420 Personel Polres Karanganyar Lakukan Latihan Pengendalian Massa Berbasis Komunikasi Humanis

Oleh Dedi Kurniawan 20 Apr 2026, 19:48 WIB 2 Views

MediaBlora – 20 April 2026 | KARANGANYAR – Pada Senin, 20 April 2026, Polres Karanganyar menyelenggarakan latihan rutin pengendalian massa yang melibatkan total 420 personel. Kegiatan ini dirancang sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesiapsiagaan aparat dalam menghadapi situasi kontingensi, terutama aksi unjuk rasa, serta memastikan penanganan yang profesional dan berbasis pendekatan humanis.

Latihan tersebut mencakup beragam unit, mulai dari tim negosiator, unit Dalmas (Pengendalian Massa) awal, hingga tim penegakan hukum. Setiap unit diberikan skenario yang mensimulasikan kondisi lapangan nyata, termasuk penempatan di area yang berpotensi menjadi titik konsentrasi massa, seperti Kantor Bupati Karanganyar. Simulasi tersebut tidak hanya menguji kemampuan taktis, tetapi juga menekankan pentingnya komunikasi efektif dengan publik.

Kapolres Karanganyar, AKBP Arman Sahti, menekankan bahwa fokus utama latihan ini adalah mengedepankan komunikasi yang baik dan tindakan yang bersifat humanis. “Latihan ini bertujuan untuk mengecek kesiapsiagaan personel Polres Karanganyar dalam menghadapi berbagai situasi kontingensi, terutama penanganan unjuk rasa. Yang kita kedepankan adalah komunikasi dan pendekatan humanis kepada masyarakat,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Berikut adalah beberapa komponen utama yang menjadi fokus dalam latihan:

  • Negosiasi dan Komunikasi: Tim negosiator dilatih untuk berinteraksi langsung dengan peserta aksi, menyampaikan pesan klarifikasi, dan mencari solusi damai.
  • Pengendalian Massa Awal (Dalmas Awal):> Unit ini berperan dalam mengatur alur pergerakan massa, memastikan tidak terjadi penumpukan yang dapat berujung pada kerusuhan.
  • Penegakan Hukum: Tim penegakan hukum mempraktikkan prosedur penangkapan, pengamanan bukti, dan penanganan pelanggaran hukum secara tepat prosedural.
  • Simulasi Medan: Latihan dilaksanakan langsung di kawasan Kantor Bupati Karanganyar untuk memberi pengalaman medan yang realistis, termasuk identifikasi titik-titik rawan dan jalur evakuasi.

Seluruh personel yang terlibat juga diberikan briefing mengenai koordinasi lintas wilayah. Pihak kepolisian menyiapkan kemungkinan penempatan personel tambahan di daerah sekitar Soloraya serta kesiapan untuk mendukung wilayah lain di tingkat Polda apabila diperlukan. “Kerjasama antar daerah sangat penting, terutama jika terjadi situasi yang meluas,” ungkap Kapolres.

Latihan simulasi ini tidak hanya berlangsung di dalam lingkungan Polres, melainkan juga di lokasi yang dipilih sebagai sasaran potensial aksi massa. Pendekatan ini bertujuan agar personel dapat memahami kondisi fisik lapangan, mengidentifikasi titik-titik yang membutuhkan pengamanan khusus, serta menguji respons cepat dalam situasi yang berubah-ubah.

Selain aspek taktis, Polres Karanganyar juga menekankan pentingnya pendekatan persuasif. Personel dilatih untuk mengedepankan dialog, menghormati hak kebebasan berpendapat, dan menghindari penggunaan kekerasan yang berlebihan. “Kami berkomitmen untuk melindungi keamanan publik tanpa mengorbankan hak konstitusional warga. Pendekatan humanis menjadi landasan utama dalam setiap langkah kami,” tegas AKBP Arman Sahti.

Pelaksanaan latihan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri anggota kepolisian dalam mengelola situasi massa yang kompleks. Dengan mengintegrasikan teknik pengendalian, negosiasi, dan penegakan hukum secara sinergis, Polres Karanganyar berupaya menciptakan standar operasional yang dapat diadopsi oleh unit kepolisian lainnya di provinsi Jawa Tengah.

Secara keseluruhan, latihan ini merupakan bagian integral dari program peningkatan kompetensi kepolisian yang berkelanjutan. Hasil evaluasi akhir akan menjadi acuan untuk perbaikan prosedur, penyesuaian taktik, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia. Dengan demikian, Polres Karanganyar menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara profesional, terukur, dan berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.