Program Tali Asih Pemprov Jateng Dorong Semangat Santri, Raih Apresiasi di Kebumen

Oleh Dedi Kurniawan 04 May 2026, 07:48 WIB 5 Views

MediaBlora – 04 Mei 2026 | Kebumen – Sebuah program bertajuk “Tali Asih” yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berhasil meningkatkan motivasi para santri dalam menghafal Al‑Qur’an. Acara apresiasi yang diselenggarakan pada akhir pekan kemarin di Gedung Serbaguna Kabupaten Kebumen menyaksikan ratusan peserta, guru, serta pejabat daerah mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian para penghafal.

Program Tali Asih, yang secara harfiah berarti “tali kasih”, merupakan inisiatif bisyaroh (bimbingan) yang dirancang untuk memberikan dukungan moral, materi, dan pengakuan resmi kepada santri yang berhasil menghafal juz‑juz Al‑Qur’an. Dalam rangkaian kegiatan, para santri dipertemukan dengan tokoh agama, pelaku usaha, serta pejabat setempat untuk berbagi pengalaman, sekaligus menerima penghargaan berupa sertifikat, perlengkapan belajar, dan beasiswa pendidikan lanjutan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang turut hadir sebagai pembicara utama, menekankan pentingnya peran santri dalam melestarikan nilai‑nilai keagamaan. “Mereka adalah generasi penerus yang memegang kunci keutuhan moral bangsa. Melalui program Tali Asih, kami berkomitmen menyediakan lingkungan yang kondusif bagi mereka untuk terus berprestasi,” ujar Ganjar dalam sambutannya.

Salah satu santri yang menerima penghargaan, Ahmad Rizki, usia 16 tahun dari Pesantren Al‑Falah Kebumen, mengungkapkan rasa terharunya. “Saya merasa lebih semangat belajar karena ada dukungan langsung dari pemerintah. Saya berjanji akan terus menghafal hingga selesai seluruh Al‑Qur’an,” katanya dengan mata bersinar.

Selain penghargaan individual, program ini juga menyoroti aspek kolektif dengan meluncurkan “Kelompok Tali Asih” yang terdiri dari 10 santri per kelompok. Kelompok‑kelompok ini diberikan modul pelatihan metodologi menghafal, akses ke perpustakaan digital, serta bimbingan intensif dari ustadz‑ustadz terpilih. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses hafalan serta menurunkan tingkat putus asa di kalangan peserta.

Dalam sesi tanya‑jawab, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Siti Fatimah, menambahkan bahwa program Tali Asih akan diperluas ke seluruh kabupaten di provinsi ini pada semester berikutnya. “Kami menargetkan lebih dari 5.000 santri yang terdaftar dalam dua tahun ke depan. Selain materi religius, kami juga menyisipkan pelajaran kewirausahaan dan literasi digital agar mereka siap bersaing di era modern,” jelasnya.

Tak hanya memberikan penghargaan, program ini juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako, perlengkapan ibadah, dan perangkat belajar elektronik kepada keluarga santri. Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari tokoh masyarakat Kebumen, Kepala Daerah (Camat) Kebumen, H. Joko Slamet, yang menilai inisiatif ini sebagai contoh sinergi pemerintah pusat‑daerah dan lembaga keagamaan.

Berbagai pihak menilai bahwa keberhasilan program Tali Asih tidak lepas dari dukungan aktif komunitas lokal, termasuk Lembaga Amil Zakat (LAZ), yayasan pendidikan, serta sponsor korporat yang menyumbangkan hadiah dan fasilitas. Salah satu sponsor, PT Mitra Karya Berkah, menyumbangkan tablet Android bagi 100 santri terpilih.

Data yang dirilis oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah hafalan juz per santri sejak peluncuran program pada awal tahun 2024. Rata‑rata hafalan meningkat dari 2,3 juz menjadi 4,7 juz per bulan, menandakan efektivitas pendekatan holistik yang diterapkan.

Program Tali Asih di Kebumen sekaligus menjadi momentum untuk menggalang dukungan lebih luas, termasuk pelibatan orang tua dalam proses pembelajaran. Workshop khusus bagi orang tua diadakan bersamaan dengan acara apresiasi, membekali mereka dengan strategi memotivasi anak di rumah.

Keberlanjutan program akan terus dipantau melalui evaluasi triwulanan yang melibatkan tim ahli hafalan, psikolog pendidikan, dan perwakilan pemerintah. Laporan hasil evaluasi akan dipublikasikan secara transparan pada portal resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Dengan hasil yang positif, program Tali Asih diharapkan menjadi model bagi provinsi lain dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan antar‑generasi. Semangat santri yang kini lebih termotivasi menjadi bukti nyata bahwa dukungan terstruktur dapat menghasilkan generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.