Dunia

Negara Teluk Panik, China Diminta Jinakkan Iran Sebelum Selat Hormuz Ditutup

Negara Teluk Panik, China Diminta Jinakkan Iran Sebelum Selat Hormuz Ditutup
Negara Teluk Panik, China Diminta Jinakkan Iran Sebelum Selat Hormuz Ditutup
A− A+

Media Blora – Ketegangan di kawasan Teluk memuncak setelah Iran mengancam menutup Selat Hormuz. Negara-negara Teluk dilaporkan panik dan meminta China untuk menekan Iran agar tidak menutup jalur pelayaran strategis tersebut. Presiden AS Donald Trump menolak tawaran damai Iran dan malah mengubah nama Selat Hormuz menjadi ‘Selat Trump’ di media sosial, memperburuk situasi.

China, melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun, mendesak AS dan Iran untuk kembali ke nota kesepahaman Islamabad dan memulai dialog. Beijing menegaskan bahwa tekanan militer bukan solusi dan mendukung penyelesaian damai. China juga menjaga kontak dengan negara mediator seperti Qatar dan Pakistan.

Baca juga:

Di sisi lain, ekspor minyak dari negara-negara Teluk mulai pulih meskipun Iran berusaha menekan. Data Kpler menunjukkan pengiriman mencapai 17 juta barel per hari pada September, tertinggi sejak Februari. Namun, ekspor minyak Iran hanya 200.000 barel per hari, anjlok drastis. Harga minyak Brent masih di atas US$100 per barel, 43% lebih tinggi dari Juni.

China juga mendesak AS menghormati kedaulatan negara Teluk dan mencabut blokade terhadap Kuba. Wakil Presiden Han Zheng menyampaikan hal ini di Sidang Majelis Umum PBB, menekankan pentingnya diplomasi dan hukum internasional.

Baca juga:

Sementara itu, Trump mengindikasikan serangan lanjutan terhadap Iran setelah pemilu sela November. Iran sebelumnya menawarkan gencatan senjata tujuh hari dengan membuka Selat Hormuz dan perundingan nuklir, tetapi ditolak mentah-mentah oleh AS.

Dengan situasi yang memanas, China terus mendorong perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah. Negara-negara Teluk berharap China dapat menjinakkan Iran dan mencegah penutupan Selat Hormuz yang dapat melumpuhkan ekonomi global.

Baca juga:

Kesimpulan

Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz belum menunjukkan tanda-tanda mereda. China berperan sebagai mediator untuk mencegah eskalasi lebih lanjut, sementara negara-negara Teluk terus mendesak agar jalur pelayaran tetap aman. Penolakan Trump terhadap tawaran damai Iran dan provokasi ‘Selat Trump’ memperkeruh situasi. Dunia menanti langkah diplomatik China untuk menenangkan Iran dan menjaga stabilitas pasokan energi global.

Mungkin Anda Suka