Fokus Jepara – Vokalis Kotak, Tantri Syalindri, mengalami penipuan yang dilakukan oleh temannya sendiri. Kerugian yang dialaminya mencapai tiga digit. Meskipun demikian, Tantri mencoba mengikhlaskan kejadian tersebut dan memilih untuk menyerahkan persoalan tersebut kepada Tuhan.
Tantri mengaku banyak belajar dari peristiwa tersebut. Ia berharap tidak ada lagi korban yang mengalami kejadian serupa. Ia juga berencana untuk terus mencari keberadaan temannya yang melakukan penipuan tersebut.
Menurut Tantri, pelaku penipuan tersebut kini masuk daftar pencarian orang. Ia menduga pihak keluarga sebenarnya mengetahui keberadaan temannya tersebut, tetapi seakan bungkam. Tantri berharap pelaku bisa segera muncul dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kejadian penipuan ini bukan hanya menimpa Tantri, tetapi juga beberapa orang lainnya. Salah satu korban penipuan tersebut adalah seorang penerjemah bahasa Korea yang pernah mendampingi pejabat Korea Selatan dalam agenda kenegaraan bersama Presiden Joko Widodo.
Korban tersebut mengaku kehilangan dana investasi yang mereka tanamkan sejak 2020. Ia mengatakan hingga hampir tiga tahun berlalu, persoalan tersebut belum juga memperoleh kepastian hukum.
Penipuan ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Banyak orang yang merasa khawatir akan menjadi korban penipuan serupa. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan dan penindakan yang efektif untuk mencegah penipuan tersebut.
Dalam beberapa kasus, penipuan dapat menyebabkan kerugian yang sangat besar. Oleh karena itu, perlu dilakukan penindakan yang tegas terhadap pelaku penipuan. Selain itu, perlu juga dilakukan upaya pencegahan, seperti meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penipuan dan memperkuat sistem keamanan.
Dalam kasus Tantri, ia berharap bahwa kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran bagi dirinya dan orang lain. Ia juga berharap bahwa pelaku penipuan dapat segera ditangkap dan diadili.







