Wali Kota Semarang Janjikan Kirab Budaya KH Sholeh Darat Jadi Agenda Tahunan, Dorong Pendidikan Budaya

Oleh Dedi Kurniawan 20 Apr 2026, 09:48 WIB 2 Views

MediaBlora – 20 April 2026 | Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan tekadnya untuk menjadikan Kirah Budaya KH Sholeh Darat sebagai agenda tahunan yang berkelanjutan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutan resmi pada pelaksanaan kirah budaya yang diadakan di Lapangan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, pada Minggu (19/4/2026). Agustina menekankan bahwa tradisi ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan bagian integral dari upaya pemerintah kota dalam melestarikan warisan sejarah sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Semarang.

Acara tahun ini menandai pelaksanaan kirah budaya kedua sejak inisiasi program tersebut. Dalam kesempatan itu, Agustina menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus menggelar kirah budaya selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota, Iswar Aminuddin. “Ini bukan agenda sesaat, melainkan bagian dari ikhtiar kami merawat nilai dan sejarah,” tegasnya. Dengan menambahkan unsur edukatif, kirah budaya diharapkan menjadi platform belajar luar sekolah bagi warga, khususnya generasi muda.

Kirah Budaya KH Sholeh Darat mengangkat sosok ulama besar KH Sholeh Darat yang dikenal sebagai tokoh penting dalam memperkuat nilai keislaman dan kebangsaan di Tanah Jawa. Melalui pawai, pertunjukan seni tradisional, dan diskusi sejarah, acara ini memberi ruang bagi masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan beliau. Agustina menambahkan bahwa pemahaman akan perjuangan KH Sholeh Darat dapat menumbuhkan rasa kebangsaan sekaligus meneguhkan karakter moral generasi penerus.

Dalam perspektif pembangunan kota, Agustina menegaskan bahwa infrastruktur fisik saja tidak cukup. “Pembangunan jiwa harus berjalan beriringan dengan pembangunan fisik,” ujar dia, mengaitkan pesan tersebut dengan amanat lagu kebangsaan Indonesia Raya yang mengajak bangsa untuk membangun jiwa dan tubuh. Kirah budaya dipandang sebagai media yang menghubungkan dua dimensi tersebut, menjadikan nilai spiritual, sejarah, dan budaya sebagai fondasi pembangunan yang holistik.

Pemerintah Kota Semarang juga menindaklanjuti usulan pengangkatan KH Sholeh Darat sebagai pahlawan nasional. Langkah ini dianggap selaras dengan tujuan kirah budaya, yaitu mengangkat kembali tokoh-tokoh lokal yang memiliki kontribusi besar terhadap perjuangan bangsa. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat rasa kebanggaan warga Semarang atas warisan lokal mereka, sekaligus meningkatkan citra kota sebagai tempat yang menghargai dan melestarikan sejarah.

Melalui kirah budaya, Pemerintah Kota Semarang berusaha menumbuhkan rasa memiliki terhadap akar budaya di kalangan generasi muda. Acara ini dirancang agar mudah dipahami, menarik, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan menampilkan seni tradisional, cerita perjuangan, serta nilai-nilai moral, kirah budaya menjadi sarana efektif untuk mengedukasi masyarakat tanpa harus melalui proses pembelajaran formal yang kaku.

Keberlanjutan kirah budaya sebagai agenda tahunan juga diharapkan dapat memperkuat posisi Semarang di kancah nasional sebagai kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kokoh dalam menjaga jati diri budaya. Konsistensi pelaksanaan tiap tahun mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menyeimbangkan pertumbuhan modernisasi dengan pelestarian warisan leluhur.

Dengan menegaskan bahwa kirah budaya akan terus dilaksanakan selama masa kepemimpinan Agustina, pemkot Semarang mengirim sinyal kuat bahwa pembangunan kota harus bersifat multidimensi. Pendidikan luar sekolah, pelestarian sejarah, dan penguatan identitas budaya menjadi pilar utama dalam rangka menciptakan kota yang berdaya saing sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai tradisional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.