Gubernur Jateng Resmikan Asrama Paralympic, Target Kuasai Panggung Dunia

Oleh Dedi Kurniawan 16 Apr 2026, 07:48 WIB 3 Views

MediaBlora – 16 April 2026 | Karakternya Karanganyar, Jawa Tengah, menjadi saksi bersejarah pada Rabu 15 April 2026, saat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara resmi meresmikan asrama atlet milik National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Tengah. Gedung baru ini terletak di Desa Delingan, Kecamatan Karanganyar, dan menjadi fasilitas hunian mandiri pertama yang dimiliki oleh pengurus provinsi di Indonesia.

Keberadaan asrama tersebut menjadikan NPCI Jawa Tengah satu-satunya pengurus tingkat provinsi yang memiliki tempat tinggal khusus bagi atlet paralympic. Pemerintah provinsi menegaskan bahwa sarana ini diharapkan menjadi katalisator prestasi lebih gemilang, baik pada tingkat nasional maupun internasional.

“Gedungnya baru, prestasinya harus lebih baru. Ini jadi cambuk bagi para atlet untuk terus meningkatkan capaian,” tegas Gubernur Ahmad Luthfi di hadapan Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) serta sejumlah tokoh olahraga dan pejabat terkait.

Jawa Tengah memang dikenal sebagai lumbung bakat paralympic nasional. Dominasi provinsi ini kembali terlihat pada ASEAN Para Games 2025, ketika atlet asal Jateng menyumbang kontribusi signifikan bagi kontingen Indonesia. Dari 85 atlet yang berkompetisi di 16 cabang olahraga, mereka meraih 44 medali emas, 33 perak, dan 39 perunggu—setara 32,5 persen total medali Indonesia dan membantu tim nasional menempati posisi runner‑up.

  • Emas: 44
  • Perak: 33
  • Perunggu: 39

Keberhasilan tersebut menjadi bahan kebanggaan sekaligus motivasi bagi Gubernur Luthfi. “Sejak di Solo, atlet paralympic kita membuat saya merinding. Oleh karena itu saya akan ngopeni sarana prasarana yang kurang,” ungkapnya sambil menjanjikan dukungan finansial yang signifikan.

Sebagai wujud apresiasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan sebesar lebih dari Rp10 miliar kepada atlet dan pelatih peraih medali. Penyaluran dilakukan dalam dua tahap; tahap pertama sebesar Rp4,4 miliar telah diserahkan, sementara sisanya akan dialokasikan melalui APBD Perubahan.

“Hari ini Rp4,4 miliar kita serahkan, sisanya menyusul,” kata Ahmad Luthfi saat menandatangani penyerahan dana.

Gubernur yang juga menjabat sebagai Bapak Disabilitas Jawa Tengah menegaskan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang melainkan potensi yang harus dikelola secara optimal. “Disabilitas bukan kekurangan, tetapi kelebihan jika diasah dengan baik dapat menjadi modal utama melalui prestasi,” ujarnya.

Salah satu atlet peraih emas, Eliana, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah. Atlet angkat besi kelas 41 kilogram tersebut menerima bantuan sebesar Rp90 juta atas prestasinya di ASEAN Para Games. “Senang sekali, ini jadi motivasi untuk terus berprestasi,” kata Eliana, sekaligus berharap dukungan terus ditingkatkan, terutama dalam penyediaan fasilitas latihan.

Keberadaan asrama baru diharapkan menjadi faktor penentu dalam mencetak lebih banyak atlet berprestasi dari Jawa Tengah. Dengan fasilitas tempat tinggal, ruang latihan, dan dukungan logistik yang memadai, para atlet dapat fokus pada pengembangan kemampuan teknis dan taktis tanpa harus mengkhawatirkan masalah akomodasi.

Selain manfaat langsung bagi atlet, asrama ini juga berpotensi menjadi pusat riset dan pengembangan ilmu olahraga disabilitas. Kolaborasi dengan universitas dan lembaga riset di Jawa Tengah dapat menghasilkan program pelatihan berbasis data, memperkuat basis ilmiah dalam persiapan kompetisi internasional.

Langkah strategis ini sejalan dengan visi jangka panjang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menempatkan provinsi sebagai kekuatan dominan dalam arena paralympic dunia. Dengan investasi infrastruktur, dukungan finansial, dan kebijakan inklusif, Jawa Tengah menyiapkan generasi atlet yang tidak hanya berprestasi di level regional, tetapi juga mampu menjuarai kejuaraan dunia.

Secara keseluruhan, peresmian asrama paralympic di Karanganyar menandai babak baru bagi olahraga disabilitas di Jawa Tengah. Komitmen pemerintah, dukungan masyarakat, serta semangat juang para atlet menjadi kombinasi kuat yang dapat mengubah aspirasi menjadi realitas di panggung global.

Dengan fondasi yang kini lebih kokoh, harapan besar mengarah pada dominasi Jateng di ajang paralympic internasional dalam beberapa tahun mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.