Pemkab Rembang Gelar Pasar Murah di TRP Kartini, Dukung Daya Beli Warga

Oleh Dedi Kurniawan 21 Apr 2026, 08:50 WIB 4 Views

MediaBlora – 21 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Rembar menandai komitmen peningkatan kesejahteraan warga dengan menyelenggarakan pasar murah di Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini pada tanggal 20 April 2026. Acara yang berlangsung selama tiga hari itu menjadi ajang perdagangan terbuka bagi pedagang lokal, sekaligus menyediakan kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau bagi masyarakat Rembang dan sekitarnya.

Pasar murah di TRP Kartini dirancang sebagai respons konkret atas keluhan warganya yang merasa terbebani oleh kenaikan harga bahan pokok dan kebutuhan rumah tangga. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Rembang, Bapak Hendra Saputra, menyampaikan bahwa inisiatif ini bertujuan memperkuat jaringan distribusi barang-barang kebutuhan dasar, menurunkan tekanan inflasi di tingkat mikro, serta menggerakkan ekonomi lokal melalui peningkatan omzet pedagang kecil.

Selama tiga hari penyelenggaraan, lebih dari 150 kios berdiri rapi di area terbuka TRP Kartini, menawarkan beragam produk mulai dari beras, gula, minyak goreng, sayur-sayuran segar, hingga kebutuhan rumah tangga seperti sabun, deterjen, dan perlengkapan dapur. Daftar komoditas yang diprioritaskan meliputi:

  • Berbagai jenis beras premium dan medium dengan harga 10-15 persen lebih murah dibanding pasar tradisional.
  • Minyak goreng sawit dan kelapa dengan kualitas terjamin, dipasarkan dengan potongan harga hingga 12 persen.
  • Sayur-sayuran organik seperti bayam, kangkung, dan wortel yang dipasok langsung dari petani daerah.
  • Produk rumah tangga seperti sabun cuci, deterjen, dan pasta gigi dengan label harga bersaing.

Selain barang kebutuhan pokok, pasar murah ini juga menampilkan stan-stand kuliner tradisional yang menyajikan makanan ringan khas Rembang, seperti kupat tahu, sate kambing, dan es kelapa muda. Penambahan unsur kuliner bertujuan memperpanjang durasi kunjungan warga, sekaligus menambah nilai ekonomi kreatif di kawasan wisata.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Rembang, Dr. Ir. Sutomo Hadi, yang menyampaikan harapan agar program serupa dapat dijadikan agenda rutin tahunan. “Kami ingin TRP Kartini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga menjadi pusat ekonomi yang inklusif,” ujar Bupati Sutomo dalam sambutan pembukaannya. Ia menambahkan, “Pasar murah ini diharapkan menjadi solusi jangka pendek bagi masyarakat yang sedang berjuang mengatasi kenaikan harga, sekaligus membuka peluang bagi pedagang kecil untuk meningkatkan penjualan mereka tanpa harus bersaing secara tidak sehat di pasar konvensional.”

Para pedagang yang berpartisipasi mengaku terbantu signifikan. Salah satu penjual sayur, Ibu Siti Aminah, menyatakan, “Saya tidak perlu lagi menempuh jarak jauh ke pasar besar. Di sini, saya dapat menjual hasil kebun langsung ke konsumen dengan harga yang adil, dan konsumen pun mendapat harga yang terjangkau.” Begitu pula Pak Joko, penjual beras, menambahkan, “Dengan fasilitas yang diberikan pemerintah, biaya operasional saya berkurang. Ini berarti margin keuntungan saya lebih baik, dan saya bisa memberi diskon kepada pembeli tetap.”

Pengunjung pasar murah juga memberikan tanggapan positif. Seorang ibu rumah tangga, Rina Wahyu, mengaku, “Saya berbelanja kebutuhan keluarga di sini selama tiga hari, dan total pengeluaran kami jauh lebih rendah dibandingkan belanja di pasar biasa. Ini sangat membantu kami mengatur anggaran bulanan.”

Untuk memastikan kelancaran acara, tim logistik dan keamanan Kabupaten Rembang menyiapkan protokol khusus. Area pasar dilengkapi dengan pos keamanan, petugas kebersihan, serta fasilitas sanitasi yang memadai. Selain itu, tim medis setempat siap siaga menangani keadaan darurat, meskipun selama tiga hari tidak ada laporan insiden signifikan.

Secara finansial, pasar murah ini didanai melalui anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026, khususnya alokasi untuk program kesejahteraan sosial dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah juga bekerja sama dengan beberapa lembaga keuangan mikro untuk memberikan fasilitas kredit ringan bagi pedagang yang ingin memperluas usaha mereka pasca acara.

Analisis awal menunjukkan bahwa pasar murah di TRP Kartini berhasil menarik lebih dari 5.000 pengunjung harian, dengan total penjualan mencapai Rp 1,2 miliar selama tiga hari. Angka ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap alternatif belanja yang ekonomis dan terorganisir.

Keberhasilan acara ini membuka peluang bagi Pemerintah Kabupaten Rembang untuk memperluas konsep pasar murah ke lokasi strategis lain, seperti alun-alun kota, balai desa, atau kawasan perbelanjaan publik lainnya. Rencana jangka menengah mencakup integrasi teknologi digital, seperti aplikasi mobile yang menampilkan daftar harga real-time, sehingga konsumen dapat melakukan perbandingan harga sebelum berkunjung.

Dengan demikian, pasar murah di TRP Kartini tidak hanya sekadar acara satu kali, melainkan langkah strategis yang menggabungkan aspek sosial, ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan. Diharapkan, inisiatif serupa akan menjadi model bagi kabupaten-kabupaten lain di Jawa Tengah dalam mengatasi tekanan harga dan memperkuat jaringan distribusi barang kebutuhan dasar.

Secara keseluruhan, pelaksanaan pasar murah di TRP Kartini berhasil memenuhi tujuan utama: menurunkan beban biaya hidup warga, meningkatkan pendapatan pedagang kecil, dan memperkuat peran pemerintah daerah sebagai fasilitator ekonomi inklusif. Keberlanjutan program ini akan sangat bergantung pada evaluasi periodik, partisipasi aktif stakeholder, serta dukungan kebijakan yang konsisten.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.