Hipmi Jateng Tekankan Peran Proaktif Pengusaha untuk Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Oleh Slamet Widodo 20 Apr 2026, 03:48 WIB 2 Views

MediaBlora – 20 April 2026 | KAB. SEMARANG – Ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh dinamika geopolitik, fluktuasi harga komoditas, serta ketegangan perdagangan internasional menuntut peran lebih aktif dari pelaku usaha di tingkat provinsi. Dalam sebuah pertemuan yang diadakan pada akhir pekan lalu, pengurus Harian Perhimpunan Pengusaha Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektoral untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Ketua Umum Hipmi Jawa Tengah, Bapak Ahmad Rizal, menyampaikan bahwa tantangan eksternal kini semakin kompleks. “Ketidakpastian harga energi, perubahan kebijakan tarif impor, serta gejolak politik di beberapa negara utama perdagangan kita menuntut para pengusaha tidak hanya menunggu kebijakan pemerintah, melainkan menjadi agen perubahan yang proaktif,” ujar Rizal di depan para anggota Hipmi, perwakilan lembaga keuangan, serta pejabat daerah.

Rizal menambahkan bahwa Hipmi Jawa Tengah akan memfasilitasi forum kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah, bank, serta asosiasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Kami ingin menciptakan ekosistem yang tidak hanya responsif terhadap goncangan ekonomi, tetapi juga mampu memanfaatkan peluang yang muncul, misalnya dalam bidang energi terbarukan dan digitalisasi proses produksi,” jelasnya.

Berbagai pihak menyambut positif agenda tersebut. Direktur Bank Jateng, Ibu Siti Nurhayati, menekankan pentingnya akses pembiayaan yang fleksibel bagi usaha yang ingin melakukan inovasi. “Kondisi pasar saat ini menuntut perbankan untuk menyesuaikan produk kredit, misalnya dengan skema penangguhan pembayaran atau penurunan suku bunga untuk sektor yang terdampak paling berat,” ungkapnya.

Selanjutnya, perwakilan Kementerian Perindustrian Provinsi Jawa Tengah, Bapak Dedi Prasetyo, menyatakan kesiapan pemerintah daerah dalam menyediakan insentif fiskal dan kemudahan perizinan. “Kami berkomitmen untuk mempercepat proses perizinan investasi, terutama bagi perusahaan yang mengadopsi teknologi ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk menurunkan jejak karbon dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional,” kata Dedi.

Dalam upaya memperkuat kolaborasi, Hipmi Jawa Tengah mengusulkan beberapa langkah konkret, antara lain:

  • Mendirikan pusat data ekonomi provinsi yang dapat diakses oleh anggota Hipmi untuk memantau tren pasar secara real-time.
  • Menjalin kemitraan dengan universitas terkemuka di Jawa Tengah untuk program riset bersama mengenai inovasi produksi dan efisiensi energi.
  • Mengadakan pelatihan intensif bagi pelaku UMKM tentang digital marketing, e-commerce, dan manajemen risiko.
  • Mengoptimalkan peran lembaga keuangan dalam menyediakan skema pembiayaan berjangka panjang bagi proyek investasi strategis.

Rizal menegaskan bahwa kolaborasi bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga kesinambungan usaha di tengah gejolak pasar global. “Jika kita terus bersikap reaktif, risiko kegagalan akan semakin tinggi. Sebaliknya, dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat menciptakan sinergi yang meningkatkan produktivitas, menurunkan biaya, dan pada akhirnya memperkuat stabilitas ekonomi,” tuturnya.

Para pengusaha yang hadir juga menyampaikan harapan agar Hipmi dapat menjadi jembatan yang efektif antara dunia usaha dan pemerintah. Sejumlah pelaku industri makanan dan minuman mengusulkan pembentukan jaringan logistik bersama untuk mengurangi biaya distribusi, sementara sektor tekstil menyoroti perlunya standar kualitas yang seragam untuk meningkatkan daya saing produk ekspor.

Dengan menekankan pentingnya peran aktif pengusaha, Hipmi Jawa Tengah berharap dapat menciptakan iklim usaha yang lebih adaptif, inovatif, dan resilient. Upaya ini diharapkan tidak hanya mengurangi dampak negatif dari ketidakpastian ekonomi global, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan baru bagi daerah Jawa Tengah dalam era digital dan ekonomi hijau.

Secara keseluruhan, agenda kolaboratif yang diusung Hipmi Jawa Tengah menegaskan bahwa stabilitas ekonomi tidak dapat dicapai tanpa sinergi antara sektor publik, swasta, serta institusi pendidikan dan keuangan. Melalui langkah-langkah proaktif, kolaboratif, dan terukur, para pemangku kepentingan berupaya meletakkan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Jawa Tengah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.