Penutupan Gombel Lama Picu Kemacetan Panjang hingga 2 Kilometer di Semarang

Oleh Dedi Kurniawan 20 Apr 2026, 18:48 WIB 9 Views

MediaBlora – 20 April 2026 | Semarang, 20 April 2026Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Pengelola Jalan Nasional (BBPJN) resmi menutup total jalur Gombel Lama pada Senin pagi, menandai hari pertama dari program perbaikan menyeluruh yang direncanakan berlangsung selama tujuh bulan. Penutupan tersebut langsung menimbulkan dampak signifikan pada arus lalu lintas, terutama di ruas Gombel Baru yang kini menjadi titik kemacetan terpanjang dengan antrean kendaraan mencapai sekitar dua kilometer hingga kawasan Balai Latihan Kerja (BLK).

Rencana perbaikan jalan Gombel Lama, yang memiliki panjang 1,27 kilometer, diumumkan sebelumnya sebagai upaya meningkatkan kualitas infrastruktur jalan utama yang melayani ribuan kendaraan setiap harinya. BBPJN Jawa Tengah-DIY menjelaskan bahwa proyek ini mencakup pengaspalan ulang, perbaikan drainase, serta penyesuaian geometrik untuk mengurangi kemacetan di masa depan. Namun, penutupan jalur alternatif menimbulkan tekanan pada jaringan jalan sekitarnya, khususnya Gombel Baru yang kini harus menampung arus dua arah secara simultan.

Untuk mengantisipasi kepadatan, Dinas Perhubungan Kota Semarang bersama Unit Kamtibmas Satlantas Polrestabes Semarang mengimplementasikan skema rekayasa lalu lintas dua arah dengan prioritas pada lajur yang mengarah naik. Aiptu Muhammad Zamroni, anggota Unit Kamsel Satlantas, menjelaskan bahwa sistem yang diterapkan berbentuk “3-1”, di mana tiga lajur dialokasikan untuk kendaraan yang menanjak, sementara satu lajur hanya melayani kendaraan menurun. “Kita memberi ruang lebih lebar bagi arah naik karena mayoritas kendaraan berada dalam posisi menanjak pada jam sibuk,” ungkap Zamroni.

Meski begitu, kondisi di lapangan tetap menantang. Pada puncak jam pagi, sejumlah kendaraan mengalami gangguan, termasuk satu mobil yang mogok di tanjakan, memperparah aliran lalu lintas. Pengendara yang terjebak harus menunggu hingga bantuan tiba, sehingga antrean kendaraan meluas hingga sekitar dua kilometer ke arah BLK. Polisi setempat mengandalkan bantuan tali tambang dari warga untuk mendorong mobil yang mogok, sementara tim derek dikerahkan untuk memastikan evakuasi lebih cepat di masa mendatang.

Petugas juga mengimbau pengguna jalan untuk mempertimbangkan jalur alternatif, seperti Tol Jatingaleh‑Srondol atau rute Jangli‑Undip, khususnya pada jam sibuk pagi dan sore. Upaya diversifikasi rute ini diharapkan dapat meredam beban pada Gombel Baru dan mengurangi waktu tempuh bagi pengendara yang harus menempuh jarak lebih jauh. Dinas Perhubungan telah menyiagakan armada derek di sekitar lokasi penutupan guna memberikan respons cepat terhadap kendaraan yang mengalami kerusakan.

Dalam upaya meningkatkan koordinasi, Satpol PP dan Tim Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas (Kamsel) berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan untuk menyiapkan rambu-rambu tambahan serta petugas pengatur lalu lintas di titik-titik rawan. Selain itu, pihak berwenang juga mengoptimalkan penggunaan media sosial dan aplikasi navigasi untuk menyebarkan informasi real‑time mengenai kondisi jalan, sehingga pengendara dapat menyesuaikan rute mereka secara dinamis.

Pengguna jalan yang diwawancarai mengungkapkan rasa frustrasi atas lamanya antrean, namun sebagian besar memahami pentingnya perbaikan jangka panjang. Salah satu pengendara, Budi Santoso, menyatakan, “Saya harus menunggu hampir satu setengah jam, tetapi saya mengerti bahwa jalan ini perlu diperbaiki agar tidak terjadi kemacetan parah di masa depan.” Sementara itu, pedagang kaki lima di sekitar kawasan BLK melaporkan penurunan penjualan akibat berkurangnya lalu lintas pejalan kaki.

Ke depannya, BBPJN menjanjikan bahwa proses perbaikan akan dilaksanakan dengan standar teknis tinggi dan diharapkan selesai dalam tujuh bulan. Selama periode konstruksi, pemantauan ketat akan dilakukan untuk menilai efektivitas skema rekayasa lalu lintas dan melakukan penyesuaian bila diperlukan. Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk meningkatkan infrastruktur pendukung, termasuk penambahan jalur alternatif permanen, guna mengurangi ketergantungan pada satu jalur utama.

Secara keseluruhan, hari pertama penutupan Gombel Lama memberikan gambaran jelas tentang tantangan mobilitas di wilayah urban Semarang. Meskipun antrean kendaraan menembus dua kilometer menimbulkan ketidaknyamanan bagi ribuan pengguna jalan, langkah-langkah mitigasi yang diambil oleh pihak kepolisian dan dinas terkait menunjukkan respons cepat dan koordinasi yang baik. Diharapkan, setelah perbaikan selesai, Jalan Gombel Lama akan kembali berfungsi optimal, mengurangi beban lalu lintas dan meningkatkan kenyamanan berkomuter di kawasan ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.