Aksi Demo di Balai Desa Sumber: Camat Sumber Angkat Suara soal Seleksi Perangkat Desa

Oleh Dedi Kurniawan 20 Apr 2026, 10:48 WIB 2 Views

MediaBlora – 20 April 2026 | Warga Desa Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, mempersiapkan aksi demonstrasi pada Senin pagi, 20 April 2026, yang akan digelar di balai desa. Demonstrasi ini dipicu oleh tuntutan transparansi dan kejelasan proses seleksi perangkat desa, yang menurut penduduk belum memenuhi standar akuntabilitas yang diharapkan. Kegiatan ini direncanakan beriringan dengan audiensi terbuka yang melibatkan pemerintah desa serta Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam), sehingga menjadi ajang dialog langsung antara masyarakat dan pejabat daerah.

Koordinator aksi, Jasmadi, menegaskan bahwa tujuan utama demonstrasi bukan sekadar protes, melainkan upaya menuntut prosedur seleksi yang adil, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menambahkan bahwa warga telah mengirimkan surat resmi kepada Camat Sumber, namun belum memperoleh respons yang memuaskan. Menurut Jasmadi, aksi damai ini diharapkan dapat memaksa pihak berwenang meninjau kembali mekanisme seleksi, termasuk kriteria penilaian, tahapan verifikasi, dan publikasi hasil secara luas.

Camat Sumber, yang juga akan hadir dalam audiensi terbuka, menyampaikan pandangannya mengenai proses seleksi perangkat desa. Ia menyatakan bahwa proses seleksi telah mengikuti pedoman yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Rembang, namun mengakui adanya beberapa kendala administratif yang menyebabkan keterlambatan publikasi hasil. Camat menegaskan komitmennya untuk meningkatkan transparansi dengan mengadakan pertemuan terbuka, menyebarluaskan dokumen seleksi secara daring, serta membuka jalur pengaduan bagi warga yang merasa dirugikan.

Dalam rangka memperkuat dialog, Forkopincam mengusulkan pembuatan mekanisme monitoring independen yang melibatkan unsur masyarakat sipil, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal, serta perwakilan akademisi. Usulan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap tahapan seleksi perangkat desa dapat diawasi secara objektif, mulai dari pengumuman lowongan, penerimaan berkas, hingga penetapan hasil akhir. Pihak Forkopincam juga menekankan pentingnya penyuluhan bagi calon pelamar mengenai hak dan kewajiban mereka selama proses seleksi, sehingga potensi kesalahpahaman dapat diminimalisir.

Sejumlah warga yang hadir dalam pertemuan pra-demo menyuarakan kekecewaan mereka atas kurangnya informasi publik mengenai kriteria seleksi. Mereka menyoroti bahwa dokumen resmi yang diumumkan tidak mencantumkan detail mengenai bobot nilai, metode penilaian, serta mekanisme verifikasi latar belakang calon. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa proses seleksi dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor non-teknis, seperti afiliasi politik atau kedekatan sosial. Keluhan serupa juga diungkapkan oleh beberapa tokoh masyarakat setempat, yang menuntut agar proses seleksi dijalankan secara meritokratis, tanpa intervensi eksternal.

Pihak kepolisian setempat telah diinformasikan mengenai rencana aksi damai ini dan menyiapkan tim pengamanan untuk memastikan kelancaran acara tanpa menimbulkan kerusuhan. Mereka menekankan pentingnya kepatuhan terhadap protokol keamanan, termasuk pembatasan jumlah peserta, penggunaan megaphone dengan volume yang wajar, serta larangan membawa barang berbahaya. Penjagaan keamanan ini diharapkan dapat menciptakan suasana kondusif bagi dialog konstruktif antara warga dan aparat pemerintah.

Kesimpulannya, aksi demo di Balai Desa Sumber menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Sumber untuk menuntut akuntabilitas dalam proses seleksi perangkat desa. Dengan dukungan Camat Sumber, Forkopincam, dan pihak keamanan, diharapkan dialog yang terbuka dapat menghasilkan perbaikan prosedural, peningkatan transparansi, serta kepercayaan publik yang lebih kuat terhadap institusi pemerintahan daerah. Keberhasilan aksi ini akan menjadi indikator bagi daerah lain di Kabupaten Rembang dalam mengelola proses administratif yang lebih terbuka dan responsif terhadap aspirasi warga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.