Trump Marah, PM Italia Meloni Defend Paus Leo XIV: Konflik Diplomasi yang Memanas
MediaBlora – 15 April 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengekspresikan kemarahan yang terbuka setelah Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyatakan dukungan kepada Paus Leo XIV pada Selasa, 14 April 2026. Trump menuduh Meloni tidak memiliki keberanian dan menyebut pernyataannya sebagai “tidak dapat diterima”, sekaligus mengkritik Italia karena tidak membantu membuka kembali Selat Hormuz yang masih tertutup akibat tindakan Iran.
Meloni, yang selama ini dikenal sebagai sekutu vokal Trump, memberikan pernyataan solidaritas kepada Paus pada sebuah konferensi pers di Verona. “Saya menyampaikan solidaritas saya kepada Paus Leo. Saya tidak akan merasa nyaman dalam masyarakat di mana para pemimpin agama diperlakukan seperti alat politik,” ujar Meloni, mengutip komentar Reuters. Ia menegaskan bahwa Paus, sebagai kepala Gereja Katolik, berhak mengutuk perang dan menyerukan perdamaian.
Perseteruan antara Trump dan Paus Leo XIV bermula ketika Paus mengkritik operasi militer Amerika Serikat‑Israel melawan Iran, menyebutnya tidak manusiawi. Trump merespons dengan mengunggah gambar berbasis AI yang menampilkan dirinya berpakaian jubah putih seperti Yesus Kristus, kemudian menghapusnya setelah menuai kecaman luas. Gambar tersebut menambah ketegangan, terutama di kalangan konservatif religius yang menjadi basis pendukung Trump.
Reaksi politik di Italia pun beragam. Menteri Luar Negeri Antonio Tajani, yang juga memimpin partai koalisi Forza Italia, membela Meloni dan menegaskan kembali komitmen Italia terhadap persatuan Barat. “Kami tetap menjadi pendukung tulus persatuan Barat serta sekutu setia Amerika Serikat, tetapi persatuan itu dibangun atas dasar loyalitas, rasa hormat, dan keterbukaan satu sama lain,” tulis Tajani di X, menambahkan bahwa pernyataan Meloni mencerminkan pandangan banyak warga Italia.
Hubungan Trump‑Meloni mengalami perubahan dramatis dalam beberapa bulan terakhir. Pada awal tahun 2026, Meloni masih memuji Trump sebagai “pemimpin hebat” dan menjadi satu‑satunya pemimpin Eropa yang menghadiri pelantikan Trump pada 2025. Namun, setelah Trump memulai konfrontasi militer dengan Iran pada Februari, Meloni mulai menjauh, menolak mendukung kebijakan Amerika di Selat Hormuz. Pada Senin, ia secara terbuka mengkritik serangan verbal Trump terhadap Paus, menyebutnya tidak dapat diterima.
Perubahan sikap ini memicu pertanyaan tentang masa depan aliansi strategis antara Amerika Serikat dan Italia. Trump menuduh Meloni gagal mendukung upaya Amerika dalam menangani program nuklir Iran dan mengamankan pasokan energi melalui Teluk. “Dia ingin Amerika melakukan pekerjaan itu untuknya,” ujar Trump dalam wawancara dengan Corriere della Sera. Gedung Putih menolak mengomentari kutipan tersebut, sementara kantor Meloni menolak berkomentar lebih lanjut.
- Trump: Menuduh Meloni tidak berani dan menolak membantu membuka Selat Hormuz.
- Meloni: Menyatakan solidaritas kepada Paus Leo XIV dan menolak serangan verbal Trump.
- Tajani: Membela Meloni, menekankan pentingnya loyalitas dan rasa hormat dalam aliansi Barat.
- Publik Italia: Lebih dari setengah penduduk mengidentifikasi diri sebagai Katolik, banyak yang mendukung pernyataan Meloni.
Di tengah gejolak politik domestik, Meloni juga menghadapi kegagalan dalam referendum reformasi peradilan pada Maret dan kejatuhan sekutu politiknya Viktor Orbán di Hungaria. Situasi ini menambah tekanan pada pemerintahannya, sekaligus menyoroti tantangan internal yang harus dihadapi.
Secara keseluruhan, perseteruan antara Trump dan Meloni menandai titik balik dalam dinamika hubungan transatlantik. Sementara Amerika Serikat terus menuntut dukungan Italia dalam kebijakan energi dan keamanan regional, Italia berusaha menyeimbangkan antara kepentingan nasional, nilai-nilai keagamaan, dan kemitraan tradisional dengan Washington. Kedua pemimpin tampaknya berada di persimpangan kebijakan luar negeri yang menuntut kompromi, namun perbedaan pandangan yang tajam dapat memperburuk ketegangan diplomatik di masa mendatang.
Komentar (0)