Wali Kota Semarang Luncurkan Gerakan Resik‑Resik Masjid Menyongsong MTQ Nasional 2026

Oleh Slamet Widodo 20 Apr 2026, 04:49 WIB 1 Views

MediaBlora – 20 April 2026 | Semarang, 19 April 2026 – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan kebersihan tempat ibadah sebagai prioritas utama dalam persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI yang akan digelar pada 11‑21 September mendatang. Pemerintah kota kini tengah merumuskan dan menggerakkan program “Resik‑resik Masjid” yang bertujuan menjamin kenyamanan ribuan kafilah yang diprediksi akan datang ke kota ini.

Kick‑off resmi gerakan Resik‑resik Masjid dijadwalkan pada Sabtu, 25 April 2026, bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi ke‑479 Kota Semarang. Kegiatan pembukaan meliputi pembersihan massal di beberapa masjid bersejarah, penataan ruang, serta pelatihan tata kelola kebersihan bagi pengurus masjid. Selanjutnya, program akan terus berlanjut secara berkesinambungan hingga mendekati hari pelaksanaan MTQ, dengan monitoring berkala dan evaluasi hasil kebersihan tiap masjid.

Selain fokus pada kebersihan, Pemerintah Kota Semarang juga menyiapkan rangkaian acara pendamping (side events) yang akan memperkaya pengalaman peserta MTQ dan meningkatkan perekonomian lokal. Dari hari ketiga hingga hari ketujuh pelaksanaan MTQ, agenda berikut akan digelar:

  • Lomba Rebana Tingkat Nasional
  • Expo Kaligrafi Islami
  • Pameran Halal Food Semarangan
  • IKM Awards (Industri Kecil Menengah)

Beragam agenda ini dirancang untuk menumbuhkan atmosfer religius yang inklusif serta memberi panggung bagi pelaku usaha kecil menengah di wilayah Jawa Tengah. Penyelenggara berharap acara sampingan dapat menarik minat wisatawan domestik sekaligus memperluas jaringan pasar produk halal dan kerajinan Islam.

Untuk mengoptimalkan kunjungan para tamu dari seluruh provinsi, Pemkot Semarang menggandeng Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) dan Dinas Kebudayaan serta Pariwisata. Kolaborasi tersebut menghasilkan paket wisata terintegrasi yang mencakup Wisata Religi, Wisata Heritage, dan Walk‑in Tour. Paket ini menonjolkan situs‑situs bersejarah, masjid‑masjid megah, serta destinasi kuliner khas Semarang, menjadikan kota ini tujuan utama bagi wisatawan muslim yang mengutamakan kenyamanan ibadah sekaligus eksplorasi budaya.

Agustina menegaskan, inisiatif ini sejalan dengan visi Semarang sebagai destinasi ramah muslim. “Kami terus meningkatkan fasilitas ibadah di kawasan wisata, memastikan layanan tersedia sesuai kebutuhan wisatawan muslim, serta memperkuat citra kota bersih dan religius,” jelasnya.

Kesiapan infrastruktur, seperti akses transportasi, akomodasi, dan fasilitas umum, sudah dipersiapkan secara matang. Namun, menurut wali kota, faktor kebersihan dan ketertiban tempat ibadah menjadi penentu utama kesan pertama yang akan dirasakan oleh ribuan delegasi nasional maupun internasional yang hadir.

Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan MTQ berskala nasional ini. Melalui gerakan kolektif Resik‑resik Masjid, Semarang berharap tidak hanya berhasil menyambut MTQ dengan sukses, tetapi juga menorehkan jejak positif bagi pengembangan pariwisata religius dan ekonomi kreatif di masa depan.

Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Semarang menegaskan komitmennya untuk menjadi tuan rumah yang tidak hanya siap secara logistik, tetapi juga berwawasan kebersihan, kenyamanan, dan keberagaman budaya Islam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.