Kunjungan Museum RA Kartini Rembang Naik 30% Menjelang Hari Kartini 2026

Oleh Dedi Kurniawan 21 Apr 2026, 17:48 WIB 3 Views

MediaBlora – 21 April 2026 | Antusiasme pengunjung ke Museum Raden Ajeng Kartini di Rembang menunjukkan peningkatan yang signifikan menjelang peringatan Hari Kartini 2026. Data resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang mengungkapkan bahwa hingga 18 April, jumlah wisatawan mencatat kenaikan sekitar 30 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Lonjakan ini terutama didorong oleh kalangan pelajar, mulai dari anak-anak taman kanak-kanak hingga siswa sekolah dasar.

Retna Dyah Radityawati, Subkoordinator Sejarah, Museum, dan Cagar Budaya Dinbudpar Rembang, menjelaskan bahwa peningkatan kunjungan ini bertepatan dengan upaya edukasi yang memanfaatkan momentum Hari Kartini. “Data kunjungan di Museum RA Kartini Rembang, jelang Aprilan kenaikan pengunjung sampai dengan 18 April dari bulan lalu sebanyak 30 persen,” ujarnya pada Senin (20/4/2026). Menurutnya, mayoritas pengunjung berasal dari kelompok bermain, TK, dan SD yang datang bersama guru atau orang tua untuk memperdalam pengetahuan tentang tokoh perempuan Indonesia tersebut.

Museum RA Kartini tidak hanya menyajikan koleksi artefak, tetapi juga menampilkan nilai historis bangunan yang menjadi rumah dinas suami Kartini, Raden Adipati Joyodiningrat. Bangunan ini pernah menjadi tempat tinggal Kartini selama sepuluh bulan di Rembang, menjadikannya saksi bisu perjalanan hidup sang pionir emansipasi perempuan. “Bangunan museum ini dulu rumah dinas suami RA Kartini, yang didiami beliau selama 10 bulan di Rembang,” kata Retna.

Keberadaan ratusan koleksi bersejarah menjadi daya tarik utama. Sebanyak 224 item terdaftar, termasuk kebaya asli Kartini, tulisan tangan pribadi, bothekan, kotak hias, tafsir Al‑Qur’an, serta buku berjudul Door Duisternis tot Licht yang merupakan karya terkenal Kartini. Berikut beberapa koleksi ikonik yang paling diminati pengunjung:

  • Kebaya asli Kartini – pakaian tradisional yang menggambarkan gaya berpakaian pada awal abad ke-20.
  • Surat-surat pribadi Kartini – menampilkan pemikiran progresif tentang pendidikan perempuan.
  • Bothekan dan kotak hias – perabotan rumah tangga yang mencerminkan kehidupan sehari-hari keluarga Kartini.
  • Tafsir Al‑Qur’an milik Kartini – menegaskan kedalaman keilmuan dan keagamaan sang tokoh.
  • Buku Door Duisternis tot Licht – karya literatur yang memperlihatkan pengaruh Kartini dalam dunia pengetahuan.

Pengunjung, terutama pelajar, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan pembelajaran lapangan. Aktivitas tur berpemandu, workshop menulis, serta diskusi sejarah di ruang museum menjadi bagian integral dari program edukasi yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan. Guru-guru melaporkan bahwa siswa dapat melihat secara langsung artefak yang biasanya hanya dibaca di buku teks, sehingga meningkatkan pemahaman mereka tentang konteks sosial dan budaya pada masa Kartini.

Selain aspek edukatif, peningkatan kunjungan juga memberi dampak positif bagi ekonomi lokal. Usaha kecil di sekitar museum, seperti warung makan, toko souvenir, dan penyedia transportasi, melaporkan peningkatan pendapatan selama periode ini. Hal ini menegaskan peran museum tidak hanya sebagai tempat pelestarian sejarah, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi kreatif di wilayah Rembang.

Secara keseluruhan, tren kenaikan kunjungan sebesar 30 persen menunjukkan bahwa minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap warisan budaya dan perjuangan Kartini terus tumbuh. Upaya kolaboratif antara museum, dinas kebudayaan, dan institusi pendidikan berhasil menciptakan sinergi yang menjadikan Museum RA Kartini sebagai ruang edukasi yang relevan dan menarik hingga kini. Dengan terus mengoptimalkan program-program interaktif, museum berpotensi memperluas jangkauan pengunjung tidak hanya dari dalam provinsi tetapi juga dari daerah lain, memperkuat citra Rembang sebagai destinasi budaya yang berharga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.