Kemenperin Dorong IKM Arang Kelapa Pakai Tungku Beehive, Tingkatkan Efisiensi Energi Nasional
MediaBlora – 15 April 2026 | Kementerian Perindustrian terus menggalakkan program peningkatan efisiensi produksi di kalangan pelaku industri kecil dan menengah (IKM). Salah satu inisiatif terbarunya adalah penerapan teknologi tungku Beehive pada proses karbonisasi arang tempurung kelapa, sebuah langkah yang diharapkan dapat menurunkan konsumsi energi sekaligus meningkatkan kualitas produk untuk pasar global.
Program ini dikelola oleh Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) di Manado. Tim BSPJI bersama para pelaku IKM di Desa Rumengkor, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, telah memulai penggunaan tungku Beehive dalam produksi arang tempurung kelapa. Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, adopsi teknologi tepat guna seperti ini merupakan kunci untuk menjaga keberlanjutan industri nasional di tengah tantangan energi global.
“Di era yang menuntut kecepatan produksi, industri dalam negeri harus meningkatkan efisiensi dan memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal. Teknologi tungku Beehive tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga lebih hemat energi dan ramah lingkungan,” ujar Menperin dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa 14 April 2026.
Penerapan tungku Beehive memberikan perubahan signifikan pada proses karbonisasi. Dengan kapasitas penanganan sekitar empat ton tempurung kelapa per batch, tungku ini menghasilkan rendemen arang sebesar 28–30 persen dengan kadar air hanya sekitar lima persen. Angka tersebut jauh melampaui hasil metode konvensional yang cenderung menghasilkan produk dengan kualitas tidak seragam dan menghabiskan lebih banyak energi.
Berikut adalah keunggulan utama teknologi tungku Beehive dibandingkan metode tradisional:
- Stabilitas pembakaran: Sistem aliran udara terkontrol menghasilkan suhu yang konsisten, meminimalkan fluktuasi kualitas arang.
- Efisiensi energi: Konsumsi bahan bakar berkurang hingga 30 persen berkat desain termal yang optimal.
- Rendemen tinggi: Output arang mencapai 28–30 persen dengan kadar air rendah, meningkatkan nilai jual produk.
- Ramah lingkungan: Emisi gas buang berkurang signifikan, mendukung agenda pengurangan jejak karbon.
Emmy Suryandari, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), menekankan bahwa transformasi layanan jasa industri kini tidak hanya berfokus pada pemenuhan standar, melainkan juga pada pencapaian efisiensi energi dan keberlanjutan. “Strategi ini membangun ekosistem industri yang terstandar, kompetitif, dan siap menembus pasar ekspor,” jelasnya.
Soni Pitriajaya, Kepala BSPJI Manado, menambahkan bahwa penggunaan tungku Beehive di tingkat IKM merupakan langkah konkret untuk mempercepat hilirisasi komoditas kelapa. Ia berharap teknologi ini menjadi standar baru bagi produsen arang tempurung kelapa, sehingga mereka dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menurunkan biaya operasional.
Sulawesi Utara, sebagai salah satu wilayah penghasil kelapa terbesar di Indonesia, memiliki potensi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Dengan mengolah tempurung kelapa menjadi arang bernilai ekspor, daerah ini tidak hanya menambah nilai tambah pada komoditas kelapa, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi penduduk setempat.
Kemenperin menilai program alih teknologi dan pendampingan yang dijalankan BSPJI Manado dapat meningkatkan adaptabilitas IKM terhadap dinamika pasar global, termasuk fluktuasi harga energi. Melalui optimalisasi sumber daya domestik, kementerian berharap industri nasional menjadi lebih mandiri dan kompetitif.
Secara keseluruhan, upaya ini mencerminkan sinergi antara kebijakan pemerintah, lembaga standar, dan pelaku usaha mikro. Jika berhasil diimplementasikan secara luas, model tungku Beehive dapat menjadi contoh bagi sektor industri lain yang bergantung pada proses termal, seperti pengolahan kayu, biomassa, dan limbah organik.
Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada dukungan teknis, pelatihan tenaga kerja, serta penyediaan akses pembiayaan bagi IKM. Pemerintah berkomitmen menyediakan paket bantuan yang mencakup penyuluhan, subsidi peralatan, dan fasilitas kredit ringan untuk mempercepat adopsi teknologi.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan IKM arang kelapa di Minahasa dapat meningkatkan produktivitas, menurunkan biaya energi, dan menembus pasar ekspor dengan produk yang memiliki standar kualitas internasional.
Pengembangan teknologi tungku Beehive tidak hanya memperkuat ketahanan industri dalam negeri, tetapi juga berkontribusi pada agenda energi bersih Indonesia. Jika skala penerapannya diperluas, manfaatnya dapat dirasakan di berbagai daerah agraris yang memiliki limbah biomassa serupa.
Secara akhir, Kementerian Perindustrian menegaskan bahwa transformasi digital dan teknologi tepat guna akan menjadi pilar utama dalam menavigasi tantangan energi global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen barang bernilai tinggi di pasar dunia.
Komentar (0)