Semangat Kartini 2026: Kabupaten Rembang Dorong Perempuan Mandiri dan Berintegritas
MediaBlora – 21 April 2026 | Peringatan Hari Kartini ke-2026 di Kabupaten Rembang diselenggarakan pada Senin, 20 April 2026, dengan menggelar talkshow bertajuk “Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas” di Pendopo Museum RA Kartini. Acara yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini mengundang narasumber tingkat nasional maupun daerah, serta dihadiri ratusan peserta secara langsung maupun daring.
Dalam sambutan resmi yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang, Fahrudin, menegaskan bahwa semangat Kartini melampaui sekadar emansipasi perempuan. Ia menekankan bahwa perjuangan Kartini kini harus dipahami sebagai dorongan untuk berpikir maju, menjadi mandiri, dan menjunjung tinggi integritas di semua aspek kehidupan. “Tema ini menjadi pengingat pentingnya membangun karakter perempuan yang kuat, mandiri, dan berlandaskan nilai kejujuran,” ujarnya, mengutip pernyataan yang dipublikasikan di portal resmi pemerintah Kabupaten Rembarg.
Fahrudin menyoroti bahwa perempuan Rembang telah berperan strategis di berbagai sektor. Di wilayah pesisir, mereka terlibat aktif mengolah hasil laut, sekaligus menjadi penyokong utama perekonomian keluarga. Sementara di daerah pedesaan, perempuan memainkan peran kunci dalam pertanian, kerajinan tangan, serta usaha mikro yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Keberagaman budaya dan latar sosial masyarakat Rembang, menurutnya, memperkuat nilai gotong‑royong dan toleransi, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam mengatasi tantangan.
Ketua Dewan Audit sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK, Sofia Watimena, menambahkan bahwa pemilihan Rembang sebagai lokasi kegiatan bukan kebetulan. “Biasanya acara serupa diselenggarakan secara daring di Jakarta, namun tahun ini kami hadir langsung di tempat bersejarah untuk lebih menghayati gagasan emansipasi perempuan yang visioner,” katanya. Ia menegaskan bahwa talkshow ini disinergikan dengan program strategis daerah, termasuk lomba inovasi desa yang terbagi dalam tiga kategori utama: pemberdayaan ekonomi, literasi keuangan, dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan. Selain itu, sejumlah UMKM lokal turut dilibatkan untuk memperkuat ekonomi daerah.
- Pemberdayaan Ekonomi: Inovasi produk lokal, pemasaran digital, dan akses pembiayaan.
- Literasi Keuangan: Edukasi tentang tabungan, kredit mikro, dan manajemen keuangan rumah tangga.
- Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan: Kampanye kesadaran, layanan pendampingan, dan jaringan perlindungan.
Watimena menyoroti peran perempuan dalam pembangunan nasional. Dengan hampir setengah populasi Indonesia terdiri dari perempuan dan tingkat partisipasi angkatan kerja mencapai 57 persen, perempuan telah menjadi kontributor signifikan di sektor publik maupun swasta. Namun, ia mengakui bahwa masih terdapat kesenjangan dukungan sistemik yang menghambat optimalisasi potensi tersebut.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, yang bergabung melalui sambungan virtual, menekankan pentingnya integritas sebagai fondasi kepercayaan publik. Menurutnya, konflik kepentingan sering muncul dalam bentuk yang tidak langsung, memicu penyimpangan sebelum menjadi skandal besar. “Integritas harus dibangun sebagai sistem, bukan sekadar sikap individu,” tegasnya, sambil menginformasikan bahwa indeks integritas nasional berada pada angka 72,3, menandakan perlunya upaya peningkatan berkelanjutan.
Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Amurwani Dwi Lestari Ningsih, menambah perspektif dengan menyoroti tantangan perempuan di era digital. Ia menegaskan bahwa perempuan harus dipandang sebagai subjek pembangunan dan agen perubahan yang mampu memengaruhi kebijakan serta arah pembangunan. Dengan lingkungan yang inklusif, perempuan dapat memperluas peran mereka dalam pengambilan keputusan, baik di ruang publik maupun di platform digital.
Seluruh rangkaian acara ditutup dengan harapan bahwa diskusi dan inspirasi yang muncul akan memicu aksi nyata. Para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan gagasan‑gagasan inovatif dalam kegiatan ekonomi mikro, meningkatkan literasi keuangan, serta memperkuat jaringan perlindungan bagi perempuan. Menurut Fahrudin, tantangan masa depan semakin kompleks, menuntut perempuan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat dan daya saing tinggi.
Dengan meneladani semangat Kartini, Kabupaten Rembang berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung perempuan mandiri, berintegritas, dan berdaya saing. Upaya kolaboratif antara pemerintah daerah, OJK, kementerian terkait, serta pelaku usaha lokal diharapkan dapat mempercepat transformasi sosial‑ekonomi yang inklusif, menjadikan perempuan bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga pencipta perubahan.
Komentar (0)