Polsek Keling Cepat Tanggap, Kecelakaan Fatal di Jalur Jlegong Menewaskan Dua Remaja

Oleh Dedi Kurniawan 20 Apr 2026, 22:48 WIB 2 Views

MediaBlora – 20 April 2026 | JEPARA, KABAR JATENG – Pada sore hari kemarin, sebuah kecelakaan lalu lintas yang menewaskan dua remaja terjadi di jalur Jlegong, wilayah kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Tim Polsek Keling, yang berada di bawah Polres Jepara, langsung melakukan respon cepat, mengamankan lokasi, mengevakuasi korban, dan melaksanakan proses penyelidikan serta penanganan kecelakaan secara menyeluruh.

Tim Polsek Keling tiba di lokasi dalam hitungan menit setelah menerima laporan pertama melalui telepon darurat. Polisi segera menutup jalur Jlegong untuk menghindari kemacetan lebih lanjut dan memfasilitasi proses evakuasi korban oleh unit ambulans. Selama proses penanganan, petugas juga melakukan pemeriksaan awal terhadap kendaraan yang terlibat serta mengamankan barang bukti, termasuk rekaman video CCTV yang dipasang di sekitar area kejadian.

Berikut rangkaian kronologis singkat yang berhasil dipetakan oleh pihak kepolisian:

  • 14:12 WIB – Laporan kecelakaan masuk ke Polsek Keling melalui panggilan darurat.
  • 14:15 WIB – Tim patroli mobil dan motor tiba di lokasi, menutup akses jalur Jlegong.
  • 14:18 WIB – Unit ambulans tiba, memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi korban ke RSUD Jepara.
  • 14:35 WIB – Tim forensik mulai mengamankan kendaraan, mengambil foto, dan merekam video sebagai bukti.
  • 15:00 WIB – Penyidikan lanjutan dimulai, termasuk wawancara saksi dan pemeriksaan rekaman CCTV.

Petugas medis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jepara melaporkan bahwa kedua remaja tersebut dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah tiba di rumah sakit karena luka internal yang parah. Identitas korban belum diumumkan secara resmi karena pihak keluarga masih dalam proses pemakaman.

Pimpinan Polsek Keling, AKBP (Purn) Budi Santoso, menyatakan bahwa timnya telah melakukan tindakan yang sesuai prosedur. “Kami menanggapi setiap laporan kecelakaan dengan serius, terutama yang melibatkan korban muda. Penutupan sementara jalur Jlegong dan evakuasi cepat merupakan prioritas utama untuk meminimalkan dampak lebih lanjut,” ujar Budi Santoso dalam konferensi pers singkat.

Selain menutup jalur, Polsek Keling juga menyiapkan posko bantuan bagi warga yang terdampak. Posko tersebut menyediakan informasi terkait rute alternatif, serta memberikan bantuan psikologis bagi saksi yang masih dalam keadaan shock.

Kasus ini menambah daftar panjang kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Jepara dalam beberapa bulan terakhir. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), provinsi Jawa Tengah mencatat peningkatan angka kecelakaan pada jalan provinsi, terutama di area yang memiliki kondisi jalan berkelok dan kurang pencahayaan.

Para ahli keselamatan jalan mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, termasuk penggunaan helm standar, menghindari kecepatan berlebih, serta menjaga jarak aman antar kendaraan. “Remaja sering kali kurang menyadari risiko yang ada di jalan. Edukasi dan pengawasan yang lebih ketat diperlukan untuk menurunkan angka kecelakaan fatal,” kata Dr. Siti Rahma, pakar transportasi Universitas Diponegoro.

Pihak kepolisian setempat berjanji akan menyelesaikan penyelidikan secara transparan. Jika terbukti adanya pelanggaran hukum, pelaku akan diproses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sementara itu, keluarga korban diharapkan dapat mendapatkan dukungan sosial dan psikologis dari pemerintah daerah serta organisasi kemanusiaan.

Kasus ini sekaligus menjadi panggilan bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara, terutama di daerah dengan kondisi geografis yang menantang. Dengan kerja sama antara aparat keamanan, pihak rumah sakit, serta komunitas lokal, diharapkan tragedi serupa dapat diminimalisir di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.