Mohammad Salei Tekankan Kolaborasi Industri untuk Atasi Mismatch dan Turunkan Pengangguran di Jawa Tengah
MediaBlora – 19 April 2026 | Semarang, 19 April 2026 – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Salei, menyoroti tingginya tingkat pengangguran di provinsi ini sebagai tantangan utama yang harus dipecahkan secara menyeluruh. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pada Agustus 2025 jumlah penganggur di Jawa Tengah mencapai 1,04 juta orang, hanya menyusut sekitar tujuh ribu dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan yang sangat tipis ini dianggap Salei sebagai indikasi bahwa kebijakan penanganan pengangguran belum berhasil menembus akar permasalahan.
Untuk mengatasi masalah ini, Salei mengusulkan serangkaian langkah strategis yang menekankan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan. Di antaranya, penguatan pendidikan vokasi dan Badan Layanan Ketenagakerjaan (BLK) agar program pelatihan lebih terarah pada kompetensi yang dibutuhkan industri. Selanjutnya, penyusunan kurikulum berbasis industri yang melibatkan perwakilan perusahaan dalam proses perancangan materi ajar, sehingga lulusan tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional. Salei juga menekankan pentingnya memperluas akses informasi lowongan kerja melalui portal publik yang mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Berikut rangkaian langkah yang diusulkan Salei:
- Penguatan Vokasi: Revitalisasi program vokasi di sekolah menengah kejuruan dan institusi pelatihan kerja dengan menyesuaikan standar kompetensi industri.
- Kurikulum Berbasis Industri: Membentuk forum koordinasi antara dinas tenaga kerja, asosiasi bisnis, dan universitas untuk merancang mata kuliah yang relevan.
- Sertifikasi Kompetensi: Mengintegrasikan skema sertifikasi nasional ke dalam kurikulum sehingga lulusan dapat langsung menunjukkan keahlian praktis kepada pemberi kerja.
- Portal Lowongan Terpadu: Mengembangkan platform digital yang menampilkan lowongan kerja terverifikasi, termasuk program magang dan penempatan kerja bagi fresh graduate.
- Peningkatan Penempatan: Mendorong perusahaan untuk berpartisipasi dalam program penempatan tenaga kerja melalui insentif fiskal dan non‑fiskal.
Salei menegaskan bahwa koordinasi yang lebih erat antarinstansi serta kolaborasi aktif antara sektor pendidikan dan industri akan menjadi kunci menurunkan angka pengangguran secara signifikan. “Kita membutuhkan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan. Tanpa sinkronisasi antara dunia pendidikan dan dunia industri, persoalan pengangguran ini akan sulit teratasi,” ujar Salei dalam konferensi pers di Semarang.
Dengan pendekatan yang lebih terintegrasi, diharapkan Jawa Tengah dapat mengubah tren penurunan pengangguran yang stagnan menjadi pertumbuhan tenaga kerja yang produktif dan siap bersaing di pasar global. Implementasi kebijakan ini tidak hanya akan mengurangi angka pengangguran, tetapi juga meningkatkan daya saing ekonomi regional serta menciptakan lapangan kerja yang lebih berkualitas bagi generasi muda.
Komentar (0)