layanan administrasi hukum yang tersedia, seperti pembuatan akta kelahiran, kartu identitas, dan dokumen resmi lainnya.
- Menumbuhkan kesadaran hukum sejak dini: Pesan-pesan yang disampaikan melalui poster mendorong siswa untuk taat hukum dan menjauhi perilaku melanggar aturan.
- Memperkenalkan budaya lokal: Mangngaru sebagai warisan budaya Bugis-Makassar turut dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi muda.
- Menciptakan lingkungan sekolah yang tertib: Dengan pemahaman hukum yang baik, siswa diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk mendekatkan layanan hukum kepada masyarakat, khususnya anak usia sekolah. “Kami ingin siswa tidak hanya menjadi objek hukum, tetapi juga subjek yang sadar akan hak dan kewajibannya,” ujarnya.
Respons Positif dari Sekolah dan Siswa
Pihak sekolah menyambut baik inisiatif ini. Menurut salah satu guru di Palopo, poster Mangngaru membuat siswa lebih antusias bertanya tentang hukum. “Biasanya mereka menganggap hukum itu menakutkan. Dengan pendekatan budaya seperti ini, mereka jadi lebih terbuka,” katanya.
Seorang siswa di Selayar mengaku senang dengan adanya poster tersebut. “Gambarnya keren dan pesannya mudah dipahami. Saya jadi tahu kalau mengurus akta itu penting,” ungkapnya.
Ke depan, Kementerian Hukum Sulawesi Selatan berencana memperluas program serupa ke daerah lain di Sulawesi Selatan. Mereka juga akan menggandeng dinas pendidikan setempat untuk mengintegrasikan materi kesadaran hukum ke dalam kegiatan belajar mengajar.
Kesimpulan
Poster Mangngaru yang menghiasi sekolah di Palopo dan Selayar bukan sekadar hiasan, melainkan media edukasi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran hukum siswa. Dengan memadukan kearifan lokal dan pesan hukum, program ini berhasil menarik perhatian generasi muda. Diharapkan, langkah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya membangun masyarakat yang sadar hukum sejak dini.







