Wali Kota Solo Respati Ardi Tinjau Banjir Laweyan, Pastikan Kebutuhan Pengungsi Terpenuhi

Oleh Dedi Kurniawan 15 Apr 2026, 10:32 WIB 4 Views

MediaBlora – 15 April 2026 | Hujan deras yang mengguyur Kota Solo pada dini hari Rabu, 15 April 2026, menyebabkan genangan air melanda beberapa titik, terutama di wilayah Kecamatan Laweyan. Banjir ini memaksa ribuan warga mengungsi ke tempat-tempat aman, sementara infrastruktur jalan dan rumah mengalami kerusakan. Menyikapi situasi darurat, Wali Kota Solo, Respiri Ardi, turun langsung ke lokasi terdampak sekitar pukul 00.30 WIB untuk memastikan penanganan cepat dan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

Setibanya di Laweyan, Respiri Ardi memulai inspeksi dengan menelusuri area-area yang terdampak genangan. Ia mencatat tingkat kedalaman air, kondisi rumah yang terendam, serta jalur evakuasi yang masih dapat dilalui. Dalam kunjungan tersebut, wali kota menegaskan bahwa prioritas utama adalah keselamatan warga serta penyediaan bantuan logistik yang memadai. “Saya berada di Laweyan pada dini hari ini, dan hal pertama yang saya lakukan adalah memastikan kebutuhan dasar para korban banjir terpenuhi,” ujarnya kepada media setempat.

Setelah menilai situasi di lapangan, Respiri Ardi melanjutkan ke lokasi penampungan sementara yang berlokasi di RT 03 RW 05, Kelurahan Bumi. Di sana, ia berinteraksi langsung dengan para pengungsi, mendengarkan keluhan, dan menanyakan kebutuhan khusus yang mungkin belum terpenuhi. Wali Kota menekankan pentingnya koordinasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial untuk mengirimkan bantuan makanan, minuman, obat-obatan, serta perlengkapan tidur seperti selimut dan matras.

Pengungsi juga diminta untuk melaporkan kondisi mereka secara berkala melalui petugas kecamatan. Hal ini bertujuan agar tim penanggulangan dapat mengupdate kebutuhan secara real time dan menghindari kekurangan pasokan. Selain itu, petugas keamanan dan relawan setempat telah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi serta menjaga ketertiban di area penampungan, memastikan tidak terjadi kepanikan atau kerusuhan.

Wali Kota Solo juga mengajak berbagai lembaga sosial, yayasan, dan komunitas kemanusiaan untuk berpartisipasi dalam upaya bantuan. “Di saat bencana seperti ini, solidaritas antar warga sangat diperlukan. Kami membuka pintu bagi semua pihak yang ingin menyumbangkan bantuan, baik berupa makanan, perlengkapan medis, maupun tenaga sukarelawan,” ujar Respiri. Ia menekankan bahwa koordinasi dengan kantor kecamatan setempat menjadi kunci agar bantuan yang masuk dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Selain wilayah Laweyan, laporan juga menyebutkan adanya genangan di beberapa area lain, termasuk Kelurahan Banjarsari dan Kecamatan Gajahmungkur. Pemerintah Kota Solo telah mengaktifkan unit respons cepat yang terdiri dari dinas terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, dan kepolisian, untuk menilai kerusakan infrastruktur serta mempercepat proses pemulihan.

Tim teknis melakukan survei jalur transportasi utama yang terdampak banjir, menyiapkan pompa air darurat, dan memetakan titik-titik evakuasi alternatif. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi waktu respon pada potensi banjir selanjutnya, terutama mengingat pola curah hujan yang diprediksi akan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Dalam pernyataannya, Respiri Ardi menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menutup mata terhadap dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh banjir. “Kami akan bekerja sama dengan sektor usaha lokal untuk memberikan bantuan modal dan bantuan teknis agar pedagang serta pelaku usaha kecil dapat bangkit kembali secepatnya,” katanya. Ia menambahkan bahwa program bantuan sosial yang telah berjalan akan dioptimalkan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan yang muncul akibat bencana ini.

Kesimpulannya, respons cepat dan koordinasi lintas sektoral menjadi kunci utama dalam menangani dampak banjir di Kota Solo. Upaya penanganan yang terintegrasi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat diharapkan dapat memulihkan kondisi normal dalam waktu singkat serta mengurangi risiko terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.