Menteri Koperasi Dorong Dekopinwil Jateng Jadikan Penggerak Koperasi Modern, Sri Hartini Siap Perkuat Kolaborasi

Oleh Slamet Widodo 15 Apr 2026, 10:40 WIB 9 Views

MediaBlora – 15 April 2026 | SEMARANG, Kabar Jateng – Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat transformasi koperasi tradisional menjadi koperasi modern melalui peran aktif Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Tengah. Dalam sebuah pertemuan yang digelar di Balai Pertemuan Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah, Menteri menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga koperasi, serta pelaku usaha dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Ferry Juliantono menekankan bahwa koperasi modern bukan sekadar mengadopsi teknologi digital, melainkan juga memperkuat tata kelola, meningkatkan daya saing, dan menumbuhkan budaya inovasi di tingkat akar rumput. “Dekopinwil Jateng memiliki potensi strategis untuk menjadi katalisator perubahan. Kami berharap mereka dapat memimpin gerakan modernisasi koperasi, menghubungkan anggota koperasi dengan akses pasar yang lebih luas, serta memfasilitasi pelatihan keterampilan digital,” ujarnya.

Selain itu, Menteri menyoroti peran penting kolaborasi lintas sektor. Ia menyebutkan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah program pendampingan, hibah, dan insentif fiskal yang ditujukan untuk koperasi yang berhasil mengimplementasikan model bisnis berbasis teknologi. Program-program tersebut mencakup pelatihan penggunaan aplikasi keuangan, integrasi sistem pembayaran digital, serta pengembangan platform e‑commerce yang dapat memperluas jangkauan produk koperasi ke konsumen nasional bahkan internasional.

Menanggapi arahan Menteri, Sekretaris Jenderal Kementerian Koperasi dan UKM, Sri Hartini, menyampaikan kesiapan timnya untuk memperkuat kolaborasi dengan Dekopinwil Jateng. “Kami akan menyediakan sumber daya teknis, pendampingan regulasi, serta jaringan pemasaran yang diperlukan agar koperasi di Jawa Tengah dapat bertransformasi secara menyeluruh,” jelasnya. Sri Hartini menambahkan bahwa kementerian akan mengoptimalkan koordinasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lembaga keuangan mikro, serta perguruan tinggi guna menciptakan ekosistem inovasi yang terintegrasi.

Dalam agenda pertemuan tersebut, Dekopinwil Jateng menampilkan beberapa inisiatif yang telah dijalankan, antara lain program digitalisasi data anggota, pelatihan manajemen keuangan berbasis aplikasi, serta pengembangan koperasi digital di sektor pertanian dan kerajinan. Ketua Dekopinwil Jawa Tengah, Agus Prasetyo, mengungkapkan bahwa lebih dari 300 koperasi di provinsi tersebut telah bergabung dalam program pilot digitalisasi, dengan harapan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan transparansi laporan keuangan.

Agus menambahkan bahwa tantangan utama yang dihadapi koperasi tradisional meliputi keterbatasan akses teknologi, rendahnya literasi digital anggota, serta regulasi yang belum sepenuhnya adaptif terhadap model bisnis baru. “Dengan dukungan penuh dari Kementerian Koperasi, kami berkeyakinan dapat mengatasi hambatan‑hambatan tersebut dan menciptakan koperasi yang tidak hanya bertahan, namun juga tumbuh secara kompetitif,” ujarnya.

Selain fokus pada digitalisasi, pertemuan itu juga menyoroti pentingnya penguatan nilai sosial koperasi. Menteri menegaskan bahwa koperasi modern tetap harus berlandaskan pada prinsip keadilan, demokrasi, dan kepemilikan bersama. “Transformasi digital tidak boleh menghilangkan esensi koperasi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat. Sebaliknya, teknologi harus menjadi sarana untuk memperkuat nilai‑nilai tersebut,” kata Ferry Juliantono.

Untuk mempercepat implementasi, Menteri mengumumkan pembentukan tim khusus yang akan melakukan pendampingan lapangan ke masing‑masing koperasi yang terpilih. Tim tersebut akan terdiri dari ahli IT, konsultan manajemen, serta perwakilan lembaga keuangan mikro yang siap memberikan solusi praktis dan berkelanjutan. Selain itu, akan dibuka kompetisi inovasi koperasi dengan hadiah hibah bagi koperasi yang berhasil mengembangkan produk atau layanan berbasis teknologi paling berdampak.

Dalam rangka memperluas jaringan, Sri Hartini menegaskan pentingnya kolaborasi dengan sektor swasta, khususnya perusahaan teknologi finansial (fintech). “Kerjasama dengan fintech dapat membuka akses permodalan yang lebih cepat dan terjangkau bagi koperasi, sekaligus memberikan solusi pembayaran yang lebih aman dan efisien,” ujarnya.

Para pemangku kepentingan sepakat untuk menyusun roadmap lima tahun yang mencakup target digitalisasi 80% koperasi di Jawa Tengah, peningkatan pendapatan koperasi rata‑rata sebesar 30%, serta pencapaian indeks kepuasan anggota di atas 85%. Roadmap tersebut akan dipantau secara berkala melalui forum koordinasi bersama antara Kementerian Koperasi, Dekopinwil, dan asosiasi koperasi regional.

Dengan langkah konkret ini, diharapkan Jawa Tengah dapat menjadi contoh sukses bagi provinsi lain dalam mengakselerasi modernisasi koperasi. Transformasi ini tidak hanya akan meningkatkan kontribusi koperasi terhadap PDB nasional, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di era digital.

Secara keseluruhan, upaya sinergi antara Menteri Koperasi, Sekretaris Jenderal, serta Dekopinwil Jawa Tengah menandai babak baru dalam pengembangan koperasi modern di Indonesia. Kolaborasi yang terstruktur, dukungan kebijakan yang pro‑aktif, serta pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat mengubah wajah koperasi tradisional menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi inklusif yang lebih responsif terhadap tantangan global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.