Menteri Pendidikan Tinggi Dorong Kolaborasi Strategis dengan Ikatan Alumni Britania Raya untuk Percepatan Pendidikan Indonesia

Oleh Slamet Widodo 12 May 2026, 07:50 WIB 7 Views

MediaBlora – 12 Mei 2026 | Pemerintah Republik Indonesia kembali menegaskan komitmen memperkuat sumber daya manusia melalui sinergi dengan alumni perguruan tinggi luar negeri. Pada Senin, 11 Mei 2026, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Brian Yuliarto, menyambut audiensi dari Indonesian Association of British Alumni (IABA) di kantor Kemdiktisaintek, Semarang. Pertemuan tersebut menyoroti potensi kolaborasi bidang pendidikan tinggi antara Indonesia dan jaringan alumni Britania Raya.

Brian Yuliarto menekankan bahwa ilmuwan dan akademisi Indonesia yang menamatkan studi di luar negeri merupakan aset berharga bagi bangsa. “Mereka membawa insight, jaringan internasional, dan pengalaman yang dapat mempercepat pembangunan nasional,” ujarnya, mengutip rilis resmi Kemdiktisaintek. Menteri menambahkan, contoh negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok yang berhasil memanfaatkan diaspora ilmuwan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi inspirasi bagi Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum IABA, Triono Junoasmono, memaparkan kapasitas jaringan alumni Britania Raya. IABA mencatat ada sekitar 600 doktoral yang aktif dalam kepengurusan, dengan aliran tahunan sekitar 3.000 lulusan Indonesia dari universitas di Britania Raya. Total alumni yang terdaftar diperkirakan mencapai antara 10.000 hingga 20.000 orang, menandakan basis potensial yang luas untuk mendukung agenda pendidikan tinggi Indonesia.

Pernyataan tersebut mendapat sambutan positif dari Kemdiktisaintek. Menteri menegaskan perlunya kerja sama yang tidak sekadar mengirim mahasiswa ke luar negeri, melainkan juga meningkatkan kualitas kampus dalam negeri. “Kita harus menciptakan ekosistem yang memungkinkan transfer kapasitas, baik melalui program joint degree, double degree, mentorship professor, maupun kolaborasi riset,” kata Brian.

  • Joint degree: program gelar bersama antara universitas Indonesia dan institusi di Britania Raya.
  • Double degree: mahasiswa memperoleh dua gelar terpisah dari masing‑masing universitas.
  • Mentorship professor: dosen senior dari universitas Inggris membimbing dosen dan peneliti Indonesia.
  • Program kolaboratif: riset bersama, pertukaran staf, dan workshop tematik.

Selain itu, Kemdiktisaintek tengah menjajaki kerja sama mentorship dengan tiga universitas terkemuka di Inggris—University of Oxford, University of Cambridge, dan Imperial College London. Inisiatif ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas penelitian dan pengajaran di perguruan tinggi Indonesia, khususnya dalam bidang sains dan teknologi.

Kolaborasi yang diusulkan tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga mencakup transfer pengetahuan manajerial dan kebijakan. IABA bersedia menjadi jembatan antara alumni dan institusi Indonesia, membantu menyusun program pelatihan, seminar, serta jaringan karier bagi lulusan baru. Kedua belah pihak sepakat untuk membuka ruang tindak lanjut teknis, termasuk penyusunan memorandum of understanding (MoU) dan roadmap implementasi.

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia yang menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan nasional. Pemerintah menargetkan peningkatan kualitas pendidikan tinggi untuk mencetak generasi yang kompetitif secara global dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan dukungan IABA, Kemdiktisaintek berharap dapat memperluas jaringan kolaboratif, meningkatkan kualitas kurikulum, serta mempercepat adopsi teknologi terbaru di perguruan tinggi Indonesia. Upaya ini diharapkan menjadi katalisator bagi transformasi pendidikan tinggi, menjadikan Indonesia sebagai pusat inovasi regional.

Secara keseluruhan, pertemuan ini menandai titik balik dalam strategi pendidikan tinggi Indonesia, mengintegrasikan pengalaman diaspora ilmuwan dengan kebijakan domestik. Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus membangun sinergi dengan jaringan alumni internasional, demi mewujudkan bangsa yang unggul, berdaya saing global, dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan rakyat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.