Festival Kulturing 2026 di Keling Dorong Pelestarian Budaya dan Boost Ekonomi Jepara

Oleh Dedi Kurniawan 20 Apr 2026, 23:49 WIB 2 Views

MediaBlora – 20 April 2026 | Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar, menegaskan harapannya agar Festival Budaya Kulturing (Kultur Keling) menjadi agenda tahunan yang berputar antar desa di Kecamatan Keling. Pernyataan tersebut disampaikan pada pembukaan Festival Budaya Kulturing ke-2 tahun 2026 yang berlangsung di halaman Rumah Petinggi Desa Tunahan, Kecamatan Keling, pada Minggu, 19 April 2026.

Acara ini dirancang sebagai upaya konkret untuk melestarikan seni dan budaya tradisional sekaligus memperkuat perekonomian berbasis lokal. Dalam sambutannya, Wabup memuji festival sebagai ruang ekspresi seni yang sekaligus menjadi penggerak ekonomi bagi masyarakat desa. “Kegiatan ini sangat positif. Kami mendukung penuh, baik dari sisi pelestarian budaya maupun pembangunan infrastruktur desa untuk mewujudkan Jepara yang makmur, unggul, lestari, dan religius atau Mulus,” ujarnya, mengutip rilis resmi jepara.go.id.

Selain pujian, Wabup juga menyinggung rencana anggaran daerah sebesar sekitar Rp200 miliar yang akan difokuskan pada perbaikan infrastruktur di wilayah pedesaan Kabupaten Jepara. “Saya mohon doa dan dukungan agar program perbaikan infrastruktur, terutama di desa‑desa, dapat terealisasi sesuai harapan masyarakat,” tambahnya, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan desa.

Camat Keling, Lulut Andi Ariyanto, menjelaskan bahwa festival ini merupakan inisiatif bersama 12 petinggi desa, yakni Desa Keling, Bumiharjo, Gelang, Kaligarang, Tunahan, Kunir, Tempur, Damarwulan, Watuaji, Klepu, Jlegong, dan Kelet. Setiap desa menampilkan potensi seni khasnya, dengan harapan festival dapat terus bergilir secara tahunan dari satu desa ke desa lainnya. “Masing‑masing desa menampilkan potensi seni yang dimiliki. Harapan kami, festival ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun secara bergilir dari desa ke desa,” ujarnya.

Festival Budaya Kulturing 2026 menampilkan sanggar tari dan paguyuban seni dari seluruh 12 desa peserta. Selain pertunjukan tari tradisional, acara ini diperkaya dengan pameran literasi, pameran seni dan budaya, serta bazar UMKM yang melibatkan pelaku usaha lokal. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jepara berharap nilai‑nilai kearifan lokal tetap terjaga, sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat setempat.

Berbagai elemen masyarakat menyambut baik inisiatif ini. Pengrajin lokal melaporkan peningkatan penjualan produk mereka selama bazar, sementara pelajar dan mahasiswa berpartisipasi dalam lomba literasi yang menonjolkan cerita-cerita rakyat Jepara. Aktivitas bazar UMKM tidak hanya menampilkan makanan tradisional, tetapi juga kerajinan tangan, batik, serta produk kreatif berbasis bahan alam setempat.

Di samping dampak budaya, festival ini diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi desa melalui sektor pariwisata. Kedatangan pengunjung dari luar daerah meningkatkan permintaan akomodasi, kuliner, serta transportasi lokal. Pemerintah desa pun menyiapkan paket wisata singkat yang mencakup tur keliling desa, workshop kerajinan, dan kunjungan ke situs bersejarah di Jepara, menjadikan festival sebagai pintu gerbang promosi pariwisata berkelanjutan.</n

Selain manfaat ekonomi, festival ini juga berperan dalam memperkuat jaringan kerjasama antar lembaga. Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata, serta Badan Pengembangan UMKM berkolaborasi dalam penyusunan program pelatihan bagi pelaku usaha kecil, terutama dalam hal pemasaran digital dan manajemen keuangan. Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal di pasar regional dan nasional.

Secara keseluruhan, Festival Kulturing 2026 menegaskan pentingnya sinergi antara pelestarian budaya dan pembangunan ekonomi. Dengan dukungan pemerintah daerah, partisipasi aktif masyarakat desa, serta keterlibatan sektor swasta, festival ini berpotensi menjadi model bagi daerah lain yang ingin mengoptimalkan potensi budaya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Harapan besar kini tertuju pada pelaksanaan agenda selanjutnya, dimana festival akan bergilir ke desa‑desa lain di Kecamatan Keling, memastikan manfaatnya dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.