BPBD Jateng Bergerak Cepat Selamatkan Warga Terdampak Banjir Solo Raya

Oleh Dedi Kurniawan 16 Apr 2026, 07:48 WIB 2 Views

MediaBlora – 16 April 2026 | Sejak sore hari Selasa, 14 April, hujan deras yang disertai peningkatan debit Sungai Bengawan Solo meluluhlantakkan sebagian wilayah Solo Raya, menimbulkan genangan air yang mengancam keselamatan ribuan warga. Menanggapi kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah langsung melakukan serangkaian aksi penyelamatan, evakuasi, dan penyaluran bantuan logistik, sejalan dengan arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).

Koordinasi lintas sektor menjadi landasan utama dalam penanganan bencana ini. Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan bahwa begitu banjir mulai merendam area-area kritis, tim gabungan yang melibatkan BPBD kabupaten/kota, relawan, Palang Merah Indonesia (PMI), TNI, serta Polri dikerahkan ke titik-titik terdampak. “Evakuasi menjadi prioritas. Kami terus bergerak menyelamatkan warga di lokasi yang terdampak banjir,” ujar Bergas dalam konferensi pers di Semarang pada Rabu, 15 April.

Proses evakuasi masih berlangsung intensif. Hingga kini, BPBD telah menyiapkan beberapa lokasi pengungsian di fasilitas umum, seperti masjid, balai warga, dan gedung sosial. Di Surakarta tercatat sebanyak 109 jiwa telah dipindahkan ke tempat aman, sementara di Kabupaten Sukoharjo angka warga terdampak mencapai sekitar 1.900 jiwa. Permintaan evakuasi terus mengalir meski intensitas hujan mulai mereda, karena aliran air masih mengalir ke wilayah yang lebih rendah.

Selain mengevakuasi, BPBD berkolaborasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan untuk menyalurkan kebutuhan dasar. Bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji, air bersih, serta layanan kesehatan khusus bagi kelompok rentan, termasuk lansia dan anak-anak. Upaya distribusi logistik tersebut diatur secara terkoordinasi untuk memastikan bantuan sampai tepat waktu dan tepat sasaran.

Langkah teknis penanggulangan banjir juga tidak luput dari perhatian. Tim BPBD mengoperasikan pompa di beberapa titik genangan, namun efektivitasnya masih terbatas karena muka air Sungai Bengawan Solo tetap tinggi. “Pompa sudah kami operasikan di beberapa lokasi, tetapi belum bisa optimal karena kondisi sungai utama masih tinggi,” jelas Bergas. Untuk mengatasi hal ini, BPBD menjalin kerja sama dengan instansi teknis seperti PUPR dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna mengendalikan aliran air dan mempercepat proses surut air.

Analisis penyebab banjir menyoroti kombinasi intensitas hujan yang tinggi dan peningkatan debit sungai utama serta anak sungainya, antara lain Sungai Jenes dan Sungai Pepe. Kondisi geografis wilayah Solo Raya yang berada di dataran rendah memperparah dampak aliran air yang meluap. Menyikapi hal tersebut, BPBD menekankan pentingnya langkah jangka panjang, termasuk normalisasi sungai dan pembangunan kawasan penampungan air. “Harapannya ada tempat penampungan air, sehingga aliran hujan tidak langsung masuk ke sungai. Ini penting untuk mengurangi beban saat debit tinggi,” ungkapnya.

Untuk memberikan gambaran lengkap mengenai upaya yang sedang dijalankan, berikut rangkuman tindakan utama yang telah dilaksanakan:

  • Koordinasi lintas sektoral antara BPBD, pemerintah provinsi, TNI, Polri, PMI, dan relawan.
  • Evakuasi warga ke lokasi aman (masjid, balai warga, gedung sosial).
  • Penyaluran bantuan logistik: makanan, air bersih, layanan kesehatan.
  • Operasi pompa di titik genangan kritis.
  • Kolaborasi dengan PUPR dan BBWS untuk pengendalian aliran sungai.
  • Rencana normalisasi sungai dan pembangunan penampungan air jangka panjang.

BPBD Jawa Tengah menegaskan bahwa seluruh personel dan sumber daya tetap disiagakan, mengingat potensi banjir susulan masih terbuka. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan evakuasi, dan tidak memasuki daerah rawan hingga kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Dengan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga, diharapkan dampak bencana dapat diminimalisir dan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.

Upaya penyelamatan yang cepat dan terkoordinasi ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah provinsi Jawa Tengah dalam melindungi warganya dari ancaman banjir. Ke depan, implementasi program normalisasi dan penampungan air diharapkan menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa yang akan datang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.